Usai Masa PSBB,  Bioskop Sehat dan Aman  dari Virus Corona

13 June 2020

Pengamat film Indonesia, Yan Widjaya, pernah memprediksi, sepanjang tahun 2020 akan ada 150 judul film Indonesia yang diputar di bioskop. Namun prediksi tersebut meleset karena wabah virus corona masuk ke Indoensia. Dan  sejak 23 Maret 2020, semua bioskop harus tutup mengikuti imbauan pemerintah. 

Ketika itu  jumlah film Indonesia yang baru diputar di bioskop  sampai dengan Maret itu, baru berjumlah 28 judul.

Sampai sejauh ini, bioskop di seluruh Indonesia belum membuka kembali studionya. Ada  berbagai berita yang menyebutkan bulan Juni bioskop bisa dibuka Kembali,

"Jika bioskop dibuka bulan Juni, dan film Indonesia biasanya diputar perdana pada setiap hari Kamis, maka  dari pertengahan Juni 2020 sampai bulan Desember, masih ada 26 hari Kamis," kata Yan Widjaya dalam Webinar Online bertajuk  “Mengawal Film Nasional Saat Tayang di Era New Normal”, Jumat (12/6/2020) yang diselenggarakan  oleh Direktorat Film, Musik dan Media Baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)

Artinya, jika  Yan Widjaya memprediksi ada 150 judul film Indonesia yangakan tayang di bioskop sepanjang 2020, masih tersisa 122 judul film  yang akan dan belum diputar bioskop

“Di antaranya  film kolosal seperti  “Hamka”, ”Bung Hatta”, ”Taufan”,  ”Gatot Kaca”, ujar Yan

Celakanya, 122 film Indonesia yang belum diputar  ini harus bersaing ketat dalam mendapatkan layar  bioskop dengan 180 judul film import.

Webinar hari itu dihadiri pula oleh  nara sumber antara lain  seperti : Edy Suwardi (Pokja Literasi Film dan Apresiasi Direktorat  Film, Musik dan Media Baru mewakili Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, H, Djohnny Sjafruddin SH (Ketua Gabungan Pengelola  Bioskop Seluruh Indonesia), Lola Amaria (produser), Ninik L Karim danB (Artis),  Albert Tanoso, (Perwakilan jaringan bioskop Cinepolis), Hariman, (perwakilan jaringan bioskop CGV), juga Muhamad Ilhamka (Produser Skylar Pictures).

Muhamad Ilhamka (Skylar Pictures), menyebut saat ini mereka  memiliki empat judul film  yang siap tayang. “Tapi melihat situasi sekarang ini, lebih baik  nggak dulu. Karena tanpa  ada pandemic Covid 19 pun, kita merasa seperti ada pademi,” kata Ilhamka.

Bioskop  Tetap Aman

Sementara itu, para pengelola bioskop di Indonesia mengaku siap jika bioskop dibuka kembali saat diberlakukannya new normal. Para pengelola bioskop, terutama yang berada di Jakarta, telah diajak menyusun protokol kesehatan bersama Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Saat ini pengelola bioskop juga terus mengampanyekan bahwa menonton film di bioskop tetap sehat sekaligus aman dari virus corona.

Albert Tanoso, (Perwakilan jaringan bioskop Cinepolis), mengatakan, telah diajak melakukan sosialisasi protokol  kesehatan oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Sedangkan Hariman, (perwakilan jaringan bioskop CGV), menyatakan, sampai sekarang masih terus menggalangkan kampanye untuk mengajak kembali masyarakat datang ke bioskop. "Protokol kesehatannya kami penuhi sesuai anjuran pemerintah," 

Berbagai cara baru akan dilakukan pengelola bioskop  diantaranya pembayaran tiket akan dilakukan secara digital,  dan penyediaan hand sanitizer.

"CGV mengikuti arahan CGV di seluruh dunia. Misalnya, hand sanitizer sebaiknya diinjak tanpa disentuh tangan, dan perlu melakukan ukur suhu tubuh dengan thermo gun," kata Hariman.

Saat ini fokus jaringan bioskop CGV adalah meyakinkan calon penonton untuk datang kembali ke bioskop, dan bioskop dalam keadaan aman.

"Kami belum fokus mencari pendapatan, apalagi keuntungan. Sekarang kami hanya ingin meyakinkan bahwa nonton film di bioskop itu aman," kata Hariman.

Djonny Syafruddin (GPBSI), menyebutkan kunci utama adalah bioskop di Jakarta. "Kalau (bioskop) di Jakarta aman, film akan diputar di bioskop daerah," kata Djonny Syafruddin.

Semetara itu,  menurut Lola Amaria, bioskop sudah pasti memiliki sistem sendiri untuk memutarkan film setelah masa transisi wabah  ini. “Jam tayang bioskop misalnya, pasti akan berubah, apalagi operasional bioskop mengikuti Mall yang hanya akan sampai jam 20.00 WIB,”katanya

"Pertanyaan berikutnya, apakah hanya film Indonesia yang diputar di bioskop,  juga  akan bersamaan dengan film luar negeri," ujar Lola Amaria.

Bisnis di industri film dan bioskop juga masih dipertanyakan setelah New Normal nanti. "Kalaupun syuting film lagi, perlakuannya pasti tidak akan sama lagi," ucap Lola Amaria. “Misalnya  harus mengikuti protokol Kesehatan, harus ada test covid bagi pekerja kreatif, harus pakai  kostum khusus. Ini kan memerlukan biaya besar,” katanya   XPOSEINDOESIA/NS Foto Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Saturday, 13 June 2020 16:40
Login to post comments