Keripik Bawang  yang Gagah Melawan Corona

15 May 2020

Merebaknya pandemi Covid 19,  boleh saja memporakporandakan perekonomian dunia. Tapi tidak untuk  pemilik usaha makanan ringan keripik bawang  seperti  yang dikelola Julian,  di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. 

Saat www.xposeindonesia.com menyambangi Julian, pada  Kamis (14/5/2020), terlihat ia super sibuk.  Di bagian dapur yang memiliki hawa sangat panas, dua tungku batu besar menyala, dengan  di atasnya terdapat  kuali  berisi minyak panas dan adonan keripik bawang yang sedang digoreng. 

Sekitar 10 orang karyawan  terlihat di dalam dapur itu, bekerja  dengan tugas masing-masing. Ada yang mengaduk tepung terigu dengan daun bawah, seledri,  gula, garam, telor, air dan lain lain menjadi adonan kue. Ada yang memotong adonan sesuai ukuran, ada yang mengemas keripik yang sudah digoreng  untuk dimasukan ke dalam dus khusus.

“Di masa Corona begini, omset kami malah naik seratus persen,” kata Julian membagi cerita. “Mungkin karena masyarakat harus di rumah saja,  maka perlu banyak cemilan untuk ngilangin jenuh,” ungkap Julian lagi. 

Selain itu,  adanya larangan masyarakat untuk tidak mudik  tahun ini,  memungkinkan pula penjualan kue bawang miliknya menjadi  makin meningkat.  Masyarakat lebih banyak berlebaran di Jakarta.

“Kebanyakan pembelinya  cuma dari wilayah Jabodetabek.  Tapi kewalahan  juga memenuhi pesanan. Karena saking laris,  ada pembeli yang rela transfer  dulu untuk  bisa membeli.” ujar Juli sambil menyebut selain membuat Keripik Bawang Original, ia juga memproduksi Biji Ketapang, Keripik Bawang Jeruk dan Keripik Bawang Balado.

Semua cemilan yang diproduksinya,  sengaja tidak  diberi merk. “Agar orang yang membeli,  bisa menjualnya lagi,” kata Julian yang mewarisi bisnis ini dari Ayah juga kakeknya. “Usaha  ini sudah berjalan 3 generasi, dari Kakek saya, Cembi di kawasan Parung Panjang,  dilanjutkan ayah saya, Iwan kemudian buka di daerah Kemanggisan dan  sekarang saya  yang lanjutin!” 

Setiap hari,   karyawan yang bekerja di dapur Julian mampu menghabiskan 8 bal tepung terigu, di mana satu bal, sama dengan 25 kilogram. 

Dan ketika tepung sudah diubah menjadi keripik bawang,  Juli menjualnya  dalam beberapa paket. Ada dalam kemasan kardus  seharga Rp 20 ribu/8 ons. Sementara untuk ukuran 3.5 kilogram dipatok dengan harga Rp 60 ribu. 

Untuk  memperluas pasar dan mememenuhi kebutuhan konsumen yang terus meningkat cepat,  Julian mengaku, “Baru buka dua toko di kawasan Bekasi.  Anak saya yang jagaiin di sana!” 

Menurut Juli,  kunci suksesnya  hari ini,  didapat selain dengan kerja keras, juga mempertahankan kualitas mutu, harga yang tetap terjangkau masyarakat dan rasanya yang enak dan gurih!” pungkas Julian.  XPOSEINDONESIA/ Teks & Foto : Dudut Suhendra Putra

 

More Pictures

 

Last modified on Friday, 15 May 2020 12:33
Login to post comments