100 Peserta Ikut Pelatihan Scoring Movie dari Kemenparekraf

15 October 2020

Pelatihan keahlian sering kita jumpai dalam organisasi.  Upaya pelatihan  dalam berbagai bidang profesi dilakukan dengan tujuan memberikan wawasan tentang seluk-beluk bidang tertentu, agar ilmu yang didapat bisa langsung dipraktekan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf)  melihat pentingnya kegiatan ini dilakukan.  

 

Karena itulah digelar kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi sumber daya manusia kreatif  khusus di bidang musik latar (scoring movie) agar dapat menghasilkan karya musik dan film yang lebih berdaya saing. 

"Kami terus mendorong para pelaku kreatif di tengah pandemi COVID-19, untuk tetap kreatif berkarya. Karena jika kita memiliki kreativitas dan inovasi kita tidak akan pernah habis untuk bisa tetap berkarya,” ujar Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Wisnu Bawa Tarunajaya saat pembukaan pelatihan daring “Simfoni” (Suara Sinema Film Scoring Anak Negeri), Senin (12/10/2020).

Wisnu Bawa menjelaskan, pelatihan Simfoni telah berlangsung sejak 10 September 2020 dan berakhir pada 11 Oktober 2020 diikuti 100 peserta dari subsektor film.

Pelatihan Simfoni tersebuat didampingi narasumber profesional, seperti komposer dan Tya Subiakto (Penata Musik Film), Agyl Shahriar (Sinematografer), Kenny Febrian (Komposer dan Pianis), Alvin Witarsa (Musisi Komposer dan Orkestra), Omar Aryarindra (Komposer dan Produser Musik), Philipus Yudistiro(Komposer dan Produser Musik.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengambangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Muh. Ricky Fauziyani menjelaskan, dalam pelatihan ini   "Para peserta diberikan materi tentang pengenalan musik film, pengetahuan digital audio workstation, komposisi musik, orkestrasi, produksi musik film, dan produksi film," ujarnya.

Ricky menjelaskan musik termasuk dalam subsektor prioritas. Bahkan pada rantai ekosistem, musik tidak berdiri sendiri sebagai subsektor utama melainkan sangat dibutuhkan dan memiliki keterkaitan dengan subsektor lain, salah satunya subsektor film. 

“Bayangkan saja, film tanpa musik, yang terjadi pesan dramatikal pada adegan film tersebut tidak sampai kepada penonton, dan film akan terasa hambar,” katanya.

Sementara itu, Tya Subiakto yang menjadi salah satu narasumber saat pelatihan Simfoni menjelaskan, pihaknya berbagi ilmu kepada calon-calon penata musik film dan memberikan beberapa materi.

"Ini akan menjadi hal yang paling indah dan menyenangkan untuk para calon penata musik film di Indonesia. Peserta juga bisa menghubungi narasumber secara langsung untuk memperoleh penjelasan yang lebih akurat," ujarnya. XPOSEINDONESIA Foto : Biro Komunikasi Kemenparekraf

 

More Pictures

 

 

 

 

 

Last modified on Friday, 16 October 2020 10:12
Login to post comments