FoodStrarup Indonesia 2020 Tetap Berjalan Secara Online.

29 April 2020

Di tengah  meruyaknya pendemi COVID-19, banyak sekali bisnis yang terdampak. Salah satu yang menerima imbasnya adalah sektor pariwisata, di mana di dalam pariwisata sendiri terdapat  banyak usaha turunan yang mendukung,  misalnya  usaha kuliner seperti restoran hingga suvenir atau oleh-oleh. 

Untuk mengantisipasi  hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berniat memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif  untuk mengembangkan model bisnis melalui platform untuk pengusaha rintisan (startup) subsektor kuliner yaitu lewat FoodStartup Indonesia (FSI) 2020 

Seperti diketahui, FSI 2020  adalah program kuliner untuk menyaring peserta dalam mengembangkan model bisnis kuliner hingga bertemu investor dan praktisi kuliner sudah dilaksanakan sejak tahun 2016. 

Khusus untuk tahun 2020,  FSI direncanakan  akan digelar di beberapa kota mulai 20-24 Juli 2020. 

Kemenparekraf sendiri sedang mempersiapkan beberapa program untuk membantu para pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner dengan tetap melaksanakan ajang FSI 2020

Hal ini terungkap, ketika Plt Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf Hanifah Makarim menggelar foodtalk instagram live dengan Ultra Marketing Officer Bonnie Susilo, Selasa (28/4/3030).

“Kami tetap melaksanakan program ini, di mana sebelumnya program ini akan berlangsung secara roadshow di beberapa kota, namun karena situasi seperti ini, kami tetap laksanakan secara online,” kata Hanifah Makarim.

Lebih lanjut Hanifah menyebut, “Kami ingin membantu para pelaku kuliner di tengah pandemi, sehingga bisa berkembang tidak hanya sebagai usaha mikro, tapi bisnis kuliner Indonesia yang menjadi tuan rumah di negeri sendiri bahkan hingga go internasional,” katanya.

Menurut Hanifah Makarim sambutan para pelaku kuliner juga masyarakat terhadap FSI 2020 terlihat sangat antusias, hal tersebut terbukti dari jumlah peserta yang mendaftar melebihi kuota yang disediakan. 

Kuota yang tersedia untuk 1000 peserta, namun pendaftaran yang dibuka secara umum sejak 20-28 April 2020 sudah menggalang 1300 nama dalam acara tersebut. 

Peserta memperoleh digital tools, berupa open acces online education untuk mengembangkan bisnisnya, seperti membentuk ekosistem, membuka akses fasilitas, dukungan pemerintah, serta akses pada sumber pembiayaan.  

“Setelah melewati sejumlah proses seleksi, nantinya akan ada 100 peserta terpilih yang berhak mengikuti kegiatan Demoday FSI 2020 pada Juli 2020, tanpa dipungut biaya,” katanya.  

Hanifah juga menjelaskan, terdapat beberapa program lainnya yaitu Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) yang sudah masuk ditahun ketiga. BIP sendiri akan diluncurkan pada minggu kedua atau ketiga Mei 2020. 

“BIP tahun ini diberikan untuk 5 sektor seperti fashion, kriya, animasi, video, dan pariwisata. Lalu BIP yang bersumber dari dana APBN bisa digunakan untuk modal kerja. Contoh modal kerja usaha kuliner bisa digunakan untuk membeli mesin oven yang besar, alat packing, hingga bahan baku juga bisa, intinya modal kerja yang terkait dengan bisnisnya,” katanya. XPOSEINDONESIA/Foto : Biro Komunikasi Kemenparekraf

More Pictures

 

 

Last modified on Friday, 01 May 2020 10:55
Login to post comments