Komunitas Diaspora Singapura dan Perancis Bagi-bagi  Sembako & Masker

21 April 2020

Komunitas diaspora  Singapura dan Perancis bersama Neisya dari Gerakan Memakai Masker (Gemas) untuk kedua kalinya dalam bulan April 2020 ini memberikan bantuan sembako kepada masyarakat di seputar Jakarta, Bogor, Bekasi dan Tangerang.

Sylvia Ratna Yudowati Jenkins dari  Komunitas diaspora  Singapura dan Perancis mengaku prihatin dengan dampak wabah Covid19, terutama yang menimpa kelompok masyarakat marginal dan pekerja harian di tanah air.

“Saya bersama keluarga di Inggris mengajak sahabat-sahabat diaspora dari Inggris, Abu Dhabi, Perancis, Singapura dan Indonesia untuk bergabung dengan Om Bens  Leo mencoba sedikit meringankan beban saudara saudara  kita di Jabodetabek dengan “berbagi” kebutuhan pokok,”  kata   Sylvia.

Lebih lanjut Slylvia berharap, “Walaupun yang kami berikan tidak seberapa jumlahnya, tetap semoga bermanfaat.  Itu merupakan bukti cinta kami yang jauh dari Indonesia  kepada saudara saudara  kami di tanah air, saya berjanji akan terus turut berjuang bagi Indonesia,” ungkap Sylvia

Sedangkan Djelantik “Atiek” R. Hartami & Darmono pendiri PT Griya Boga Mandiri yang bergerak di bisnis perkopian sejak 2018, dan produknya ada dalam kemasan sembako yang dibagikan menyebut, di masa sulit ini, mereka tergerak berbagi dengan harapan  agar mata rantai ekonomi penggiat kopi tetap berjalan.

“Dan mereka tetap bisa optimis,  bahwa biji kopi produksi petani kopi tetap tersalurkan, sementara teman-teman  roastery tetap bisa meroasting kopi, dan kami juga ingin menginspirasi kedai kopi lainnya untuk ikut berbagi kepada mereka yang lebih membutuhkan,” ujar Atiek

Masker Penting

Dalam paket  sembako dari Komunitas Abu Dhabi ini,  sengaja terdapat pula masker  dari Gemas yang diberikan sebagai bentuk solidaritas dalam memerangi pandemi virus Corona (Covid-19).

Pengamat Musik, Bens Leo  yang mewakili  Komunitas Abu Dhabi  di Jakarta saat  menyerahkan bantuan kepada  petugas pengangkut sampah di kawasan Cirendeu, Tangerang Selatan mengatakan, ia beserta para pemberi donasi, selain memberikan sembako merasa perlu memberikan bantuan  masker, sebagai upaya bergerak bersama dalam mencegah penularan virus Corona. 

“Kita wajib patuh mengikuti anjuran pemerintah menggunakan masker. Ini salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” kata Bens Leo, Rabu, (15/4/2020).

Sementara itu Nesya dari Gemas, mengatakan petugas pengangkut sampah,  juga  para _driver_ ojol,  merupakan orang-orang yang rentan terjangkit Covid-19, karena setiap hari  mereka berinteraksi dalam jarak dekat dengan banyak orang.

“Di sisi lain karena jenis pekerjaan dan kebutuhan perut, mereka tidak mungkin hanya  tinggal di rumah saja,”  ungkap Nesya

“Masker kain ini dapat dicuci dan dipakai berulang kali. Dan jangan lupa dicuci bersih sebelum dan sesudah dipakai setiap hari,” kata Bens sambil menyebut untuk mendapatkan masker kain gratis ini cukup  mengirikman pesan lewat whatsapp di nomor *0813-1920-0030* dan ikuti instruksi yang diberikan  termasuk Follow *IG @gemas.official*

“Dengan secara bersama-sama bersatu dan berdisiplin menggunakan masker, Indonesia pasti bisa melalui semua cobaan besar yang terngah melanda di seluruh dunia ini,”  pungkas Bens yang bersama rekan rekan dari xposeindonesia.com menyerahkan santunan  secara langsung  kepada  masyarakat, di antara mereka ada penjual kerupuk penyandang tuna netra, seorang bapak sepuh dengan kaki teramputasi, tukang kuli tanah, Ibu-Ibu  sepuh tanpa keluarga. XPOSEINDONESIA/NS Foto dok. Xpose

 

More Pictures

Last modified on Saturday, 16 May 2020 16:38
Login to post comments