Cuti Bersama Lebaran Digeser, Kemeparekraf Ajak Tetap Positif dan Semangat

14 April 2020

Pademi COVID 19 tersebar makin meluas, namun para pelaku industry, terutama  yang bergerak di sektor pariwisata,  diajak oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk tetap optimistis  dan bersemangat dalam merencanakan hari hari  ke depan.   

 

Hal ini erat berkaitan dengan perubahan cuti bersama 2020, yang  tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 391/2020, Nomor 02/2020 dan Nomor 02/2020 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri PANRB Nomor 728/2019, Nomor 213/2019, dan Nomor 01/2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020. 

Ketetapan dalam SKB antara lain menggeser cuti bersama Idulfitri 1441 H, yang semula ditetapkan 26 - 29 Mei 2020 digeser ke tanggal 28 - 31 Desember 2020; libur Hari Raya Idulfitri tetap pada 24-25 Mei 2020 serta tambahan cuti bersama pada hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 Oktober 2020.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, mengatakan pihaknya akan mempersiapkan rencana dan langkah dalam mendukung program yang menggeser cuti bersama Idulfitri 1441 H   dan menggantinya  di akhir tahun nanti. 

"Perubahan cuti bersama Idulfitri 2020, harus benar-benar diantisipasi. Masyarakat  disarankan untuk tidak bepergian atau mudik saat lebaran. Cuti bisa  diganti di akhir tahun. Fokus pemerintah di masa tanggap darurat ini adalah penanganan dan pencegahan penyebaran COVID, -19," kata Wishnutama di Jakarta, Senin (13/4/2020) 

Pergeseran libur bersama ke akhir tahun dilakukan dengan pertimbangan bahwa di akhir tahun Pandemi COVID-19 diperkirakan telah tertangani dengan baik. 

Selain itu, akhir tahun juga merupakan masa liburan sekolah dan memberikan waktu pada keluarga untuk memiliki waktu yang cukup dalam merencanakan liburan.

Hal itu sesuai dengan rencana Kemenparekraf/Baparekraf yang akan mengutamakan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dalam masa pemulihan (recovery) setelah pandemi COVID-19 dinyatakan selesai oleh pemerintah.

Wishnutama mengatakan, Kemenparekraf/Baparekraf akan menjalin kerja sama dengan industri/asosiasi serta masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan menyiapkan berbagai program yang dapat dimanfaatkan masyarakat di libur akhir tahun nanti. 

"Saya berharap, bergesernya liburan ke akhir tahun bersamaan dengan berakhirnya pandemi ini sehingga dapat membantu industri pariwisata yang terdampak untuk bangkit kembali," pungkas Wishnutama. XPOSEINDONESIA/Foto : Biro Komunikasi Kemenparekraf

More Pictures

Last modified on Tuesday, 14 April 2020 05:54
Login to post comments