Bunga Untuk Mira : Golden Ticket Mhyajo Masuk Panggung Teater Indonesia

23 December 2018

“Bunga Untuk Mira”  adalah teater pop musikal  dengan kisah yang diadaptasi dari legenda Bawang Merah dan Bawang Putih. Sang produser, sutradara, penulis skenario dan penata artistik, Mhyajo, memberi imajinasi baru, nan segar sekaligus menyentuh di atas  kisah yang melegenda itu.

 

Mhyajo mengimajinasikan Bawang Merah sebagai sebagai penari jazz kontemporer bernama Mira Margareta. Ia haus perhatian. Mira selalu ditemani manajer  bisnis  Bob (Johan Yanuar) dan dua dayang-dayang yang menangani kostum dan make up. Ia jatuh hati pada Andre Reihard (Daniel Adnan) Promotor Seni Pertunjukan.

Sementara Bawang Putih adalah  botanis  berhati lembut  bernama Puti Prabuwardhana, yang tengah menyiapkan produk kosmetika berbahan dasar bunga. Ia justru dicintai sejak lama oleh Andre.

Mira dan Puti digambarkan sebagai dua kutub pribadi berbeda. Mereka dipertemukan menjadi keluarga, karena Ibu Mira atau Ibu Suri (Maya Hasan) menikah dengan Ayah Puti yang kini sudah wafat.

Mira sangat ekstrovert dan penuh pesona dan menjadi kebanggan Ibu kandungnya, Ibu Suri. Sementara Puti si anak sambung pribadi introvert. Terlebih perannya di meja makan seperti selalu disisihkan Ibu Suri. Di meja makan, di selalu ditempatkan di  bagian ujung meja. Bagian tengah hanya untuk Ibu Suri, Mira dan rekan dekatnya.


Pertemuan Dua Kutub Kepribadian

Di atas panggung  Gedung Teater Jakarta, kisah Mira dan Puti  dipentaskan oleh 7evennote Production, digelar sepanjang dua hari  dari 22-23 Desember 2018.

Mhyajo berhasil mengarahkan dua pemeran utama wanita yang berseteru Mira (Shae) dan Puti  (Dea Panendra) menjadi pemain teater musical yang  memukau.  Keduanya bisa berakting, menari dan menyanyi dengan prima. 

Shae  harus disebut sebagai aktris baru berbakat  yang multitalented. Penyanyi ini mengaku belum pernah belajar menari sebelum dilibatkan dalam projek ini.  Namun ia mampu tampil lincah, tetap seksi dan menari dengan memukau. Ini tentu berkat gemblengan Ufa Sofura  sebagai penata tari dan gerak dalam  projek ini.


Musik, Kostum, Tata Cahaya = Memukau


Mhyajo sendiri membagi pentas dalam dua babak,  dengan 16 adegan.  Pada masing-masing adegan, terasa kerja kreatif Mundo Gascaro (yang menyiapkan musik latar dan lagu baru dengan sangat kental bermuatan jazz itu),  terdengar  sangat menguatkan jalan cerita. 

Pada adegan  5 di babak pertama misalnya, Mundo memperdengarkan musik latar  di atas meja makan, dengan bunyi sendok, garpu yang  berdenting menyentuh piring. Ini terdengar detail, cerdas, sekaligus  tetap terdengar indah.

“Bunga Untuk Mira”  juga  memperlihakan  ragam tampilan kostum  yang segar, fashionable  dan pas untuk tiap  karakter pemain. Semua itu  disiapkan Klenting Titis Wiyanti dengan detail.

Di atas segalanya, peran tata cahaya yang disiapkan  Iwan Hutapea harus dipujikan mampu menghidupkan dan memperindah setiap adegan. Ia tahu  persis dan  tidak berlebihan dalam menempatkan cahaya  untuk kondisi adegan  ‘dark’hard  ligh  maupun soft light.

Mhyajo menutup  pagelaran berdurasi 1 jam 30 menit dengan tak terduga. Ia memperlihatkan adegan ‘flash back’,  di mana Puti merencanakan adanya kematian. Puti ingin kembali menguasai meja makan di bagian tengah. Di mana selama ini, posisi itu dikuasai Ibu dan saudara tirinya. Dan Puti menggunakan bunga beracun kreasinya  sebagai alat untuk melenyapkan keduanya.

Projek tontonan berbayar  pertama  bagi Mhyajo ini,  sesungguhnya belum sempurna  seutuhnya.  Pada babak kedua, misalnya. Cerita bergerak terlalu lamban. Pertemuan Puti dan Andre  dalam taman bunga, di mana Puti meminta Andre menghentikan cintanya, kurang menimbulkan greget yang bikin hati penonton jadi ikut teriris. Namun, terselamatkan dengan munculnya karakter mang Dimang, tukang kebun  yang komikal. 

Kerja pertama Mhyajo untuk pentas teater musical in,i bakal menjadi pintu gerbang  baru bagi kerja kreatif berikutnya yang lebih cemerlang. Selamat Mhyajo …Golden Ticket sudah di tangan ya…XPOSEINDONESIA/NS Foto : Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Sunday, 23 December 2018 15:41
Login to post comments