Tujuh Negara Keluarkan Travel Advice

15 May 2018
Wisatawan berwisata di kawasan Pantai Kuta, Badung, Bali, Senin (14/52018). Sejumlah negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Hongkong, Singapura dan Australia menerbitkan imbauan perjalanan (travel advice) bagi warganya yang berada atau akan pergi ke wilayah Indonesia pascateror bom di sejumlah titik di Surabaya. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf Wisatawan berwisata di kawasan Pantai Kuta, Badung, Bali, Senin (14/52018). Sejumlah negara seperti Inggris, Amerika Serikat, Hongkong, Singapura dan Australia menerbitkan imbauan perjalanan (travel advice) bagi warganya yang berada atau akan pergi ke wilayah Indonesia pascateror bom di sejumlah titik di Surabaya. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Usai terjadinya rentetan peristiwa meledaknya bom di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018), sejumlah negara meluarkan travel advice. Dari Australia, misalnya.

 

Seperti yang termuat dalam situs resmi pemerintah Australia, Department of Foreign Affairs and Trade. "Warga Australia diingatkan akan resiko yang semakin meningkat dari serangan lebih lanjut menjelang dan selama Ramadhan (pertengahan Mei hingga pertengahan Juni 2018). Saran kami tidak berubah. Waspada dengan berbagai peringatan di daerah Indonesia, termasuk Bali.!

Kedutaan Amerika Serikat di Indonesia  juga meminta warga AS yang berada di daerah kejadian bom Surabaya untuk mencari tempat perlindungan, melakukan perencanaan keamanan, memperbarui informasi dari media lokal, dan waspada dengan lingkungan sekitar.

Menanggapi adanya travel advice tersebut, Menteri Pariwisata, Arief Yahya berharap travel advice dari negara-negara lainnya  untuk wisatawan mereka yang berlibur ke Indonesia tak terlalu berdampak kepada kondisi pariwisata Indonesia. “Kami harapkan tidak terlalu berdampak (pariwisata Indonesia) dan (kondisi keamanan) segera recovery," ujar Arief seusai jumpa pers Launching Calender of Event 2018 Aceh di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (14/5/2018).

Arief sendiri mengaku telah mengetahui ada negara-negara yang memperbaharui travel advice untuk warga negara mereka yang berlibur ke Indonesia, seperti Inggris, Australia, Amerika, Tiongkok, Hong Kong, Singapura, dan Irlandia

"Kami tahu beberapa negara mengeluarkan travel advice dan itu kami hargai. Kami sadar itu kewajiban untuk mengingatkan warganya yang datang ke Indonesia," ujar Arief.

Kemenpar memandang hal tersebut sebagai sebuah kewajiban negara untuk melindungi warganya yang berada di negara lain, dan itu bukan larangan berkunjung atau Travel Warning.

Sesungguhnya travel advice sendiri memang wajar dilakukan. Sebagai informasi pemerintah Indonesia pernah mengeluarkan Travel Advice untuk warga negara Indonesia di Perancis, ketika terjadi serangan teror Charlie Hebdo pada tahun 2015. XPOSEINDONESIA/NS ANTARA FOTO/Fikri Yusuf



Login to post comments