Satria Agrowisata, Cara Lain Menikmati Kopi di Bali

09 September 2018

Anda penikmat kopi dan tengah berlibur di Bali? Saran kami sempatkanlah untuk mengunjungi Satria Agrowisata yang berlokasi di Desa Basang Ambuh, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, Kintamani, Bali. Berada pada ketinggian  900 mdpl, temperatur dingin mencapai 23 derajat celcius dan karakteristik tanah yang cocok menjadikan kopi disini lebih unggul.

Bukan main nikmatnya menyeruput berbagai jenis kopi di tempat ini, karena pengunjung benar-benar di manja dengan udara sejuk dan keindahan alamnya yang luar biasa memikat. Berwisata ke sini, pengunjung akan di edukasi dengan berbagai macam informasi mengenai kopi.

Satria Agrowisata memang menjadikan Luwak Kopi sebagai produk primadona. Seperti yang diketahui sebelum dinikmati, Luwak kopi memang harus melalui proses yang seksama. Setelah di panen, maka biji kopi terlebih dahulu dicuci dengan air panas untuk  menghilangkan kotoran dan dijemur selama 3 hari. Hal ini dimaksudkan agar saat proses sangrai biji kopi tidak akan sulit dimasak.

Setelah itu biji kopi di sangrai selama 40 menit untuk ukuran 1 kilogram. Setelah matang maka biji kopi di tumbuk tanpa menggunakan mesin. Fungsinya adalah agar aroma khas nya keluar, berbeda dengan menggunakan mesin. Selanjutnya di saring hingga halus. Dalam proses sangrai, suhu harus di jaga antara  30-40 derajat celsius. 

“Proses sangrai harus dilakukan perlahan agar proses pematangan kopi bisa merata hingga ke dalam dan saat sangrai pemutaran harus dilakukan searah karena akan berpengaruh pada aroma dan rasa kopi itu sendiri,” terang Dewa Made Juliartawan, yang juga pengelola Satria Agrowisata .

Di tempat ini, selain Luwak kopi, anda juga dapat menemukan 2 jenis kopi lainnya seperti Arabika, dan Robusta. Untuk kopi Arabika memiliki 2 tipe yaitu Arabika Betina yang memiliki karakter biji kopi yang datar dan biji kecil. Sementara Arabika Jantan lebih tajam serta mempunyai kadar caffein lebih tinggi dan pekat serta biji kopi lebih besar. 

“Agak berbeda dengan kopi Luwak, yang memiliki kadar caffeine lebih rendah tapi memiliki protein lebih tinggi dan bagus buat kesehatan seperti kolesterol dan kanker”, tambah Juliartawan.

Satria Agrowisata kerap didatangi pengunjung mencapai 1.000 waisatawan perharinya. Malah akan tambah ramai sekitar 1.500 wisatawan pada bulan Juli, Agustus dan Desember yang di dominasi wisman Rusia, lalu Eropa, China, India dan wisatawan lokal. 

“Paling pas datang kesini pada saat bulan panen, karena bisa melihat proses pengambilan kopi hingga proses pemasakan kopi. Yaa, sekitar bulan Juni dan Desember,” ungkapnya.

Di Bali sendiri terdapat beragam jenis rasa kopi yang dihasilkan seperti Vanilla, Moka, Gingseng, dan rasa kopi Bali asli. Satu hal yang menjadi nilai tambah yang dapat kita jumpai di Satria Agrowisata ini adalah kebersihan dan sanitasi yang begitu sangat diperhatikan. Juga para SDM yang dengan sigap membantu pengunjung dengan segala informasi mengenai tempat ini. 

Sebelum meninggalkan Satria Agrowisata, pengunjung dapat berbelanja kopi produksi asli tempat ini sebagai oleh-oleh untuk keluarga ataupun sahabat. – XPOSE INDONESIA / AM – FOTO: Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Sunday, 09 September 2018 20:30
Login to post comments