Sukses Besar DCF Perlu Diulang & Diperbaiki.

13 August 2018


Dieng Culture Festival  (DCF) 2018  sukses digelar dari 3 - 5 Agustus 2018. Beragam jenis kegiatan yang digelar,  termasuk  adanya daya tarik fenomena suhu rendah yang membuat gumpalan es di Dieng (Bun Upas)  membuat penyelengaraan DCF dibanjiri lebih dari dari 150 ribu pengunjung.

 

Angka pengunjung ini terdata dari wisatawan yang membeli starterkit Dieng Culture Festival sebanyak 5.000 pengunjung. Starter kit itu berisi akses ke seluruh rangkaian acara Dieng Culture Festival. Mulai dari Jazz Atas Awan, pelepasan ribuan lampion, serta prosesi pemotongan rambut anak gimbal.

Budi Hermanto, selaku founder Jazz Atas Awan sekaligus relawan panitia DCF, mengatakan, jumlah 5.000 pengunjung tersebut merupakan total dari wisatawan pembeli paket starter kit DCF serta tamu undangan.

"Namun berdasarkan non starter kit, pengunjung  mencapai angka 195 ribu orang, terhitung dari jumlah motor dan mobil yang parkir di Dieng dan sekitarnya. Total ada 6.000 kendaraan roda empat, dan 15 ribu sepeda motor," Budi Hermanto.

Menurut perkiraaan panitia, total transaksi selama penyelenggaraan mencapai Rp 30 miliar. Dengan asumsi 60 ribu orang belanja dengan rata-rata Rp 500.000.  "Total pengunjung diperkirakan mencapai puncaknya di hari Sabtu 5 Agustus, yakni  sejumlah 200 ribu orang," kata Budi.

Sementara untuk wisatawan mancanegara, yang terdata datang dari sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Belanda, Prancis, Amerika Serikat, Selandia Baru dan Australia.

"Data ini yang dikelola oleh kawan-kawan biro travel wisata yang beli paket DCF. Di luar yang membeli paket DCF tidak terdata," ujarnya.

Di tengah sukses perolehan angka-angka tersebut panitia DCF menyadari memiliki beberapa kelemahan. Dan  berjanji akan melakukan perbaikan pada penyelenggaraan tahun depan. Terutama penyempurnaan dalam tata artistik venue, juga penyediaan toilet yang paling banyak dikeluhkan pengunjung,

Dalam soal toilet, Budi berjanji akan melakukan penyempurnaan. Sehingga wisatawan tidak lagi harus antre berjam-jam hanya untuk buang air kecil. "Kami juga akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten untuk penyediaan lahan parkir yang cukup," ungkapnya mengunci percakapan. XPOSEINDONESIA Foto : Ist

More Pictures

Last modified on Tuesday, 14 August 2018 07:44
Login to post comments