Festival Gandrung Sewu Banyuwangi Target 10.500 Wisatawan

11 October 2017

Ribuan wisatawan sengaja datang menyaksikan Festival Gandrung Sewu (FGS) yang berlangsung di pinggir Pantai Boom, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) Minggu (8/10).   FGS menampilkan daya tarik eksotik yang membuat banyak orang berdecak kagum. Salah satunya,  pertunjukan tarian Gandrung Sewu yang dilakukan 1.286 orang menari. Tarian massal ini  berlangsung  di pinggir pantai dengan latar belakangan panorama Selat Bali.

FGS selain sebagai atraksi wisata memikat puluhan ribu wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisman untuk datang ke Banyuwangi,  juga dijadikan sarana untuk pelestarian budaya.

Tari Gandrung Sewu  sendiri adalah tarian khas masyarakat Banyuwangi yang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah didaftarkan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda, dan diharapkan segera mendapat pengakuan seperti halnya tarian Bali. 

Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi menyebut, FGS menjadi salah satu festival budaya yang konsisten digelar. “Selain sebagai atraksi wisata, dengan event ini  Banyuwangi melakukan konsolidasi budaya dan meregenerasi pelaku seni. Kita buktikan bahwa festival menjadi instrumen ampuh untuk menumbukan kecintaan generasi muda pada seni-budaya,"  kata  Azwar Anas.

Azwar Anas menjelaskan, FGS yang dimulai sejak 2012  itu sebagai media untuk memupuk rasa cinta Tanah Air,  “Anak-anak muda akan memahami bahwa budaya Indonesia sangat beragam dan menjadi modal untuk membangun bangsa bukan menjadi  alasan sumber perpecahan,"  kata Anas.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, festival budaya menjadi salah satu unggulan pariwisata Indonesia dalam memenangkan persaingan di industri pariwisata tingkat global. “Unsur budaya (nature) memiliki porsi terbesar 60%, sedangkan alam (nature) 30% , dan buatan manusia  (manmade) 5%,” kata Arief Yahya.

Penyelenggaraan FGS pada 2017 mengangkat tema "Kembang Pepe"  juga menampilkan teatrikal , yang berkisah tentang perjuangan pahlawan Banyuwangi dalam melawan penjajah dengan bersiasat menggelar pertunjukan seni Barong dan Tari Gandrung untuk menjebak penjajah.
Perhelatan FGS 2017 diperkirakan mendatangkan lebih dari 10 ribu wisnus dan 500 wisman sebagian datang dari Bali untuk melanjutkan liburannya ke Banyuwangi yang memiliki obyek wisata budaya (culture), alam (nature) dan buatan manusia (manmade) kelas dunia.  XPOSEINDONESIA/NS Sumber Biro Hukum dan Komunikasi Publik)

Last modified on Wednesday, 11 October 2017 06:15
Login to post comments