Bukit Gebang : Spot Selfie Menantang di Bangka Selatan

07 August 2017

Lahirnya sebuah tempat wisata, bisa  atas inisiatif warga sekitar. Ini terbukti  muncul di Bukit Gebang yang terletak di Desa Nangka, Kecamatan Air Gegas, Bangka Selatan. Bukit Gebang berjarak 72 kilometer dari Kota Pangkal Pinang.

 

Sejak April 2017,  sekitar 40 anak muda  dari Komunitas Pemuda Bukit Gebang berinisiatif membangun beberapa rumah pohon dan dijadikan tempat wisata dengan spot foto asyik untuk berfoto keren. Pembangunan di atas lahan 10 hektar yang dulu dikelola PT Telkom  namun kini dibiarkan tak terpakai itu, dikelilingi  dengan beragam pohon Lada juga Durian.

Pembangunan tempat wisata secara swadaya  itu dilakukan  tanpa bantuan pemerintah. Para pemuda masing-masing bergotong royong dan patungan. “Ada yang mengirim paku, membeli papan dan mengerjakan rumah pohon secara gotong royong. Kemudian  mereka mengungguh foto-foto lokasi ke sosial media,” ungkap Kepala Desa Nangka, Sumantri kepada  XPOSEINDONESIA di Bukit Gebang, Bangka Selatan, baru-baru ini.

Hasinya  sungguh tak  terduga. Spot cantik berupa 5 rumah pohon, jembatan dan gapura  menarik minat  banyak orang untuk datang berkunjung.  Mereka darang dari berbagai daerah, Bangka Barat, Blinyu bahkan  juga dari Palembang. “Mereka ke sini  dengan menggunakan bus Pariwisata sampai 5 mobil. Pengunjung memang ramai  datang setiap hari. Tapi yang paling ramai  biasanya datang di  hari Jumat  sampai Minggu.  Jumlah mereka bisa  sampai 500 orang. Mereka datang  untuk duduk duduk  dan berfoto di rumah pohon!” ungkap  Sumantri lagi.

Tapi, untuk mencapai rumah pohon, dari kaki bukit pengunjung harus melakukan perjalanan sejauh 400 meter, dengan kondisi bukit curam dengan kemiringan hampir 90 derajat..

Bagi yang merasa kesehatan tidak prima atau untuk para lansia yang tidak bisa berjalan di tengah medan berat, bisa menggunakan fasilitas ojek. Tarifnya murah, antara Rp5 ribu sampai Rp10 ribu. “Sebenarnya, tidak ada patokan harga khusus. Semua biaya disini diperlakukan secara sukarela. Termasuk tarif parkir,” ujar  Sumantri lagi. Bahkan Sumantri  menyebut, “Buat yang tidak punya uang boleh menumpang ojek secara gratis!”

Perjalanan yang menguji kekuatan fisik ini, akan  terbayar dengan pemandangan menakjubkan dari hijaunya  Desa Nangka. Jika mata memandang ke arah utara, akan terlihat indahnya Pulau Mentawai. "Di sepanjang kaki bukit itu ada perkebunan lada dan sawit. Ada juga Bukit Merah, Bukit Nenek  dan Bukit Muruk di arah Barat," kata Sumantri.

Selain menikmati pemandangan indah, di sini lah bisa ditemukan  spot-spot  menarik untuk dijadikan background memotret. Buat yang khawatir dengan ketinggian, sebaiknya berpikir ulang  untuk naik ke sini. "Pertama kali, Komunitas Pemuda  Bukit Gebang membangun rumah pohon. Kemudian tanda 'I Love U', jembatan, dan gapura," jelas Sumantri.

Sumantri masih berharap,  objek wisata ini  yang baru empat bulan beroperasi ini segera bisa mendapat bantuan  dari pemerintah Provinsi dan Kabupaten. “Selama ini  pembangunan dan perawatan hanya  didapat dari uang masuk dan parkir yang jumlahnya tidak menentu. Tempat ini memang belum dikelola dengan baik, bahkan untuk pengamanan (pada rumah pohon),  juga belum ada alat yang canggih. Kalau mau beli dapat dana dari mana?" ujar Sumatri.

Sumantri berharap ada bantuan dari dinas Pariwisata Propinsi dan  Kabupaten. “Setidaknya bisa untuk membantu pembuatan jalan aspal hot mix. Kita juga ingin membangun mushoila dan toilet. Karena toilet yang ada sekarang kan masih milik Telkom!” ujar Sumantri. XPOSEINDONESIA/NS Laporan & Foto Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Monday, 07 August 2017 09:43
Login to post comments