Bangka Bergegas Mengejar Belitung

04 August 2017
Tatanan geografis batu-batu di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. FOTO :XPOSEINDONESIA/Dudut Suhendra Putra Tatanan geografis batu-batu di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. FOTO :XPOSEINDONESIA/Dudut Suhendra Putra

Dulu popularitas Kepulauan Bangka Belitung mencuat karena menghasilkan Timah. Kemudian di era 90 an khusus pulau Belitung makin terkenal ketika film “Laskar Pelangi”  dibuat dan sukses diluncurkan. Namun, sayangnya, banyak orang awam menyangka Bangka Belitung itu sebuah nama daerah. Padahal Bangka dan Belitung,  jelas jelas dua pulau yang berbeda.

 

Pulau Bangka sendiri memiliki luas 2.950,68 km²  yang terbagi dalam lima kabupaten yakni Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Pangkal Pinang. Sementara Belitung mencapai 4.800 km² atau 480.010 ha yang terbagi menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Belitung, beribukota di Tanjung Pandan, dan Belitung Timur, beribukota Manggar.

Dalam hal Pariwisata, posisi nama Belitung lebih di depan ketimbang Bangka. Ini bisa terjadi karena  beberapa infrastuktur dan tempat wisata sudah lebih rapih dikelola ketimbang di Bangka. Pemandian alam yang natural, geopark,  wisata Tubing, Jungle Treking,  dan  daya tarik lokasi syuting film  "Laskar Pelangi" plus mercu suara Pulau Lengkuas menjadi daya tarik utama untuk Belitung.

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah, menyadari  perbedaan mencolok antara Bangka dan Belitung. Di tengah acara Toboali City on Fire season 2, kepada sejumlah wartawan dari Jakarta  yang sedang menjalani Famtrip Explore Babel 2017, Abdul Fatah menyebut  kenyataan itu. “Lihat saja dari jumlah kunjungan wisatawan yang masuk, memang lebih banyak ke Belitung. Ini tidak bisa kita biarkan, kami menginginkan ada keseimbangan antara Pulau Belitung,” katanya.

Beragam strategi disusun untuk  membangun ketertinggalan pariwisata Bangka  “Salah satunya dengan membangkitkan geopark. Dari tim geopark dalam waktu dekat akan masuk ke Bangka dan melihat tatanan geografis batu-batu di Pulau Bangka," ungkap Abdul Fatah  sambil menyebut Bangka Tengah dan Bangka Barat sudah anthusias dalam hal pendirian kawasan geopark ini

Dengan membangun wisata geopark, Fatah berharap akan meningkatkan jumlah wisatawan yang masuk ke Pulau Bangka.  “Bangka sebetulnya juga memiliki beragam binatang langka, seperti Kus Kus dan Trenggiling.  Kita memiliki hutan mangrove juga dan hewan langka. Di luar itu juga ada marine park. Wisata Bahari bisa kita kemas dengan baik  sebagai daya tarik Pariwisata!” kata Abdul Fatah.

Untuk mewujudkan semua itu, Abdul Fatah menyebut sarana transportasi juga akan mendapat perhatian khusus, agar masyarakat  mudah dalam mengakses masuk ke kedua pulau ini baik lewat laut udara maupun darat.

“Sudah ada kesepakatan  antara Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan provinsi Sumatra Selatan untuk bisa membangun jembatan yang langsung ke Bangka. Ini sudah dibicarakan sampai tingkat Menteri Perhubungan. Tinggal menunggu program strategis di tingkat nasional!” XPOSEINDONESIA/NS Laporan dan Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Friday, 04 August 2017 00:56
Login to post comments