Indonesia masuk Top 20 Negara dengan Pertumbuhan Pariwisata Tercepat di Dunia

18 July 2017

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  mengaku  tengah bersemangat mendorong beragam pihak  untuk bisa bekerja sama  dalam meningkatkan peran rest area di seluruh area di Jawa Tengah.  

 "Rest area bisa difungsikan bukan hanya jadi tempat berhenti kendaraan, tapi bisa dikreasikan dengan lebih menarik, baik dari sisi lanscape dan arsitektur untuk dijadikan kawasan pariwisata. Saya sedang mencoba melakukan pendekatan  agar  minimal 25-30 persen  tempat  dialokasikan  untuk  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sehingga ada produk unggulan yang bisa pula ditampilkan di sana.” ujar Ganjar dalam peluncuran  Borobudur International Festival (BIF)  di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin malam (17/7).

Dalam pandangan Ganjar di setiap  tempat, bisa jadi lokasi pariwisata yang menarik, asal bisa mengkreasikannya dengan  baik. Contohnya, jalan tol keluar Salatiga memiliki pemandangan luar biasa. “Banyak orang datang dan berhenti untuk sekedar melakukan selfie, Mereka bisa  menjual Gunung Merbabu yang memiliki pemandangan seperti Swiss, padahal  itu di pinggir Salatiga,” kata Ganjar

Sementara itu, Menteri Pariwisata  Arief Yahya menyebut Peraturan Presiden tentang Badan Otorita  Pariwisata Borobudur sudah ditandatangani dan diundangkan oleh Presiden.  “Lusa akan ada rapat koordinasi tentang  Borobudur yang diadakan di Prambanan. Akan ada rapat koordinasi  sekaligus peluncuran secara resmi  Badan Otorita Pariwisata Borobudur."

Menurut Menteri “Borobudur adalah salah satu dari tiga tempat yang mendapat support World Bank. Kita dapat loan sebesar 200 juta US dolar. Dan kita harapkan tahun ini akan selesai. Dan brending yang akan kita pilih adalah Mahakarya Budaya!”

Lebih jauh Menpar mengingatkan  bahwa pariwisata itu border less, tidak mengenal  batas administrasi. “Saya memandang Jawa Tengah dan Yogja jadi satu, dalam  hal ini JogloSemar (Jogja, Solo, Semarang) dengan  menggunakan Icon Borobudur.

Dalam kesempatan yang sama Arief Yahya   menyebut Indonesia telah masuk dalam Top 20 negara di dunia dengan pertumbuhan pariwisata tercepat.  “The Fastest Growing  Tourism Industry  in The World,’  katanya. “Di Asean posisi kita sama dengan Vietnam. Saya ingin mengatakan kepada teman-teman di Jawa Tengah, ayo kita bangun  Jawa Tengah, yang sudah diakui dunia!”

Menpar mengingatkan master plan untuk pariwisata  di Jawa Tengah  sendiri sudah selesai dirancang dengan titik fokus pada Borobudur, Solo  Sanghira, Karimun  Jawa dan Dieng.   “Jadi, kalau kita membangun  Borobudur tidak bisa sendirian. Kita  harus bangun keeempat kawasan  strategis pariwisata nasional yang ada di Jawa Tengah.”  

Khusus untuk Karimun Jawa,  Menpar menyebut fokus pariwisata akan berkisar untuk wisata bahari di mana pelabuhan  Tanjung Mas, bisa dilabuhi Cruises, air port juga akan dibangun di kawasan tersebut. “Jadi para wisatawan akan mudah mengakses  Karimun Jawa!”

Arief Yahya  juga mengingatkan tentang agenda Indonesia dan ASEAN yang tengah menuju single destination. Menteri menyebut hal itu akan menguntungkan pariwisata Indonesia. “Jadi kita harus sadar, bahwa  kita tidak lagi bersaing antar negara, tetapi bersaing dengan Uni Eropa, China juga North Amerika!” 

Menurut Menteri, jika ASEAN sudah mendeklarasikan  diri sebagai single destination, di dalam Indonesia sendiri juga harus benar-benar  bisa mempromosikan tema yang sama. Seperti Joglo Semar (Jogja, Solo Semarang) . “Kita harus kompak dan  jangan bersaing antar provinsi dan antar kota. Karena ini akan melemahkan kita sendiri!” XPOSEINDONESIA/NS Foto Dudut Suhendra Putra

 More Pictures

                                                        

 

 

 

 

Last modified on Friday, 21 July 2017 07:48
Login to post comments