Meningkatkan Kunjungan Wisatawan, Aceh Gelar Festival Rapa'i Internasional

05 August 2016

Upaya mempromosikan Aceh dengan segala Pesona Alam, budaya daerah, keunikan sejarah masa lalunya dan kesenian yang beraneka ragam, menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi daerah ini, menjadi tujuan wisata di Indonesia.

Aceh terus saja melakukan berbagai upaya pengembangan dan promosi pariwisata. Berbagai kegiatan diselenggarakan dalam usaha mempromosikan keistimewaan yang dimiliki Aceh tersebut. Salah satunya dengan menyelenggarakan Aceh International Rapa’i Festival yang digelar pada 26 – 30 Agustus mendatang.

Festival ini diyakini akan menjadi salah satu promosi untuk Aceh. Kegiatan ini diharapkan mendukung Aceh sebagai salah satu daerah unggulan tujuan wisata di kawasan paling barat Republik Indonesia. Wisatawan yang berkunjung diharapkan merasakan suasana tradisi orang Aceh dalam mengenal rapa’i yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik secara filosofis maupun kultural.

Dalam kegiatan ini nantinya, suguhan alat musik tradisional perkusi Aceh berupa rapa’i, seperti rapa’i Pasee, rapa’i Daboih, rapa’i Geurimpheng, rapa’i Pulot, dan rapa’i Gelengakan menyemarakkan suasana. Nantinya akan ditampilkan rapa’i Uroh Deng (Pasee), rapa’i Uroh Duk, rapa’i Grimpheng, rapa’i Geleng, Perkusi Gendang Melayu Tamiang, Seni Nandong Simeulu, dan ragam seni tradisi lainnya.  Selain ditampilkan pula alat musik perkusi etnik dari provinsi lain dan juga dari mancanegara yang pastinya akan menjadi tontonan menarik.

Peserta yang sudah memastikan diri akan berpartisipasi pada kegiatan ini adalah dari China, Thailand, Malaysia, Jepang, dan Iran. Sedangkan dari dalam negeri adalah peserta dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Makassar, dan Surabaya.

Semakin lengkap dengan diadakannya seminar dan coaching clinic yang dipandu langsung oleh musisi dan perkusian ternama diantaranya adalah Gilang Ramadhan, Steve Thornton, dan Daood Debu.

Pemerintah Aceh mengharapkan kegiatan ini mampu menghidupkan aura Aceh. Kesan religius yang selama ini melekat hendaknya semakin mantap agar ke depan Aceh menjadi daerah tujuan wisata halal yang benar-benar bebas dari pengaruh budaya asing. Tentunya dibutuhkan dukungan semua pihak untuk menjaga dan melestarikan seni budaya Aceh agar hal tersebut bisa tercapai.

Perlunya beberapa komponen utama untuk menjadi perhatian dlam rangka menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan menikmati keindahan wisata alam dan budaya Aceh secara tepat sasaran baik kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam sambutannya banyak memuji kemajuan pariwisata di daerah Aceh. Sedikit banyak, Arief mengingatkan kepada destinasi wisata daerah lainnya, bahwa Aceh kini lebih tampak menonjol, karena lebih siap. “Budaya semakin dilestarikan, akan semakin mensejahterakan sebuah daerah. Selama ini juga sudah terbukti kalau wisman takjub dengan tarian saman.”/ XPOSE INDONESIA – AM Foto: Dudut Suhendra Putra

More Pictures

 

More Pictures

Last modified on Wednesday, 10 August 2016 11:14
Login to post comments