AMI Awards 2018 Dengan tagline #SatuMusik Indonesia

01 September 2018

Melihat deret nominee AMI Awards 2018 yang resmi diumumkan oleh Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI), penyelengaraa AMI Awards, menandai kian membaiknya sistem ‘pendaftaran karya lagu melalui online’ dan kian menipisnya pembedaan istilah  karya musik mainsream versus sidestream atau lagu yang beredar dalam ranah major label dan indie.

Data YAMI, AMI Awards 2017 terdaftar hanya 1071, dan tahun ini, Panitia AMI Awards 2018 yakni AMI Awards  ke 21 menerima 1917 lagu yang layak masuk dalam diskusi Team Kategorisasi yang mulai bekerja sepanjang 3 hari dimulain tanggal 3 Agustus 2018 yang lalu.

Kian menipisnya batasan antara ‘musik indie dan mainstrem dari major label’ itu menjadikan kian banyaknya musisi Indonesia yang layak masuk penilaian awal Kategorisasi Musik yang mengantarnya ke deret Nominasi.

Peran Major Label Berkurang

Catatan paling menarik adalah, kian menipisnya peran major label dalam mengantar artisnya masuk ‘penjurian awal’ AMI Awards, setidaknya dari pengumuman para nominee yang yang dirilis Panitia AMI Awards 2018, tanggal 30 Agustus yang lalu.

Beberapan artis major label yang masuk nominasi antara lain NOAH (Musica Studio’s), Siti Badriah dan Wali (Nagaswara), Nayaka (Warner Music), Marion Jola (Universal),  atau Isyana Saraswati dan Ardhito Pramono (Sony MusicEntertaiment), sebagian besar tersebar pada label indie, termasuk label rekaman penampung musisi indie, Demajors.

Dari deret musisi penyanyi Indonesia yang berkiprah di dunia Internasional yang masih diijinkan dinilai untuk merebut AMI Awards adalah, munculnya Joey Alexander lewat lagu ‘Moments Notice’ pada Kategori Artis Jazz Instrumentalia, antaralain bersaing dengan Indra Lesmana (‘Mystical Glow’), Barry Likumahuwa (‘SHRTU) dan Krakatau Reunion (‘Prthvi Mata) dan  Agnes Mo (Long As I Get Paid) dari Kategori Artis Pria/Wanita R&B antaralain bersaing dengan Dira Sugandi (‘Malaikat Kecilku’), Isyana Saraswati (‘Winter Song’ ) dan Tera Sumendra (‘I Did It’).

Seperti kita tahu Joey Alexander dan Agnes Mo belakangan banyak menetap di Amerika, memproduksi karya musiknya juga di Amerika. Joey Alexander di bawah ‘Motema Music; (khusus label rekaman independen untuk musik jazz dan world music di Amerika) sedang Agnes Mo berada di bawah ‘Amada Records’ label di bawah Capitol Music Group, Amerika.

Sejauh yang kita tahu, pada awarding musik di Indonesia, proteksi terhadap  100% karya musisi Indonesia atau setidaknya ada peran musisi Indonesia itulah yang berhak dinilai Dewan Juri, atau Team Kategorisasi.

Di era BASF Awards, masuknya Sheila Madjid sebagai nomine BASF Awards 1997 (kemudian menjadi Penerima Trophy  BASF Awards dan berhak mengikuti trip ke Eropa dan Brazil), karena di dalam album dengan lagu hits ‘Antara Anyer dan Jakarta’ serta ‘Sinaran’ saat itu,  didalamnya ada peran Erwin Gutawa, musisi Indonesia.

Beberapa Yang Menarik

Karena persaingan yang ketat di genre musik pop, Panitia sejak awal memang memberi prioritas menderetkan Penyanyi Pop mendapat kesempatan merebut trophy Penyanyi Pop Pria dan Wanita, hal itu tidak berlaku pada Penyanyi Genre Musik lain, seperti R&B, Dangdut, Penyanyi Anak dan Penyanyi genre musik lainnya, yang entrynya dianggap kecil Penyanyi Pria dan Wanita ‘diadu’.

Untuk Kategori Penyanyi Anak den Pencipta Lagu Anak, munculnya nama  Saga Omar Nagata (6 tahun)– putera Anji sebagai nomine Penyanyi Anak dan pencipta Lagu Anak cukup menarik, semoga peran Anji hanya sebatas membuat aransemen lagu.

Sedikit masukan, sebelum nomine AMI Awards 2018 ini didistribusikan pada ‘juri akhir AMI Awards 2018’ yakni ‘Anggota Swara’ yakni kelompok Team Penliai yang jumlahnya tak lebih 300 orang dari kalangan Praktisi Musik, Produser, dan mereka yang sejak awal dipilih sebagai Anggota Swara AMI Awards,  nama Sound Engineer (dalam deret nominee disebut Tim Produksi Suara), khusus buat album/ lagu ‘Lagu Untukmu’ Raisa, hendaknya ditulis nama sound engineernya, bukan nama perusahaan/studio, Brotherland Studio dan Mabes Music.

Tak kalah menarik adalah, munculnya 3 Katregori baru pada AMI Awards 2018, yakni untuk Kategori Lirik Lagu Religi Islami yang dipisah dengan Kategori Lirik lagu Kristiani, juga Kategori Rearrangemen atau Aransemen Baru untuk lagu lama yang telah beredar.

Satu yang harus ditunggu adalah, mekanisme penilaian akhir yang harus mematuhi kaidah fairness. Jika para Anggota Swara tidak diberikan referensi yang benar tentang lagu-lagu yang masuk nomine, maupun Artistik tautannya, seperti Kategori Perancang Grafis (yang harus melihat disain grafis album rekamannya yang asli), yakni mengirim CD para nominasi AMI Awards 2018, maka bisa diduga, Penerima AMI Awards 2018 akan didominasi oleh nama-nama yang terlanjur kondang seperti NOAH, Agnes Mo, Joey Alexander, Indra Lesmana, Krakatau Reunion, Raisa, atau Via Vallen dan Siti Badriah dari dangdut.

Mari kita tunggu pergelaran AMI Awards 2018, tanggal 26 September 2018, jayalah musik Indonesia. XPOSEINDONESIA- Bens Leo Foto : Ist

More Pictures

Last modified on Sunday, 02 September 2018 13:35
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...