Buku Baru : Ekspresi Ferry Kangen Chrisye

04 April 2017

Bukan rahasia lagi, jika Ferry Mursyidan Baldan merupakan penggemar Chrisye yang militan. Untuk terus  “menghidupkan” Chrisye, ia mengajak  sejumlah teman mendirikan Komunitas Kangen Chrisye (#K2C), dan rutin menyelengarakan pertemuan di tiap tanggal Chrisye lahir maupun wafat, Ia juga telah merilis dua buku. Buku pertama berjudul ‘Chrisye ‘Kesan di Mata Media, Sahabat dan Fans dirilis tahun  2012, bertepatan dengan lima tahun Chrisye wafat. Kini di tahun 2017,  Ferry menerbitkan buku baru berjudul  “10 Tahun Setelah Chrisye Pergi : Ekspresi Kangen Penggemar’.

 

Untuk merampungkan penerbitan buku “10 Tahun Setelah Chrisye Pergi : Ekspresi Kangen Penggemar’, Ferry dibantu Nini Sunny (Manajer Produksi), Indrawan Ibonk (Photografer ) Dudut Suhendra Putra  (Kurator Foto), Muhamad Ihsan (Pengumpul Data Internet) dan Morenk Beladro (Design Grafis). Khusus untuk judul buku, dipilih secara bersama dan Ferry terinspirasi dari single "After the Love Has Gone" yang menjadi lagu single hits  milik Earth, Wind & Fire di tahun 1979. "Kalimat dalam bahasa Inggris  terkesan indah,  kita coba acak dalam bahasa Indonesia, akhirnya ketemu seperti itu!" ujar Ferry.

Menurut Nini Sunny,  buku ‘10 Tahun Setelah Chrisye Pergi : Ekspresi Kangen Penggemar’ adalah sebuah buku yang unik dan sangat personal yang dirancang oleh seorang penggemar.  Isinya bukan tentang biografi Chrisye.  “Bang Ferry menginginkan isi buku memuat tulisan media tentang Chrisye sepanjang  10 tahun setelah ia wafat , tulisan itu harus sudah pernah tercetak baik via koran maupun media online. Ini jadi semacam  kliping  yang kita bukukan. Agar tampilan menarik, kami mengajak Morenk untuk mendisain  buku agar tampil lebih menarik, dan tidak terlihat sekadar tempel kliping.”

Nini menyetujui usul Ferry tentang isi buku, dengan pertimbangan, sang tokoh Idola sudah wafat,  dan pernah pula menerbitkan dua buah buku biografi  yang sangat terkenal. “Jika kami menerbitkan isi buku dalam format biografi, sifatnya bisa jadi pengulangan materi. Terlebih nara sumbernya sangat mungkin adalah juga orang yang sama seperti dalam buku biografi almarhum!”

Isi buku ini ‘10 Tahun Setelah Chrisye Pergi : Ekspresi Kangen Penggemar’ kemudian terbagi menjadi tiga Bab. Bab Pertama  memuat kliping berita yang dikumpulkan Ferry persis ketika Chrisye wafat. “Pada pada saat Chrisye wafat pada tahun 2007,  saya membuat kliping berita dari seluruh   media yang memuat pemberitaan tentang Chrisye wafat! Saya ingin kliping itu menjadi bagian  dari buku ini”,” ujar Ferry yang lahir 16 Juni 1961 itu.

Pada Bab Dua,  Ferry mencoba memetakan apa yang terjadi sepanjang 10 tahun setelah Chrisye wafat. Ide ini dilihat Nini cemerlang. “Karena dalam industri hiburan Indonesia, ternyata  nama Chrisye  masih terus laku ‘dijual’, baik untuk pementasan live,  rekaman bahkan film atas namanya  juga akan dirilis akhir tahun ini!” ujar Nini.

Khusus dalam Bab Ketiga, Ferry dengan tegas dan tidak ingin dibatah  mengingkinkan isi bab ini dari menyalin isi buku yang pernah diterbitkannya pada tahun 2012, yakni Chrisye Kesan di Mata Media, Sahabat  dan  Fans.  “Jadi buku yang kita terbitkan pada tahun 2012 tidak terpisah dengan buku terbitan tahun 2017!”

Untuk pembuatan cover buku, Nini menginginkan Ferry muncul di cover berdampingan dengan foto Chrisye. Foto Chrisye sendiri dipinjam dari koleksi foto Firdaus Fadlil yang kini disimpan Musica Studio. Kata Nini, “Entah bagaimana caranya. Pokoknya, Bang Ferry harus ada di cover! Karena judul buku  merujuk kata Ekspresi Kangen Penggemar. Masak penggemarnya nggak muncul di cover?” Nini berargumen.  Ferry awalnya tidak terlalu setuju usul itu. Nini dan Tim buku tidak lelah melobi,  sampai di minggu ke 16 proses pengerjaan buku dan mendekati waktu tengat,  Nini dan Tim Buku tetap ngotot dengan idenya, dan akhirnya Ferry luluh juga.

Adalah Dudut Suhendra Putra  yang pertama mengajukan ide  memotret  Ferry dari balik kaca  berdampingan dengan foto Chrisye.   Indrawan Ibonk kemudian mengeksekusi ide ini dengan cemerlang. Pemotretan yang berlangsung di restoran Patio di Jakarta Selatan itu memperlihatkan  Ferry berdiri berdampingan dengan foto Chrisye dengan posisi sedang memegang mikerophone.

Namun belakangan ketika akan cover sudah di desain, Ferry merasa kurang pas dengan foto Chrisye, ia minta foto itu diganti dengan foto yang sedang menunduk  dan memainkan piano. “Memang kesannya lebih touchy foto yang baru ini,” kata Morenk yang melakukan olah digital  pada foto tersebut.

Ferry mengaku, apa yang dilakukannya lewat berbagai cara juga termasuk lewat buku sepanjang 348 halaman ini,  sesungguhnya tidak sedang ingin mengkultuskan Chrisye. “Namun, kami merasa 'tidak  rela'  jika Chrisye hilang begitu saja ditelan perjalanan waktu. Kami ingin berbicara, bahwa Bangsa ini perlu menghargai dan menghormati seorang musisi, meski dia sudah tidak ada lagi bersama kita.

Mulai 10 April 2017, buku yang digagas Ferry Mursyidan  Baldan berjudul ‘10 Tahun Setelah Chrisye Pergi : Ekspresi Kangen Penggemar’, dan diproduksi eksklusif bakal dijual di seluruh Toko Buku Gramedia  yang tersebar di kota besar di Indonesia dengan harga jual Rp 175.000,- XPOSEINDONESIA. Teks dan Foto #K2C  Muhamad Ihsan, Indrawan Ibonk, Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Tuesday, 04 April 2017 08:36
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...