Chaseiro 40 Tahun : Canangkan Regenerasi dari Generasi Milennials

30 October 2018

Chaseiro merayakan perjalanan karer musik mereka yang memasuki usia 40 tahun, dengan menggelar konser bertajuk Dunia di Batas Senja di Balai Kartini Minggu malam, 28 Oktober 2018. Pentas ini dirancang oleh event organizer Kaharsa yang menggandeng  Creative IX sebagai penyelenggara.

 

Pertunjukan dibuka dengan medley lagu daerah  Bubuy Bulan, Cente Manis, dan Apuse.  Dari atas panggung, Rizali Indrakesuma menyebut ada alasan tersendiri, mereka membuka panggung dengan membawakan lagu tersebut.

"Karena sewaktu kami memulai (grup ini), kami menyanyikan lagu-lagu daerah, sebelum (membawakan) lagu-lagu pop.  Jadi kami kembali ke 40 tahun lalu," ujar Rizali di atas panggung Nusa Dua Theater.

Melengkapi penampilan yang bernuansa kuat Indonesia, Rizali  bersama lima personel lainnya,  Candra Darusman, Aswin Sastrowardoyo, Edi Hudioro,  Irwan B. Indrakesuma, Omen Norman Sonisontani mengenakan pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia. Mulai dari Bali, Timor, Toraja, Lombok, Kalimantan, hingga Papua. Ada  nuansa warna merah menyolok pada ornament kedaerahan yang dikenakan, berpadu kemeja putih.

"Kostum ini simbol keberagaman Indonesia," kata Rizali di tengah konferensi pres sebelum konser.

Lagu Pemuda yang Melegenda

Penggunaan baju adat di awal pemunculan sekaligus bertepatan untuk memperingati Sumpah Pemuda yang diusung dalam konser. Selain merayakan ultah ke 40, pentas ini memang didedikasikan untuk memperingati 80 tahun lahirnya Sumpah Pemuda.

Seperti diketahui, Chaseiro memang lekat dengan peringatan Sumpah Pemuda.  Terlebih,  satu lagu karya Candra  Darusman bertajuk 'Pemuda'  yang dirilis  pada 1979,  dan direkam dalam album pertama  Chaseiro, hingga kini masih menjadi lagu yang hits dan kerap dinyanyikan  di tiap bulan Sumpah Pemuda. 

Lagu "Pemuda"  juga dinobatkan sebagai salah satu dari "150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa" oleh majalah Rolling Stone. Sejatinya, suatu hari nanti, lagu 'Pemuda'  sangat memenuhi kriteria untuk masuk sebagai lagu resmi nasional.

Sesuai dengan tema Sumpa Pemuda, untuk pementasan kali ini, Chaseiro memilih lagu karya mereka juga lagu pencipta lain dengan tema yang  relevan dengan kepemudaan, kebangsaan dan semangat persatuan.

“Karena itu pula pentas ini diberi judul Konser Dunia di Batas Senja: Chaseiro Bersama Sang Pemuda. Kami merayakan semangat kolaborasi dalam keberagaman yang telah menjadi nafas Chaseiro sejak terbentuk,” kata Omen.

Semangat Junjung Keberagaman

Mengamati sisi tema lagu yang dipilih, terasa betul apa yang  disuarakan Chaseiro sejak  40 tahun lalu, masih tetap relevan dengan kondisi hari ini, terlebih di tengah suasana politik Indonesia menuju Pemilu 2019.

Pilihan tema lagu tentang kebangsaan, keberagamaan dan menghormati adanya perbedaan,  sekaligus membuktikan,  bahwa lagu yang enak  tidak melulu isinya wajib berkisah tentang cinta  dua anak manusia.   Simak pada lagu ‘Jati Diri’ yang disuarakan Vina Panduwinata, misalnya.

Dari atas panggung Vina,  menyebut lagu ‘Jati Diri’ lahir di tangan Candra Darusman setelah ia terkenal sebagai penyanyi dan mengeluh tidak punya  privacy lagi.

"Akhirnya Candra bilang 'Oke, Vin. Saya bakal buatkan lagu yang bercerita tentang kamu dan teman-teman yang seringkali tidak punya privasi'. Jadilah 'Jati Diri'," tambah Vina.

Kemampuan  Chaseiro, terutama lagi Candra Darusman dalam membuat lagu, memang   terhitung langka. Terutama dalam hal menggubah lagu dengan tema lirik  “berat”,  namun  terdengar ringan juga tetap indah dilagukan. Sedikit pencipta yang menghasilkan lagu semacam itu di industri musik Indonesia.

Total ada 17 lagu yang tersaji malam itu. Selain Vina Panduwinata, muncul pula Elfa’s Singers, Otti Jamalus diiringi kelompok musisi muda Rishanda and The Rising.  Di samping itu,  tampil pula projek spesial Chaseiro All Star dengan menghadirkan beberapa penyanyi pria muka baru.

Mereka adalah Adikara Fardy, Albert Fakdawer, Ardhito Pramono, Kafin Sulthan, Rafi Sudirman, Vadie Akbar serta  Rega Dauna (harmonica), yang membawakan lagu 'Irama Hidup' dan 'Ceria' karya Candra Darusman. 

Kekompakan bernyanyi di tengah kualitas vocal yang  memang prima,   membuat penampilan  penyanyi  muda ini mendapat sambutan hangat penonton.  “Project ini bisa kita teruskan, ya?!,” ungkap Candra  kepada Xposeindonesia usai manggung, di tengah permintaan banyak fans untuk foto bersama.

Jika benar projek spesial Chaseiro All Star ini ingin diteruskan,  Candra Darusman dan kawan-kawan perlu secara serius memilih partner kerja kawakan yang ahli dalam menyiapkan budget, menyusun angka-angka, memilih tempat pertunjukan, sekaligus menghitung secara cermat ke arah mana tiket layak didistribusikan. Mengingat pasar penonton Chaseiro All Star pasti akan sangat berbeda dengan Chaseiro.

Pekerjaaan itu, juga terasa jauh lebih kompleks dari sekedar mengkonsep susunan lagu yang bakal dibawakan dan memanggungkannya. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Tuesday, 30 October 2018 18:42
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...