SCJ 2018 : Jazz on The Train Jaladara

08 October 2018

Solo City Jazz (SCJ) 2018  hari ke dua, Minggu, 30 September 2018 berjalan jadi kenangan tak terlupakan.  Tiga  nama top dari ibukota yang diundang panitia,  Jubing Kristanto, Margie Segers, dan Ermy Kullit  sampai di stasiun kereta Purwosari,   terlambat 2 menit. Sementara kereta uap Jaladara sudah melaju meninggalkan  stasiun.

 

“Lha, kok  kereta sudah jalan. Kan artisnya masih di sini!” kata Ketua Pelaksana SCJ, Wenny Purwanti. “Kereta tidak  bisa menunggu Bu. Kereta berjalan sesuai jadwal!” ucap beberapa orang berseragam dari PT KAI.

Akhirnya diputuskan secara cepat, untuk memburu kereta api. Dengan apa? Lari?  Mana mungkin  kereta terkejar.
“Naik becak saja!” Akhirnya berlarianlah, para artis tadi, beserta beberapa wartawan  juga panitia, menuju kereta api yang diisntruksikan  kepala stasiun untuk berhenti di depan sebuah bank.

Kereta Jaladara atau sepur khlutuk Jaladara yang akan digunakan sebagai “panggung” dari pentas SCJ  kali ini adalah kereta api wisata yang dijalankan dengan lokomotif uap C1218, dan beroperasi di jalur kereta api dari  Stasiun Purwosari hingga Bundaran Gladak, Solo. Kereta ini hanya beroperasi di hari  Minggu di tengah acara Car Free Day.

Jaladara berjalan pelan di atas rel  yang bersisian dengan Jalan Slamet Riyadi. Ini merupakan jalan utama di tengah kota Solo. menembus keramaian masyarakat yang tengah berolah raga dalam suasana CFD

Ketika kereta bisa diburu, ketiga seniman sepakat ditempatkan dalam sebuah gerbong yang di dalamnya sudah lebih dulu dipenuhi tamu undangan khusus juga para wartawan dari Solo. Sementara artis yang diminta menghibur, tampil maksimal tanpa menggunakan sound system.

Sejumlah lagu, seperti “Naik Kereta Api”, “Love”, (dipopulerkan oleh Nat King Cole, era 60-an) terdengar beradu dengan bisingnya suara kereta uap. Penampilan mereka terdengar sempurna dengan iringan petikan gitar Jubing Kristianto.

Sejumlah  tamu yang menumpang dalam kereta, mendadak  berebut  tempat dengan wartawan.  Terutama  saat  ikutan mengambil video dan foto. Ini memang peristiwa langka, wartawan yang bertugas resmi, bersaing dengan undangan yang merasa perlu membuat  dokumentasi pribadi.

Sepur Jaladara kemudian berhenti di Plaza Sriwedari. Margie, Ermy, dan Jubing menyapa masyarakat, yang tengah menikmati CFD. Dari pintu kereta yang terbuka, ketiganya menghibur masyarakat dengan tiga lagu.

Kereta kemudian melaju lagi menuju pertigaan Ngarsopuro. Di sana, ketiganya turun dan membuka panggung yang telah disiapkan panitia. Mereka bernyanyi bersama penonton di panggung sederhana tanpa tenda.  Dengan lagu jazzy  yang pernah dipopulerkan Ermy Kullit seperti “Kasih”. Dan Margie menyuarakan hitsnya bertajuk "Semua Bisa Bilang" yang merupakan lagu karya The Mercys.

Usai manggung di atas Jaladara, Jubing, menyebut penampilan hari itu memberi pengalaman bermusik yang menyenangkan. “Apalagi sepanjang perjalanan,  ribuan masyarakat yang sedang berolahraga, ramah menyapa, meski  hanya sekadar melambaikan tangan. Rasanya kayak manggung di tengah-tengah pesta. Seumur-umur baru sekarang saya manggung di atas kereta,” kata Jubing. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Muhamad Ihsan- Indrawan Ibonk

More Pictures

Last modified on Tuesday, 09 October 2018 13:16
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...