Hari Pertama SCJ 2018: Kegembiraan di Depan Pasar Tradisonal

08 October 2018

Solo City Jazz (SCJ) ke 9,  yang berlangsung   dua hari ( 29 dan 30 September 2018) menampilkan tempat pertunjukan jazz yang berbeda.

 

Ketua Pelaksana SCJ, Wenny Purwanti,  mengatakan jika biasanya jazz ditampilkan  di ruang hotel atau panggung terbuka di lingkungan mahasiswa,  “Tahun ini SCJ kembali ditampilkan di lingkungan pasar rakyat, yakni di Pasar Gede Solo juga di atas kereta api Jaladara,”  ungkapnya di Solo, 29 September. “Selain memilih tempat-tempat unik, SCJ menampilkan penyanyi legendaris jazz dari ibukota!”

Khusus di Pasar Gede, panggung dibuka sejak petang. Dan  Jl. Urip Sumoharjo ruas Pasar Gede Solo ditutup selama kurang lebih enam jam, mulai  dari pukul 18.00 - 00.00 WIB.

Dan di saat itulah, panggung menampilkan  sejumlah musisi Solo antara lain The Rangers, Soloensis feat  Stevy (Yogya), Pilipe, sementara dari Ibu kota diterbangkan gitaris Jubing Kristanto, dengan penyanyi legendaris  Margie Seger dan Ermy Kullit

Suasana pagelaran jazz yang digelar di Pasar Gede  terasa menyenangkan. Ratusan penonton dan tamu undangan kehormatan duduk di bangku futura, yang disediakan menghadap pada pasar, yang memiliki design bangunan bergaya Belanda – Jawa tersebut.

Sementara  ratusan penonton lainnnya duduk bersila  di depan panggung atau menyebar. Ada yang menonton dari jendela resto  di lantai dua seberang Pasar Gede. Banyak juga yang menggelar tikar, sambil minum wedangan jahe, berbaur dengan pihak keamanan yang berjaga.

Jazz sendiri dimainkan dalam ragam bentuk. Dari musisi kota Solo,  jazz terdengar dikemas dalam sentuhan pop juga rock. Ini kemungkinan untuk mendekat  jazz dengan selera penonton berusia milenial.

Sementara  dari musisi ibukota, jazz yang ditampilkan Jubing dalam instrumental gitar klasiknya  yang terdengar  cair sekaligus tenang dan menyenangkan.

Jubing yang mendapat julukan gitaris fingerstyle Indonesia itu memainkan  lagu “Bengawan Solo” gubahan Gesang  dengan dinamis, tanpa meninggalkan identitas aslinya.

Setelah itu, ia memainkan “Gugur Bunga”,  “Getuk” (lagu Campur Sari)  dan theme “Misson Imposible” yang  terkenal dengan tune –nya yang cathy. Jubing  menutup panggung dengan lagu ‘Kopi Dangdut’.

Panggung di pasar gede, ditutup dengan penampilan Margie Segers dan Ermy Kullit  menyuarakan lagu hits mereka  membuka nostalgia yang popular di era 80-an. XPOSEINDONESIA/NS Foto Muhamad Ihsan & Indrawan Ibonk

More Pictures

Last modified on Tuesday, 09 October 2018 13:19
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...