Jelang Rilis Album Mahandini, Budjana Tour ke 5 Kota

06 September 2018

Desember 2018 nanti, Dewa Budjana akan merilis album solo ke-10 miliknya bertajuk Mahandini. Menyiapkan konser tunggal bertitel Samuccaya, Produser LemmondID  lebih dulu gelar tour Budjana di 5 kota.

 


Orisinalitas dengan Fretless Guitar

Membicarakan eksistensi gitaris Dewa Budjana, maka kita harus bicara tentang ambisinya untuk mempertahankan orisinalitas karya, “Saya gak bisa memainkan karya orang lain, sejak tampil awal di event penting, seperti Light Music Contest, saya juga memainkan lagu karya sendiri, dengan fretless guitar yang saya pesan dari pengrajin gitar kota Malang, almarhum Pak Salam,“ ujar Budjana pada press conference di LemmoindID (5/9).

Pada Yamaha Light Music Contest (LMC)1984, melalui band Squirrel asal Surabaya, gitaris Dewa Budjana memang tampil beda. Bunyi gitarnya bening, seperti air jernih yang mengalir indah. “Jika kebiasaan band peserta LMC mainin lagu orang, terutama musisi Eropa atau Amerika, Squirrel berani mati bawain lagu ciptaan saya, ‘Nusa Damai’. Genre musiknya mungkin jadi beda, sudah ke komtemporer lah, eksperimen aja,“ ujar Budjana.

Lagu ‘Nusa Damai’ akhirnya masuk pada album solo perdana Budjana yang dirilis Chicco & Ira Production tahun 1997. Squirrel menang  juara pertama dari Komperisi Band besutan Yamaha ini, setahun kemudian juara LMC Indonesia  dikirim ke Yamaha International Light Music Contest, Tokyo.

Saat Squirrel tampil di LMC 1984, Budjana baru satu tahun lulus SMA 2 Surabaya, usianya baru seputar 19 tahun. Ia bermain dengan temannya satu almamater, Iwan Malik (drums), Ari Ayunir (perkusi), Andi (bass),  Wawan (keyboards) dan satu-satunya pemain non SMA 2 adalah  Jacky Musri ( piano).

Mencatat kembali karier Dewa Budjana menjadi penting, karena berkaitan dengan lahirnya orisinalitas karya lagu Budjana dalam 10 albumnya, termasuk album Mahandini yang akan dirilis label LemmondID dengan Eksekutif Produser Lemmy Ibrahim, Desember nanti.

Kolaborasi dengan Musisi Internasional

Mahandini adalah judul album tergres Budjana. Maha adalah besar, dahsyat dan luar biasa, Nandini bermakna ‘kendaraan’, “Album Mahandini bermakna kendaraan yang agung, seperti agungnya para musisi yang mendukung album ini, saya belajar banyak dari cara bekerja mereka, “ kata Budjana lagi.

Mahandini digarap di LA, Amerika melibatkan musisi dunia, Jordan Rudess (keyboards dari Dream Theater), John Prusciante  (gitaris, ex gitaris Red Hot Chili Peppers), Marco Minneman (drums, pernah mendukung rekaman album Joe Stariani, Steven Wilson), Mohini Dey (bassist, teman main gitaris Steve Vai ), Mike Stern (gitar) dan penyanyi tamu Soimah Pancawati dari Indonesia. Satu kolaborasi yang fantastik dari musisi dan penyanyi yang dahsyat, komentar Jimmy Haslip.

Bisa dibayangkan besaran cost produk di Mahandini, namun dari sisi ‘logika’  kualitas dan orisinalitas karya, keterlibatan musisi kondang dari dunia Internasional, membuktikan tentang kemampuan berkarya Budjana. Karena itu, kecuali akan bertengger di konten digital, Mahandini jiuga akan dirilis dalam format CD dan vinyl  (piringan hitam) oleh LemmondID, “Biar bagaimana pun juga, memutar piringan hitam terdengar lebih jernih suaranya. Dan Mahandini Budjana harus dirilis jiga dalam bentuk vinyl,“ ujar Lemmy Ibrahim. 

Tour 5 Kota Pilihan

Menjambut rilis album Mahandini, LemmondID menyiapkan konser tunggal Budjana berjudul Samuccaya, dan pada bulan September ini, Dewa Budjana menyiapkan diri tour 5 kota, dengan judul Samuccaya Roadshow to Mahandini. Lima kota pilihan itu adalah Purwokerto (12 September), Cirebon (13/9), Yogya (18/9 ), Semarang (20/9) dan Solo digelar tanggal 25 September. Di empat kota pertama, Budjana dan bandnya akan memainkan semua lagu instrumental, tapi khusus di Solo akan ada penyanyi tamu, Sruti Respati yang akan membawakan 2 lagu karya Budjana.

Kecuali ada liputan televisi dan wartawan, konser Samuccaya Roadshow to Mahandini  juga akan tayang secara streaming dengan kualitas tata suara dan tata lampu yang terjaga.

Di depan wartawan, Dewa Budjana  tampil mempresentasikan 2 lagu ciptaannya bersama musisi pendukung konser, Marhin Siahaan (keyboards), Shandu Rasjidi (bas), Demas Narawangsa (drums), dan pemain suling serba bisa, Saatsyah. Pianis Irsa Dewstiwi tidak dapat hadir di presentasi karya Budajana itu.

“Materi album Mahandini menunjukkan kedewasaan bermusik Budjana, saya cukup ribet mengikuti melodi lagu karyanya,” komentar Saat, pemain flute yang biasa membuat suling sendiri, antaralain dari paralon. Saat adalah salah satu musisi yang selalu “dibawa’ dalam konser dan rekaman Budjana. Dari 2 lagu tersebut, kian jelas wilayah bermain Budjana. Bisa masuk ke ranah fusion jazz juga progressive rock. XposeIndonesia Bens Leo, Foto Muhamad Ihsan
 
More Pictures

Last modified on Thursday, 06 September 2018 14:54
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...