Kencan dengan Candra Darusman di Malam Gembira

10 February 2018

Dalam catatan sejarah musik Indonesia, Candra Nazarudin Darusman disematkan sebagai musisi dan penulis lagu hits yang namanya harum dengan karya-karya lagu yang bagus.  Sejak 40 tahun  lalu, ia sudah membuktikan itu.

Ia pernah bergabung sebagai keyboardis  yang kreatif menyetor lagu untuk kelompok Chaseiro dan kelompok jazz Karimata. Di samping itu, Candra secara solo pernah membuktikan bisa jadi penyanyi dan penulis lagu yang tertuang dalam dua album ‘Indahnya Sepi’  (1981) dan ‘Kekaguman’ (1983). Bahkan, Candra juga punya  lagu yang ditulisnya khusus untuk Chicha Koeswoyo, Grace Simon, Jean Pattikawa, Ruth Sahanaya dan puluhan nama lain.

Dan sebagian besar karya-karya terbaik Candra dipanggungkan kembali dalam pagelaran “Malam Gembira Pesta Dara dan Pemuda”. Sekedar mengingatkan, kata Dara dan Pemuda  diambil juga dari judul lagu karya Candra.

Adalah Swara Gembira event organizer dari kelompok anak millennial yang mencetuskan ide pergelaran ini. Mereka mengundang penyanyi jaman now untuk melagukan ulang karya karya Candra Darusman tersebut. Sebuah ide dan semangat yang patut diacungi jempol.  Terlebih, Swara Gembira bisa mengumpulkan ratusan penonton untuk berbagi keriaan dengan lagu-lagu  dari jaman lalu.

Mereka   mengemas panggung dan  memunculkan penyanyi  top  masa kini  seperti Danilla Riyadi, Fauzan Lubis, Mundo Gascaro,  HIVI (Ezra Mandira, Ilham Aditama, Febrian Nindyo, Nadhia Aleda), Rishanda Singgih , Iga Massardi, Bina Vokalia Pranajaya dan sejumlah penyanyi senior  yang beberapa di antaranya punya image kuat dalam karya Candra, antara lain Chicha Koeswoyo, Grace Simon,  Jeane Pattikawa, Fariz RM, Ruth Sahanaya, Chaseiro dan  Andiensyah.

Lebih dari 500  penonton (dengan rentang usia berkisar dari 30-60 tahun)  hadir  sejak senja di Empirica, kawasan Sudirman Central Business Distrik, 9/2/2018. Konsep pertunjukan sengaja dibangun merujuk judul acara, yang mengesankan sebuah pesta di malam gembira. Suasana sengaja dibuat temaram dengan sesekali spotlight terlihat diarahkan ke arena penonton yang diposisikan berdiri. Langsung terasa, pesta ini memang cocok ditujukan untuk para dara dan pemuda.

Meski sayangnya, jumlah penonton penggemar Candra juga datang dari kalangan usia 50 tahun ke atas yang beberapa di antaranya sudah memasuki fase kakek dan nenek. Dan penonton perempuan datang mengenakan alas kaki bertapak tinggi. Bisa dibayangkan, keluhan yang muncul, karena berdiri terlalu lama dan membuat betis jadi tegang. Di luar itu, sound system yang terdengar kurang prima juga menjadi keluhan yang sangat umum  malam itu.

Sesungguhnya, ini bukan satu-satunya keluhan penonton, terutama penonton dari generasi Candra. Ketika panggung berbunyi, bermunculanlah penyanyi muda yang dengan sangat pede, langsung memamerkan suara tanpa memperkenalkan diri. Ini membuat penonton bertanya-tanya tentang siapa sesungguhnya mereka. 

Bahkan ketika penyanyi setenar Mundo Gascaro, Danilla Riyadi, Iga Massardi dan Puti Citara muncul, kesemua itu tidak bisa utuh mencuri perhatian dan telinga fans Candra. Apalagi, para penyanyi  itu kadang terdengar tak hafal lirik, dan lebih  sering melihat ke lantai panggung  untuk membaca barisan lirik yang digeletakkan di sana. Akibatnya, sudah asing dari wajah dan nama, makin terasa jauh  karena  tak bisa membangun  interaksi dengan fans Candra yang terlanjur cinta mati dengan lagu versi asli.  Para penyanyi menampilkan nyanyian cinta  yang berbeda dari harapan. Ini seperti sebuah kencan, dengan membawa beban luka, karena rindu tak terobati sempurna.

Sebagai “pemilik” pesta malam itu, Candra Darusman memuji penyelenggara juga penonton. Usai bernyanyi bersama Fariz RM,  ia berujar; “Ini malam yang luar biasa buat saya. Lagu lagu tadi dibawakan lebih bagus dari aslinya. Kepada semua penyanyi pendukung, saya ucapkan terima kasih! Dan buat penonton, Anda adalah tuan rumah musik yang luar biasa. Terima kasih.  Sebenarnya di tengah derasnya musik asing yang bagus, Andalah benteng-benteng tegaknya musik Indonesia. Terima kasih OI, Swara Gembira!” kata Candra bersemangat.

Candra juga sempat menyampaikan pesan, untuk terus menjaga keberagaman “Kehidupan  di luar sana sangat keras dengan tantangan yang banyak sekali. Lagu lagu yang  dibawakan malam ini sudah diciptakan sejak 40 tahun lalu dan sangat beragam. Itulah  kita. Maka, jangan tinggalkan keragaman. Melalui seni, mari kita selamatkan negeri ini. Setuju?!”

Candra kemudian mengajak rekannya dalam Chaseiro untuk menyanyi lagu 'Pemuda', dan menutup panggung dengan lagu 'Kekagumanku'.
Pada sesi penutup,  mendadak penonton melihat sebuah kejanggalan.  Karena di tengah kerumunan pengisi acara di atas panggung, terlihat seorang perempuan berbaju merah ikut menyanyi dengan sangat atraktif juga mendominasi, lantaran ia berdiri paling depan dan  memegang mikerophone. Padahal, sepanjang panggung berjalan malam ini, ia sama sekali tak muncul, bahkan namanya tak ada dalam list penghibur.  

Lagu penutup, sejatinya adalah sebuah penghormatan khusus dari pengisi acara untuk  penonton. Itu hak utuh pengisi acara.  ‘Pesta Dara dan Pemuda’ dirancang sebagai sebuah panggung khusus, bukan live show ala kafe, di mana siapapun bisa menyerobot naik dan ikut bernyanyi. Meskipun, sang penyerobot berstatus penyanyi sekalipun. Ini adalah etika. 

Etika tersebut sebaiknya bisa dijaga. Bukan hanya oleh si penyerobot, tapi juga petugas panggung yang menjaga alur pertunjukan. Jadi,  tak perlu ada alasan yang menyebut,  karena terbawa suasana pesta Dara dan Pemuda, maka  si penyerobot merasa boleh punya hak untuk ikut naik panggung! Please deh ah… kenapa nggak cari panggung lain. XPOSEINDONESIA/NS Foto Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Wednesday, 14 February 2018 00:52
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...