Bob Tutupoly Gagap Kenali Penonton Synchronize Festival 2017

07 October 2017

Synchronize Festival 2017 membuktikan dirinya mampu menjadi event berkelas yang berbeda dari kebanyakan,  ketika  penyanyi legendaris, Bob Tutupoly  (77 tahun) bersama  musisi jazz Shadow Puppets tampil di hari pertama di panggung Forest Stage Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Jumat, 6 Oktober 2017.

Pentas  yang diberi tajuk ‘Shadows Puppets meets Bob Tutupoly’   ini memainkan musik jazz di tengah sajian musik  yang terdengar ingar bingar. Pentas ini  sekaligus membuktikan industry panggung  hari ini masih “punya hati” dan  menyediakan  kesempatan bagi musisi lintas generasi juga lintas genre.

Seperti diketahui, Bob sebagai entertainer kawakan, memulai karir rekaman di tahun 1965 atau 52 tahun lalu. Ia  terkenal dengan lagu "Lidah Tak Bertulang", "Tiada Maaf Bagimu", "Tinggi Gunung Seribu Janji". 

Khusus untuk penampilan di Synchronize Festival,  Bob tidak membawakan lagu hitsnya melainkan membawakan lagu yang dipopulerkan penyanyi lain dari era yang sama.  Seperti 'Bujang Dara' (dipopulerkan Sam Saimun),  'Kopral Jono' (diciptakan Ismail Marzuki),  'Nurlela' (popular disuarakan Bing Slamet).  Dan lagu ‘Di Bawah Sinar Bulan Purnama’ (popular dibawakan dalam versi Keroncong oleh Chrisye dan Sundari Soekotjo)

Bob sendiri terlihat santai meski  berulang kali “gagap” mengenali usia  penonton di depannya ”Selamat malam Bapak. Ibu-Ibu. Aduh sebetulnya (manggilnya) adik-adik ya! Saya kayak orang Jawa banget. Manggil yang muda dengan sebutan Dek. Padahal tidak ada hubungan keluarga” katanya mentertawakan diri sendiri di depan penontonnya  yang memang rata-rata  berusia 20-30 tahunan.”

Dan seperti biasa, mungkin karena factor usia, Bob kadang lupa dengan bait lirik  dari lagu yang dinyanyikan,  Khusus pada lagu 'Nurlela' yang digubah menjadi jazz yang sangat “lezat” itu,  Bob mengaku tidak terlalu hafal liriknya, sehingga butuh contekan.

Bob menaklukkan situasi canggung itu  dengan mengaku; ”Ini sebuah lagu  yang terpaksa saya harus mengintip. Ceritanya tentang gadis berbama Nurlela.” ujar pria berdarah Ambon yang lahir di Surabaya, 13 November 1939.

Di belakang panggung, Bob  mengaku memang hanya sempat latihan dua kali untuk bersekutu dengan Shadow Puppets . “Saya juga baru mendengar nama band ini  ketika  ditawari manggung. Namun kata banyak orang ini band bagus,” ungkap Bob yang sengaja diminta menyanyikan  Indonesia Song Book, lagu-lagu popular yang usianya sudah 50 tahun. “Bahasa liriknya jaman dulu lain dengan sekarang. Baku banget. Jadi saya  terpaksa bawa contekan lirik!

Sebelum membiarkan panggung sepenuhnya memancarkan pesona seorang Bob Tutupoly, para personel Shadow Puppets ( Irsa Destiwi  (piano) dan Robert MR (guitar)  terlebih dulu membuka panggung dengan lagu ‘Bujang Dara’ (dipopulerkan Sam Saimun) dan ‘Siapa Namanya” (Ost film Tiga Dara).

Festival music  multi-genre tahunan khusus untuk memperlihatkan kekuatan musisi dalam negeri yang diberi nama  Synchronize Festival  ini, menutup pentas dengan nama-nama besar seperti Efek Rumah Kaca, Superman Is Dead, D'Essentials of Groove, dan Tipe-X. XPOSEINDONESIA/NS. Laporan dan Foto : Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Saturday, 07 October 2017 07:24
Login to post comments

Music

July 13, 2013 0

Andi Auriec Menunggu Berkah ‘Sampai Mati’

Jika sekali waktu Anda berkunjung ke  Ancol Beach City...
July 27, 2013 0

Metalica Live in Jakarta

Metallica, akan manggung di Jakarta pada Minggu, 25...
July 27, 2013 0

“Best Song Ever” dari One Direction

Superstar global, One Direction merilis single terbaru...
July 29, 2013 0

Alicia Keys Manggung di Jakarta

Alicia Keys terkenal di dunia musik sebagai pelantun...