Anna Mariana Menggebrak Surabaya dengan Tenun & Songket Bali

25 November 2016

Atas undangan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi), Pemerintah Jawa Timur  & NTT (Nusa Tenggara Timur),  Anna Mariana SH, MBA, perancang Tenun dan Songket khas Bali  diberi kepercayaan mengelar kolaburasi fashion dan talks show tentang Tenun dan Songket di arena IBT Expo 2016,  pada hari Rabu, 23 November 2016 di Garden Palace Hotel.

 

Dalam sesi talks Show,  Anna  Mariana  yang sudah bergelut sepanjang 30 tahun ini sebagai designer Tenun dan songket itu mencoba berbagi informasi untuk menambah wawasan para undangan lewat makalah pendeknya, berjudul “Memperkenalkan Tenun dan Songket Bali”. 

Kain songket dan tenun Bali menurut Anna mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri. “Semakin dipandang, bisa membius  pemerhati dan pecintanya. Kenapa demikian?  Karena seseorang yang mengenakan songket dan tenun Bali, tidak hanya memancarkan aura yang baik, tetapi juga terlihat elegan dan mempesona,” ujar Anna/

Selain itu, menurut Anna kain tenun dan songket Bali mempunyai nilai jual tinggi. Semakin lama disimpan dengan perawatan yang baik dan benar,  maka  kain tenun akan menjadi barang langka, dan  dikemudian hari  akan mempunyai nilai seni dan sejarah yang tinggi. 

“Ini terjadi lantaran pembuatan kain tenun memang  masih tradisional dengan cara manual  ditenun atau istilahnya handmade. Untuk menghasilkan tenun atau songket Bali dengan tingkat keunikan dan berkualitas tinggi,  diperlukan keuletan, kesabaran dan proses pengerjaan yang memakan waktu lama.

“Oleh karena itu tidak mengherankan jika kain songket Bali memiliki harga yang cukup  mahal  bahkan cenderung fantastis,”  ungkap Anna sambil menjelaskan rancangannya kini banyak digunakan selenbritis,  seperti Iis Sugianto dan Hetty Koes Endang, terutama dalam acara Golden Memori maupun acara Dangdut  Academia Asia Live  di Indosiar

Menurut Anna, setiap motif dari kain tenun dan songket Bali, memiliki warna dan simbol-simbol, yang di dalamnya mempunyai filosofi dan makna berbeda-beda.  Bukan hanya itu, kombinasi yang terdapat dalam tiap hasil tenun, memiliki makna yang dapat menujukan karakter bahkan  status sosial si pemakainya.

Anna mengambil contoh, ada  motif kain tenun tertentu yang dikhususkan untuk anak gadis yang belum menikah, “Misalnya motif Motif Kembar Mayang dan Bunga Melati,  yang merupakan penggabungan antara Jawa dan Bali!”

Khusus untuk  motif Kembang Melati dan Setaman Melayang Indah, yang berupa penggabungan motif corak dan warna bunga melati dan kembang setaman ini bermakna keindahan, kesucian dan keagungan. “Pada masyarakat Bali, kain songket  motif ini digunakan untuk upacara adat,  seperti acara potong gigi dan upacara adat lamaran.”

Anna datang ke Surabaya bukan hanya berbagi ilmu tentang songket, juga  untuk menghibur dengan fashion show karya-karyanya berupa dress pesta maupun untuk acara formal. Ia memberangkatkan 16 peragawai (juga penyanyi )  untuk memeragakan kain dan tenun songket hasil karyanya dalam pementasan kolaburasi antara Fashion Dance, Tari, dan Nyanyi.

Anna mempercayakan pelaksanaan show itu pada Koreofrafer dan Art Director handal Ati Ganda “Hari ini kami tampil semarak bersama dengan Studio 26  Dance Company, mengiringi peragawati ibukota  era 80an yang sangat kondang seperti  Chitra  dan Nana Krit!

Ati Ganda sendiri menyusun 12 lagu  untuk menjadi bagian dari fashion show, maupun fashion dance. “Ini pertunjukan memikat dan jarang ditemui. Mengingat kain kreasi Anna  Mariana sangat berwarna, menarik juga langka! Kita harus bisa memelihara kebudayaaan asli Indonesia yang seperti ini,”  ujar Ati Ganda

Pementasan kolaburasi talk show, fashion show,  fashion dance  dan nyanyi itu terasa meriah dan hidup.Terlebih Eka sebagai penyanyi pria  satu-satunya hari itu mampu menghidupkan suasana. Ia bahan mampu menggerakan undangan yang hadir bersama para penjaga stand untuk turun berdansa massal.  

Indonesia Bagian Timur (IBT) Expo 2016  sendiri mengangkat tema “When East Java meets East Of Indonesia” diselenggarakan dari 21-27 November 2016 di Garden Palace Hotel, Surabaya. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra & Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Friday, 25 November 2016 06:24
Login to post comments