Ade Fitrie : Dari Seni Peran Melompat ke Desain Baju Malam

20 August 2015


Putih mulus, langsing, hidung mancung, mata indah dan dagu terbelah, tak bisa dipungkiri Ade Fitrie (30 tahun) memang terlihat sebagai perempuan seksi. Terlebih dengan rambut kecoklatannya yang tergerai melewati bahu, ia terlihat seperti dewi yang sempurna.

 

Dengan modal ini pula, dunia seni peran lebih terbuka menerima dirinya. “Ngak tahu kenapa,  peran yang diberikan  pada saya, selalu sama. Sebagai cewek seksi dan penggoda,” ungkap pemain sinetron Raden Kian Santang di Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2015).

"Kemarin ditawarin main film layar lebar hantu-hantuan dan harus casting lagi," ucap Ade Fitrie lagi,  "Kalau main film seperti itu artinya peran aku harus buka-bukaan, dan aku nggak mau terus-terusan tampil seperti itu di film," tuturnya.

Kesadaran untuk tampil  lebih “berisi” membuat Ade berpikir ulang  untuk tetap terus berkarir di seni peran. “Saat ini, aku ingin break. Bukan meninggalkan seni peran, tapi saya  mencoba fokus dalam bisnis. Kecil-kecilan aja sih!” ucapnya dengan tergelak  renyah.

Ada dua kegiatan bisnis yang  digelutinya. Pertama, membesarkan event organizer  (EO) yang sudah  dibentuknya sejak jaman kuliah di tahun 2000.   EO ini bergerak untuk beragam kegiatan, mulai dari mengorganisir arisan sosialita, mengatur  pesta ulang tahun  sampai pelucuran produk.

“Kalau lagi sibuk sinetron, kakak dan orang yang terpercaya yang akan menjalankan event organizer ini,” ungkap Ade yang terlihat muncul pula dalam sinetron “Islam KTP”. Bisnis kedua yang sedang serius digarapnya adalah mendesain baju pesta untuk kaum sosialita.

“Tapi aku tidak bisa  membuat pola dan menjahit,” ungkap Ade Jujur.  Ade mengaku otodidak, ia hanya rajin menonton bagaimana cara membuat rancang baju via Youtube.

“Biasanya  aku merancang baju glamour untuk pesta malam. Kemudian ada tukang jahit yang pintar membuat pola dan mengaplikasikan design yang aku inginkan,” tutur Ade lagi.

Ade menyebut, baju rancangannya bertema seksi dan glamour. Tapi  seksi bukan berarti selalu terbuka . “Karena istilah seksi banyak sekali. Bisa dari aura atau bagaimana seseorang membawa diri,” tutur Ade.

Gaun rancangan ini, menurut Ade dijaja dengan harga yang terjangkau.“Tergantunglah. Kalau sekarang kan masih made by order. Jadi baju yang dibuat berdasarkan budget yang dimiliki si pemesan.
“Sering baju-baju itu dipesan teman untuk menghadiri arisan, yang justru dikelola EO milik aku, dan lebih  sering lagi di acara itu  aku juga yang jadi pembawa acaranya!” kata Ade tergelak.”Pokoknya dalam menjalankan bisnis  ini, saya siap kerja rangkap. Honornya jadi bisa dinego loh!” XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Thursday, 20 August 2015 11:59
Login to post comments