The Shahdan Tampilkan Karya 12 Desainer dalam Ajang IFW 2018

29 March 2018

Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 kembali digelar pada tahun ini. Acara yang dimotori oleh APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia) kembali menyajikan keindahan busana Indonesia dan digelar pada 28 Maret -1 April 2018.  Pesta busana ini juga berkolaborasi dengan 200 desainer dan 460 peserta pameran merek fesyen dan tekstil.

 

Tidak mau ketinggalan dalam ajang IFW 2018, The Shahdan kembali meresmikan Exhibition booth di Main Lobby, JCC Senayan. Kali ini mengedepankan 12 desainer untuk memamerkan karya terbaik mereka. Lewat motif dan cutting yang terbilang anyar dan belum pernah dirilis ke  publik, ke 12 desainer tersebut dipastikan akan mampu bersaing dengan desainer yang sudah ada sebelumnya.

Ke 12 desainer tersebut adalah Eni Handayani dan Thesya, Kasim (Qiran), Hanum Lailatusyifa (House of Hanum), Nina Nugroho (NN), Adelina (Shaza), Leny Rafael, Zasafiana Djamal, Adevi Omra (OMRA), Trini Anggraeni (Zarming Batik), Irwansyah Mecs, Jelibseda, Lia Santiana (Aleyka), dan Winny Adam (Gaia).

Seperti desain dan karya yang dipertunjukkan oleh Adelina, lewat brand-nya ShaZa. Ia telah menjalani karir di dunia fashion sejak 2010 dengan membuka butik di daerah Kayu Putih Pulo Mas Jakarta Timur dan Grand Indonesia. Karya dan koleksi ShaZa sempat mengisi beberapa edisi di sebuah tabloid ternama Nusantara pada tahun 2015. Kini Adelina fokus di dunia fashion untuk kalangan modest fashion Indonesia.

Atau yang ditampilkan oleh Hanum Lailatusyifa pemilik brand House of Hanum yang berdiri sejak Desember 2012 silam, Sebagai seorang desainer dirinya pernah mengikuti beberapa event pameran di dalam ataupun luar negeri. Inacraft, Kampoeng BNI, Ramadhan Runway, Femme Makassar adalah sebahagian event yang tak begitu asing bagi brand ini. Ciri khas produk House of Hanum adalah model gamis semi coat. Brand ini juga tidak menutup kemungkinan membuat model lain mengikuti perkembangan mode yg berkembang.

Yang tak asing lagi adalah Leny Rafael, desainer yang kerap mengeksplor kain asli nusantara yakni tenun Troso khas Jepara. Jebolan sekolah LPTB Susan Budihardjo ini diperhelatan Indonesia Ethnic Fashion Show (IEFW) 2017 namanya kian mencuat berkat busana glamor tenun Troso. Apalagi tenun ini masih sangat jarang dieksplor oleh desainer dalam negeri. Pada ajang IFW 2018 ini, Leny juga menampilkan karya lainnya yang menonjolkan keindahan kristal Swarosvki.

Lalu mengapa para desainer ini tertarik untuk terlibat dan mempercayakan karyanya lewat The Shahdan? Ternyata konsep etalase busana “Limited Edition” menjadi sebuah daya tarik yang cukup mengena dalam diri ke 12 desainer tersebut.

The Shahdan sendiri lahir dari gagasan kreatif Irwansyah, desainer muda jebolan APPMI dan lebih banyak memajang koleksi busana pesta, casual romantic dan pakaian ready to wear. Sebagai seorang Managing Director The Shahdan, digelaran IFW 2018, Irwansyah ingin lebih mempromosikan karya-karya busana dari 12 desainer tersebut. – XPOSEINDONESIA/ Teks dan Foto AM

More Pictures

Login to post comments