Anna Mariana Membawa Motif Poleng dan Desain Tenun Babe ke DC Fashion Week 2018

22 February 2018

Seusai 20 design bajunya dipamerkan  para peragawati di depan wartawan TV, cetak dan  online, Anna Mariana  tampak tersenyum cerah. “Alhamdulillah, meski ada satu dan dua baju yang masih perlu dirapihkan, koleksi busana karya saya siap diberangkatkan ke Washington DC,” ujar Anna Mariana di butiknya di bilangan Pondok Indah 21/02/2018.

 

Koleksi baju yang dipamerkan khusus ini, akan diperagakan di sesi International Couture Collections DC Fashion Week yang diselenggarakan di Franklin Square 1315 K St NW, Washington, DC hari minggu 25 Februari 2018.  Anna akan memamerkan koleksi busana yang diramu dari tenun dan songket Babe.  “Babe ini adalah singkatan Bali dan Betawi. Saya memadukan corak  Bali dari motif kain poleng dan tenun Betawi!” katanya antusias

Pada sentuhan Bali, Anna menempatkan corak poleng, yakni  motif kain kotak kotak berwarna  hitam putih (Rwabhineda) yang sangat popular dan menjadi icon dalam kehidupan masyarakat Bali.  “Dalam paham masyarakat Hindu, Rwabhineda melambangkan dua sifat yang bertolak belakang,  yakni  hitam putih, baik buruk, panjang pendek, kaya miskin dan sebagainya,” ungkap Anna menerangkan.

Sementara itu, warna hitam putih pada Poleng, melambangkan beberapa  hal. “Hitam  melambangkan kekuatan Wisnu, yaitu Tanah kesuburan dan kelahiran. Sedangkan putih melambangkan kekuatan Siwa yaitu, angkasa, lambang kehidupan, kebersihan, dan kesucian serta kembalinya segala sesuatu kepada Tuhan    (Pralina).

Sedangkan nuansa tenun dan songket Betawi sebuah kain maha karya yang diciptakan  Anna Mariana di Jakarta, (mulai dari design benang untuk ditenun hingga menjadi kain dan didesain menjadi gaun) ditampilkannya dalam warna Merah Putih,  

“Seperti warna Bendera Merah Putih ciri khas Indonesia,  dan juga  ada sentuhan burung Garuda yang merupakan lambang negara  dan dikenal  juga sebagai simbol Bhineka Tunggal Ika,” ujar Anna lagi.  “Karya saya untuk DC Fashion Week ini berupa gaun gaun bergaya internasional namun kuat menyimpan motif ciri khas budaya Indonesia!”

Anna menyebut, tujuannya membuat design tersebut, agar masyarakat di Washington DC khususnya,  dan masyarakat di Amerika pada umumnya, bisa mengenal dengan mudah tentang Indonesia, termasuk mengenal budaya dari berbagai daerah.  Sekaligus  ia juga ingin memperkenalkan bahwa dari berbagai daerah di Indonesia ternyata mempunyai ciri khas kain tenun dan songket yang berbeda-beda.

“Di mana kain-kain tenun dan songket dibuat masih dengan cara sangat tradisional, yakni dengan teknik handmade. Kesemuanya memiliki jenis motif yang beragam, unik,  dan indah dan menyimpan kekuatan budaya tradisi Indonesia,” ujar Anna.

Melalui sentuhan dan balutan busana bernuansa tenun dan songket tradisional, handmade khas Bali dan Betawi, yang didesignnya secara  khusus, Anna berharap,  “Ini dapat menjadi ajang  berbagi pengetahuan sekaligus promosi budaya Indonesia di Amerika.”

Anna mengatakan, pagelarannnya nanti dimulai dan  diakhiri dengan tarian. “Awalnya dibuka dengan munculnya tarian Betawi,  dan  pada bagian penutup  akan muncul  lagi penari Bali! Jadi fashionnya berkesan berbeda. Meski hanya tampil beberapa  menit,’ kata Anna.

Bagi Anna menggelar fashion show ke Amerika bukan sekadar gaya gayaan untuk pamer karya. Lebih penting lagi  memperlihatkan kepada dunia tentang kekayaan budaya asli Indonesia yang tak ada duanya.  “Harapan  saya, karya designer  yang mengangkat budaya lokal Indonesia  semakin berkibar dan terus mengangkat nama Indonesia dlm kancah fashion dan mode di dunia Internasional!” XPOSEINDONESIA - Foto Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Thursday, 22 February 2018 07:18
Login to post comments