Anna Mariana Goes to Fashion Week Washington DC

15 December 2017

Sebuah catwalk terpampang di lapangan di lapangan Badan Diklat Kejaksaan Agung,  Jl HR. M Harsono, Ragunan Jakarta Selatan. Siang itu, di sela acara Rapat Kerja Nasional Anggota  Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Kejaksaan Agung, diselenggarakan fashion show tenun dan songket karya Anna Mariana.

 

Panggung ini dibuat atas prakarsa Ibu Ketua Umum IAD  Ros Ellyana Prasetyo, yang berinisiatif membuat Pagelaran Budaya untuk memperlihatkan kepedulian kepada wastra nusantara sekaligus cinta budaya dan tradisi Indonesia. Hadir  di barisan  terdepan penonton  adalah Jaksa Agung Drs. H. Muhammad Prasetyo, S.H, M.H beserta jajarannya. Dan sesekali memberi tepuk sangat meriah kepada model yang beberapa di antaranya adalah anggota IAD, di samping sejumlah model profesional.

Dalam fashion show yang koreografinya ditangani Ati Ganda,  dimunculkan  60 busana casual dan busana pesta  yang dibentuk dari tenun dan songket Nusantara. Di tengah itu, muncul pula busana pengantin berbagai daerah di Indonesia seperti Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Palembang, Padang dan lain-lain. Khusus untuk Busana pengantin, Anna bekerja sama dengan  Bachtiar Jamaluddin dari Busana Betawi.com.  “Dan kain songket  dan tenun yang digunakan pengantin, terutama  dari Bali, dihias dengan batu Swarovski. Jadi kelihatannya makin eksklusif dan elegan!” ujar Anna Mariana dari bibir catwalk memperhatikan  rancangannnya dipamerkan.

Di luar  tenun yang berkesan mewah dengan  paduan eksotisme budaya Timur dari tenun dan songket, berpadu dengan kecanggihan  batu  permata dari Barat, yang menghasilkan karya unik, berbeda juga langka itu  Anna juga memperlihatkan  seri songket khas Betawi hasil karyanya yang motifnya sudah semakin beragam. “Ada  motif Tanjidor, Monas, Bemo, rumah Betawi, Kembang Goyang dan lain-lain,” ujar Anna sambil menyebut songket Betawi karyanya sudah dipakai Pak Jokowi saat Lebaran Betawi 30 Juli 2017. “Bentuknya cukin, yakni selendang yang dikenakan untuk para lelaki.  Berwarna kuning, pada motifnya terdapat ornamen ondel ondel dan Monas!”

Anna juga mengaku sedang mengembangkan tenun dan songket dari daerah langka produksi kain macam semacam ini  seperti dari Solo, Yogya dan Papua. “Ini pengembangan baru karya saya untuk kain tradisional Indonesia, setelah saya meluncurkan tenun dan songket Betawi,”  ungkap Anna anthusias.

Bagi Anna, pentas  di depan anggota IAD kali ini bisa dibilang sebagai ‘pemanasan’ menuju  pentas Internasionalnya yang pertama di DC Fashion Week Washington di Amerika Serikat. Di mana  Anna akan tampil pada  puncak acara  bergengsi yaitu pada International Couture Collections pada 25 Februari 2018. Di mana yang bisa tampil di panggung ini, biasanya adalah para designer yang tergolong sudah established. Anna akan diberi kesempatan menampilkan 10-20 busana, dan salah satunya merupakan baju pengantin internasional berbahan dasar tenun.

“Buat masyarakat barat, tenun dan songket itu sangat eksotis. Karena di daerah mereka, tak ada lagi proses pembuatan kain secara handmade seperti tenun dan songket.  Beberapa client saya orang Barat memang memburu kain tenun, karena ini sesuatu  yang langka  juga mahal. Ini bukan hanya untuk koleksi,  bahkan  suatu hari bisa dijadikan  investasi!”

Bagi Anna menggelar fashion show di Amerika bukan sekadar gaya gayaan untuk pamer karya. Lebih penting lagi  memperlihatkan kepada dunia tentang kekayaan budaya asli Indonesia yang tak ada duanya. “Harapan  saya, karya designer  yang mengangkat budaya lokal Indonesia  semakin berkibar dan terus mengangkat nama Indonesia di kancah fashion dunia Internasional!”

Keberangkatan Anna Mariana  ke Amerika ini  juga merupakan kerja sama dengan Indonesian Kids Performing Arts (IKPA), sebuah organisasi nirlaba yang independen dan peduli pada pendidikan anak-anak warga komunitas Indonesia yang tinggal di Washington. IKPA sepanjang dua hari  (23 dan 24  Februari 2018) akan menggelar acara  di mana di dalamnya ada charity, bazar juga pagelaran kebudayaan. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra/Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Friday, 15 December 2017 17:46
Login to post comments