3 Disainer Muslimah Indonesia Menjaja Karya Terbaru di Zalora

21 February 2015

Populasi muslim Indonesia yang besar, menjadikan perkembangan busana muslim semakin marak. Dan seperti tanpa rencana,  Indonesia telah menjadi pusat inspirasi dan kiblat busana muslim dunia.

Tiga desainer muda Indonesia, Ria Miranda, Restu Anggraini, dan Jenahara menghadirkan koleksi ready-to-wear busana muslimah untuk  musim Spring 2015.  Ketiganya menyediakan 100 karya eksklusif dalam  desain simpel dan dibentuk dalam warna-warna pastel dan menjajanya di toko online zalora.co.id dengan kisaran harga antara Rp 299.000 - Rp699.000.

Anthony Fung, Managing Director Buying Zalora Indonesia  dalam rilisnya menyebut "Di tahun ketiga di Indonesia, Zalora melihat kebutuhan pasar fashion muslim semakin tinggi, kami berkolaborasi dengan tiga desainer ini. Mereka memiliki kreativitas tinggi dalam menciptakan ragam busana dan kreasi baru untuk memenuhi selera dan kebutuhan konsumen retail," ungkapnya dalam rilis pada Rabu (18/2/2015).

Dalam koleksinya untuk  Zalora, ketiga desianer ini seperti sepakat  menghadirkan desain simple dan nyaman dikenakan. Terdiri dari blus panjang, bolero, blazer sepinggang, kulot.

Lihatlah, Ria Miranda menghadirkan busana warna pastel  biru muda dan pink muda dengan cutting yang simpel dan feminin. Dress, celana kulot, dipadu blus, dan kerudung, semua didesain simpel, clean, dan feminin.

"Koleksi saya simple, mudah di mix and match. Konsep moderen kasual berpadu dengan warna pastel dan feminin ini selalu menjadi produk favorit di Zalora,” ujar Ria.

Restu Anggraini menghadirkan desain edgy dengan cutting unik dan clean. Ia juga membuat outer (busana luar) dengan aksen pita di dada.

" Konsep busana atasan dan bawahan yang  saya buat sangat mudah dipadu padan. Koleksi ini bercerita tentang wanita muda yang sukses, bersemangat, dan sangat percaya diri,” jelas.

Sementara itu, Jenahara tetap menampilkan ciri khasnya yang gemar bermain di warna hitam dan putih. Warna tersebut ditempatkan seimbang, misalnya atas-bawah serta kiri-kanan, sehingga menciptakan desain yang unik.

Jenahara sendiri mengakui penjualan online memberi pengaruh dalam memasarkan busana karyanya. "Kami menyadari wadah untuk memasarkan hasil karya tidak hanya melalui offline saja, tapi juga secara online," ujarnya.

“Industri busana muslim sendiri memiliki nilai hingga USD224 miliar dan Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi besar untuk mengembangkannya," ucap Restu Anggraini. XPOSEINDONESIA/NS Foto Muhamda Ihsan

Last modified on Saturday, 21 February 2015 03:30
Login to post comments