XPOSEINDONESIA.COM - XPOSEINDONESIA.COM - Fashion http://xposeindonesia.com Tue, 22 May 2018 03:55:06 +0000 Joomla! - Open Source Content Management en-gb Anna Mariana Garap Kostum Finalis Abang None Jakarta 2018 http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2326/anna-mariana-garap-kostum-finalis-abang-none-jakarta-2018.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2326/anna-mariana-garap-kostum-finalis-abang-none-jakarta-2018.html Anna Mariana  Garap Kostum Finalis Abang None Jakarta 2018
Pemilihan Abang None (AbNon) Jakarta Selatan 2018, berakhir Jumat Malam, 4 Mei 2018 . Dengan kemenangan jatuh ke tangan Abang…

 

Di tengah  acara pemilihan tersebut baju rancangan Anna Mariana  ikut serta menjadi bagian sebagai kostum unggulan dari penampilan 15 finalis Abang dan 15 finalis None Jakarta 2018.

Anna Mariana menyebut baju rancangan untuk AbNOn Jaksel ini dibentuknya dengan design yang lebih grande dan lebih mencerminkan jaman milenial.  

"Bahan busananya  dirancangnya  dari bahan berupa tenun Ikat dan tenun lukis.  Warna-warnanya pun terlihat lebih ngejreng. Terutama untuk kostum Abang!” kata Anna.

Pada kostum Abang terlihat  tenun dipakai untuk cukin, kemudian juga diaplikasikan bagian lengan,  dada,  kaki, atau tepatnya  pada bagian dengkul, sebuah aplikasi yang terkesan sangat tidak biasa. “Ini  untuk memperlihatkan cita rasa kekinian. Yang bebas mengaplikasikan  sesuai gaya dan keinginan!” kata Anna.

Sementara untuk kostum finalis None,  Anna memnggap gaun-gaun malam  modern. Dengan penekanan, bahan dan warna disesuaikan dengan kostum Abang,

Dengan kostum bernuansa tenun dan songket Betawi ini, Anna sekaligus  juga ingin  menegaskan, bahwa orang muda jaman milenial ini  (dalam hal ini para finalis AbNon 2018) perlu lebih diperkenalkan dan didekatkan dengan tenun dan songket  Betawi yang  diciptakannnya  secara khusus sejak tiga tahun lalu.

Setelah acara Pemilihan AbNon selesai, Anna akan semakin disibukkan dengan  pembuatan design  tenun dan Songket Betawi terbaru.

“Saat ini saya masih terus mengembangkan dan membuat karya terbaru untuk Tenun dan Songket Betawi, dengan motif dan kualitas special dan terbaik. Di samping itu sudah ada tawaran membuat seragam Pemda DKI, seragam perusahaan swasta seperti Bank dan  untuk karyawan Perguruan Tinggi!”

Anna menyebut  tawaran ini sebagai sebuah merupakan PR besar, karena pesanan yang datang harus dibuat berbeda, tidak pasaran  dan wajib mempunyai ciri special dan kuat.

“Bersama seluruh pengrajin binaan yang ada, saya  akan mengerahkan seluruh pikiran dan tenaga.  Kami berupaya agar bisa  terus mensuport proses pembuatan tenun dan  songket Betawi!” XPOSEINDONESIA/NS Foto Muhamad Ihsan & Dudut Suhendra Putra

More Pictures

[widgetkit id=1514]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Mon, 07 May 2018 05:49:08 +0000
Dua Jempol Sandiaga Uno Memuji Karya Anna Mariana http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2305/dua-jempol-sandiaga-uno-memuji-karya-anna-mariana.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2305/dua-jempol-sandiaga-uno-memuji-karya-anna-mariana.html Dua Jempol Sandiaga Uno Memuji Karya Anna Mariana
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, Rabu (11/4/2018) sore, mengukuhkan pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) periode 2018-2021. Pengukuhan di Balai…

 

Ada yang unik dari  acara tersebut, karena  seusai acara pengukuhan, muncul fashion show yang menampilkan  busana karya Anna Mariana, yang juga dilantik sebagai Bendahara Umum dalam kepengurusan LKB kali ini. 

Anna menampilkan 25 buah koleksi, terdiri dari 20 busana  wanita dari butik miliknya House of Marsya  dan   5 baju pria  koleksi dari  RMD,  brand khusus baju pria milik Raden Mas Dicka, anak  Anna Mariana.   Bahan baju didominasi dengan tenun dan songket Betawi juga batik tulis. Semua diciptakan khusus oleh Anna, baik pada motif  Betawi maupun keseluruhan design baju. Di antara kreasi itu terselip pula motif batik tenun sogan dengan perwarna alam.

Sandiaga Uno yang menyimak acara  itu berulang-ulang memberi jempol ke arah Anna Mariana yang masih berdiri  dengan sesama pengurus baru.  Anna kemudian dipanggil mendekat pada Wakil Gubernur,  “Bagus ini…Bagus ini…,” ujar Sandy menyalami Anna Mariana di tengah peragawati dan peragawan  masih beraksi di arena Balai Agung, Balai Kota.

Anna yang didampingi suami Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha hanya membalas pujian itu dengan ucapan terima kasih dengan senyum mengembang.  Hari itu Anna dengan sejumlah  pengurus LKB perempuan termasuk Maudy Koesnaedy, juga berseragam kain  tenun songket  yang merupakan karyanya sendiri. “Warnanya abu-abu, dengan ornamen khas Betawi!” ungkap Anna tentang kain yang dikenakannnya

Fashion show  yang digelar di tengah acara pengukuhan itu untuk memperkenalkan tenun dan songket Betawi  yang sudah dihasilkannnyas ejak dua tahun silam.  Anna memang sangat concern dalam melahirkan dan mengembangkan  tenun dan songket  khas Betawi.

Dalam waktu dekat melalui LKB pula,  ada rencanga untuk akan menggarap seragam  baru pegawai Pemda Jakarta, “Akan  dirancang mengunakan tenun dan songket khas Betawi.  Busana- tersebut menjadi pakaian yang akan digunakan masyarakat Betawi secara umum di setiap acara resmi maupun acara kebudayaan, Jadi para pengurus LKB  dan pegawai pemda DKI akan menggunakan tenun dan songket Betawi,  namun mereka juga tetap menggunakan batik khas Betawi yang selama ini ada, semoga dengan begitu masyarakat umum mau mulai membudayakan penggunaan tenun dan songket Betawi!”

Anna berharap, kehadirannya di  LKB bisa membawa masyarakat Betawi lebih modern dan lebih baik lagi,  “Semua pengurus dan tokoh-tokoh Betawi harus saling mendukung, saling solid untuk memajukan kebudayaan Betawi. Masyarakat Betawi harus lebih sukses di kampungnya sendiri!”

Anna mengaku akan bekerja keras serta fokus dan lebih konsisten lagi terhadap pengembangan kebudayaan Betawi. “Banyak sekali produk-produk Betawi yang harus dibenahi, baik  soal peningkatan kualitas maupun mutunya. Mulai dari soal kuliner, lagu-lagu, atraksi-atraksi, kesenian, fashion dan mode, pendidikan, wastra dan lain sebagainya. Pendeknya, banyak pekerjaan rumah dari LKB yang harus diselesaikan, tanpa dukungan masyarakat dan perhatian langsung dari Bapak Gubernur dan  Wakilnya, mustahil ini akan bisa sukses!”

Secara pribadi, Anna Mariana sendiri terus semangat dan berjuang dengan daya sendiri dalam mempromosikan budaya wastra tenun dan songket produk tradisional warisan budaya leluhur Indonesia yang hand made ke tingkat internasional. Ia sudah  menempatkan produk tenun dan songket di Indonesia Fashion Galery,  yang berada di New York Amerika Serikat,  yang dikenal sebagai pusat mode dan fashion dunia.  XPOSEINDONESIA/NS Foto Muhamad Ihsan

More Pictures

[widgetkit id=1496]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Fri, 13 Apr 2018 01:53:00 +0000
Untuk IFW 2018, Leny Rafael Tampilkan Gaun Girly & Mewah http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2296/untuk-ifw-2018-leny-rafael-tampilkan-gaun-girly-mewah.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2296/untuk-ifw-2018-leny-rafael-tampilkan-gaun-girly-mewah.html Untuk IFW 2018, Leny Rafael Tampilkan Gaun Girly & Mewah
Warna hitam untuk busana, selalu diartikan misterius sekaligus serius. Namun di tangan perancang muda Leny Rafael, hitam bisa berkesan girly,…

 

Mengangkat tema “The Adore Sparkle”, Leny menampilkan busananya  yang dikemas  dari beragam bahan, ada satin dutches, organza serta berbagai macam brokat bermotif bunga. Ditambah permainan warna monokrom hitam dan silver memperlihatkan  kain-kain tipis, melayang  dan jatuh  indah pada tubuh si pemakai.  Semakin terlihat  indah dan mewah lantaran bertaburan batu kristal.

“Saya memang terinsipirasi dari keindahan gemerlap bintang pada malam hari. Dan kilau Swarosvki  mirip gemerlap bintang di langit waktu malam hari,” kata Lenny  sebelum naik pentas peragaan busana IFW 2018 hari ke empat,  di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta Selatan (31/3).
 
“Batu kristal  telah lama menjadi pilihan favorit saya. Dari  Swarosvki saya bisa mendapatkan kesan mewah dan elegan. Pancaran cahaya batu kristal akan memberikan kesan beda dalam berbusana, apalagi untuk gaun pesta. Jadi berbeda dan sangat special ” kata lulusan sekolah LPTB Susan Budihardjo, menambahkan.
 
Tema "The Adore Sparkle"  sendiri  dikemasnya dengan melihat fenomena alam yang terjadi ketika senja menjelang malam. Apa yang dirasakan Leny kala itu, hanya gemerlap bintang yang mendominasi jagat raya. Ia pun membayangkan sebuah puisi karya Khalil Gibran: "Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan".

Finalis Miss Indonesia 2018 asal Propinsi Aceh, Raudha Kasmir yang menjadi  salah satu model dalam peragaan Leny  kali ini , mengaku rancangan Leny yang  dikenakannya  berupa gaun panjang, “Sangat  ringan  dan nyaman dipakai.  Cutting dan modelnya sangat kekinian, seperti  ini, ada sentuhan plisket  yang tidak umum pada bagian bawah gaun. Ditambah kristal Swarovski, gaun ini terlihat mewah!” ungkap Raudah.

Dalam fashion show  kali ini Leny Rafael  memang sengaja tidak mengeksplor tenun Troso khas Jepara, yang menjadi ciri khasnya dan sempat  diperlihatkannya dalam pentas Indonesia Ethnic Fashion Show (IEFW) 2017. “Beberapa gaun yang saya tampilkan hari ini, memperlihatkan  arah fashion saya bukan hanya  untuk baju pengantin, tapi juga busana ready to wear, pakaian siap pakai  yang harganya  berkisar ratusan ribu sampai sejutaan!”

Leny Rafael  yang selama ini terkenal sebagai desainer spesialis busana pesta glamor dan busana pengantin, menyebut pasar ready to wear  semakin terbuka lebar. “Terlebih sebentar lagi  akan memasuki bulan puasa dan lebaran. Pasarnya memang cukup besar. Saya  masuk ke sana, karena  pasarnya ada. Sementara desain baju pengantin muslim tetap saya jalankan sesuai permintaan yang masuk!” XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

[widgetkit id=1489]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Sun, 01 Apr 2018 01:32:00 +0000
Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 Mengusung Tema Cultural Identity http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2295/indonesia-fashion-week-ifw-2018-mengusung-tema-cultural-identity.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2295/indonesia-fashion-week-ifw-2018-mengusung-tema-cultural-identity.html Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 Mengusung Tema Cultural Identity
Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) bersama Rumah Kreatif BUMN (RKB) mempersembahkan Indonesia Fashion Week 2018 lewat tema Cultural Identity.…

 

Sebagai ajang promosi fashion terbesar di Indonesia, APPMI yang berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia sebagai salah satu perwujudan peningkatan ekonomi nasional. APPMI sebagai pengayom Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia dan mengangkat harkat dan martabat UMKM anggota APPMI ke ajang internasional.

Poppy Dharsono, selaku Presiden APPMI dan IFW mengatakan, “Indonesia Fashion Week merupakan perwujudan identitas kebudayaan (cultural identity). Kami selalu berupaya mendorong industri fashion Indonesia yang membawa ciri dan kepribadian nasional, membantu UMKM sebagai basis penggerak industri kreatif kerakyatan khususnya dalam bidang fashion dengan membantu promosi dan mengarahkan produk dan rancangan yang sedang trendi di pasar”.

Saat ini, jumlah pelaku UKM di Indonesia telah mencapai 57 juta, dimana sebagian besar merupakan para pelaku usaha mikro. Hal ini menunjukkan potensi UKM sebagai salah satu penggerak ekonomi Indonesia untuk meningkatkan kemakmuran negeri.

Menurut Staff Khusus II Kementerian BUMN Judith Jubilina Dipodiputro, ajang Indonesia Fashion Week ini merupakan sarana bagi Rumah Kreatif BUMN untuk mengenalkan karya maupun produksi pelaku UMKM di sektor fashion yang menjadi binaan BUMN. “Saat ini telah dibangun 202 Rumah Kreatif BUMN di seluruh wilayah Indonesia. RKB ini akan mendampingi dan mendorong para pelaku UKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan UKM”, ujar Judith

Indonesia Fashion Week kali ini juga didukung oleh Tokopedia sebagai official e-commerce partner, dan Wardah sebagai official make up and hair do serta OVO sebagai e-payment partner untuk pembayaran digital. – XPOSEINDONESIA/ AM

More Pictures

[widgetkit id=1488]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Thu, 29 Mar 2018 00:38:00 +0000
Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 Mengusung Tema Cultural Identity http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2294/indonesia-fashion-week-ifw-2018-mengusung-tema-cultural-identity.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2294/indonesia-fashion-week-ifw-2018-mengusung-tema-cultural-identity.html Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 Mengusung Tema Cultural Identity
Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) bersama Rumah Kreatif BUMN (RKB) mempersembahkan Indonesia Fashion Week 2018 lewat tema Cultural Identity.…

 

Sebagai ajang promosi fashion terbesar di Indonesia, APPMI yang berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia sebagai salah satu perwujudan peningkatan ekonomi nasional. APPMI sebagai pengayom Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia dan mengangkat harkat dan martabat UMKM anggota APPMI ke ajang internasional.

Poppy Dharsono, selaku Presiden APPMI dan IFW mengatakan, “Indonesia Fashion Week merupakan perwujudan identitas kebudayaan (cultural identity). Kami selalu berupaya mendorong industri fashion Indonesia yang membawa ciri dan kepribadian nasional, membantu UMKM sebagai basis penggerak industri kreatif kerakyatan khususnya dalam bidang fashion dengan membantu promosi dan mengarahkan produk dan rancangan yang sedang trendi di pasar”.

Saat ini, jumlah pelaku UKM di Indonesia telah mencapai 57 juta, dimana sebagian besar merupakan para pelaku usaha mikro. Hal ini menunjukkan potensi UKM sebagai salah satu penggerak ekonomi Indonesia untuk meningkatkan kemakmuran negeri.

Menurut Staff Khusus II Kementerian BUMN Judith Jubilina Dipodiputro, ajang Indonesia Fashion Week ini merupakan sarana bagi Rumah Kreatif BUMN untuk mengenalkan karya maupun produksi pelaku UMKM di sektor fashion yang menjadi binaan BUMN. “Saat ini telah dibangun 202 Rumah Kreatif BUMN di seluruh wilayah Indonesia. RKB ini akan mendampingi dan mendorong para pelaku UKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan UKM”, ujar Judith

Indonesia Fashion Week kali ini juga didukung oleh Tokopedia sebagai official e-commerce partner, dan Wardah sebagai official make up and hair do serta OVO sebagai e-payment partner untuk pembayaran digital. – XPOSEINDONESIA/ AM

More Pictures

[widgetkit id=1488]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Wed, 29 Mar 2017 00:38:00 +0000
The Shahdan Tampilkan Karya 12 Desainer dalam Ajang IFW 2018 http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2291/the-shahdan-tampilkan-karya-12-desainer-dalam-ajang-ifw-2018.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2291/the-shahdan-tampilkan-karya-12-desainer-dalam-ajang-ifw-2018.html The Shahdan Tampilkan Karya 12 Desainer dalam Ajang IFW 2018
Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 kembali digelar pada tahun ini. Acara yang dimotori oleh APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia)…

 

Tidak mau ketinggalan dalam ajang IFW 2018, The Shahdan kembali meresmikan Exhibition booth di Main Lobby, JCC Senayan. Kali ini mengedepankan 12 desainer untuk memamerkan karya terbaik mereka. Lewat motif dan cutting yang terbilang anyar dan belum pernah dirilis ke  publik, ke 12 desainer tersebut dipastikan akan mampu bersaing dengan desainer yang sudah ada sebelumnya.

Ke 12 desainer tersebut adalah Eni Handayani dan Thesya, Kasim (Qiran), Hanum Lailatusyifa (House of Hanum), Nina Nugroho (NN), Adelina (Shaza), Leny Rafael, Zasafiana Djamal, Adevi Omra (OMRA), Trini Anggraeni (Zarming Batik), Irwansyah Mecs, Jelibseda, Lia Santiana (Aleyka), dan Winny Adam (Gaia).

Seperti desain dan karya yang dipertunjukkan oleh Adelina, lewat brand-nya ShaZa. Ia telah menjalani karir di dunia fashion sejak 2010 dengan membuka butik di daerah Kayu Putih Pulo Mas Jakarta Timur dan Grand Indonesia. Karya dan koleksi ShaZa sempat mengisi beberapa edisi di sebuah tabloid ternama Nusantara pada tahun 2015. Kini Adelina fokus di dunia fashion untuk kalangan modest fashion Indonesia.

Atau yang ditampilkan oleh Hanum Lailatusyifa pemilik brand House of Hanum yang berdiri sejak Desember 2012 silam, Sebagai seorang desainer dirinya pernah mengikuti beberapa event pameran di dalam ataupun luar negeri. Inacraft, Kampoeng BNI, Ramadhan Runway, Femme Makassar adalah sebahagian event yang tak begitu asing bagi brand ini. Ciri khas produk House of Hanum adalah model gamis semi coat. Brand ini juga tidak menutup kemungkinan membuat model lain mengikuti perkembangan mode yg berkembang.

Yang tak asing lagi adalah Leny Rafael, desainer yang kerap mengeksplor kain asli nusantara yakni tenun Troso khas Jepara. Jebolan sekolah LPTB Susan Budihardjo ini diperhelatan Indonesia Ethnic Fashion Show (IEFW) 2017 namanya kian mencuat berkat busana glamor tenun Troso. Apalagi tenun ini masih sangat jarang dieksplor oleh desainer dalam negeri. Pada ajang IFW 2018 ini, Leny juga menampilkan karya lainnya yang menonjolkan keindahan kristal Swarosvki.

Lalu mengapa para desainer ini tertarik untuk terlibat dan mempercayakan karyanya lewat The Shahdan? Ternyata konsep etalase busana “Limited Edition” menjadi sebuah daya tarik yang cukup mengena dalam diri ke 12 desainer tersebut.

The Shahdan sendiri lahir dari gagasan kreatif Irwansyah, desainer muda jebolan APPMI dan lebih banyak memajang koleksi busana pesta, casual romantic dan pakaian ready to wear. Sebagai seorang Managing Director The Shahdan, digelaran IFW 2018, Irwansyah ingin lebih mempromosikan karya-karya busana dari 12 desainer tersebut. – XPOSEINDONESIA/ Teks dan Foto AM

More Pictures

[widgetkit id=1486]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Thu, 29 Mar 2018 09:27:24 +0000
Anna Mariana Membawa Motif Poleng dan Desain Tenun Babe ke DC Fashion Week 2018 http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2255/anna-mariana-membawa-motif-poleng-dan-desain-tenun-babe-ke-dc-fashion-week-2018.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2255/anna-mariana-membawa-motif-poleng-dan-desain-tenun-babe-ke-dc-fashion-week-2018.html Anna Mariana Membawa Motif Poleng dan Desain Tenun Babe ke DC Fashion Week 2018
Seusai 20 design bajunya dipamerkan para peragawati di depan wartawan TV, cetak dan online, Anna Mariana tampak tersenyum cerah. “Alhamdulillah,…

 

Koleksi baju yang dipamerkan khusus ini, akan diperagakan di sesi International Couture Collections DC Fashion Week yang diselenggarakan di Franklin Square 1315 K St NW, Washington, DC hari minggu 25 Februari 2018.  Anna akan memamerkan koleksi busana yang diramu dari tenun dan songket Babe.  “Babe ini adalah singkatan Bali dan Betawi. Saya memadukan corak  Bali dari motif kain poleng dan tenun Betawi!” katanya antusias

Pada sentuhan Bali, Anna menempatkan corak poleng, yakni  motif kain kotak kotak berwarna  hitam putih (Rwabhineda) yang sangat popular dan menjadi icon dalam kehidupan masyarakat Bali.  “Dalam paham masyarakat Hindu, Rwabhineda melambangkan dua sifat yang bertolak belakang,  yakni  hitam putih, baik buruk, panjang pendek, kaya miskin dan sebagainya,” ungkap Anna menerangkan.

Sementara itu, warna hitam putih pada Poleng, melambangkan beberapa  hal. “Hitam  melambangkan kekuatan Wisnu, yaitu Tanah kesuburan dan kelahiran. Sedangkan putih melambangkan kekuatan Siwa yaitu, angkasa, lambang kehidupan, kebersihan, dan kesucian serta kembalinya segala sesuatu kepada Tuhan    (Pralina).

Sedangkan nuansa tenun dan songket Betawi sebuah kain maha karya yang diciptakan  Anna Mariana di Jakarta, (mulai dari design benang untuk ditenun hingga menjadi kain dan didesain menjadi gaun) ditampilkannya dalam warna Merah Putih,  

“Seperti warna Bendera Merah Putih ciri khas Indonesia,  dan juga  ada sentuhan burung Garuda yang merupakan lambang negara  dan dikenal  juga sebagai simbol Bhineka Tunggal Ika,” ujar Anna lagi.  “Karya saya untuk DC Fashion Week ini berupa gaun gaun bergaya internasional namun kuat menyimpan motif ciri khas budaya Indonesia!”

Anna menyebut, tujuannya membuat design tersebut, agar masyarakat di Washington DC khususnya,  dan masyarakat di Amerika pada umumnya, bisa mengenal dengan mudah tentang Indonesia, termasuk mengenal budaya dari berbagai daerah.  Sekaligus  ia juga ingin memperkenalkan bahwa dari berbagai daerah di Indonesia ternyata mempunyai ciri khas kain tenun dan songket yang berbeda-beda.

“Di mana kain-kain tenun dan songket dibuat masih dengan cara sangat tradisional, yakni dengan teknik handmade. Kesemuanya memiliki jenis motif yang beragam, unik,  dan indah dan menyimpan kekuatan budaya tradisi Indonesia,” ujar Anna.

Melalui sentuhan dan balutan busana bernuansa tenun dan songket tradisional, handmade khas Bali dan Betawi, yang didesignnya secara  khusus, Anna berharap,  “Ini dapat menjadi ajang  berbagi pengetahuan sekaligus promosi budaya Indonesia di Amerika.”

Anna mengatakan, pagelarannnya nanti dimulai dan  diakhiri dengan tarian. “Awalnya dibuka dengan munculnya tarian Betawi,  dan  pada bagian penutup  akan muncul  lagi penari Bali! Jadi fashionnya berkesan berbeda. Meski hanya tampil beberapa  menit,’ kata Anna.

Bagi Anna menggelar fashion show ke Amerika bukan sekadar gaya gayaan untuk pamer karya. Lebih penting lagi  memperlihatkan kepada dunia tentang kekayaan budaya asli Indonesia yang tak ada duanya.  “Harapan  saya, karya designer  yang mengangkat budaya lokal Indonesia  semakin berkibar dan terus mengangkat nama Indonesia dlm kancah fashion dan mode di dunia Internasional!” XPOSEINDONESIA - Foto Muhamad Ihsan

More Pictures

[widgetkit id=1456]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Thu, 22 Feb 2018 03:03:28 +0000
Vivi Zubedi tampilkan Modest Wear Indonesia di New York Fashion Week 2018 http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2248/vivi-zubedi-tampilkan-modest-wear-indonesia-di-new-york-fashion-week-2018.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2248/vivi-zubedi-tampilkan-modest-wear-indonesia-di-new-york-fashion-week-2018.html Vivi Zubedi tampilkan Modest Wear Indonesia  di New York Fashion Week 2018
Perancang mode Vivi Zubedi tampil dalam ajang fashion paling bergengsi, yaitu New York Fashion Week (NYFW) The Show di kota…

 

Lebih dari 500 tamu hadir memenuhi gedung Industria di Downtown Manhattan, dibuat terpesona dengan keindahan koleksi rancangan terbaru bertemakan Urang Banua. Sebanyak 24 model professional tampil anggun membawakan 34 baju koleksi Vivi.

Menurut Vivi, rancangan ini terinspirasi dari keindahan kain tenun pagatan dan sasirangan dari Banua Borneo. “Saya sangat concern dan fokus ingin memperkenalkan kain tradisional dari Kalimantan Selatan ini supaya lebih popular dan bisa sejajar dengan trend fashion masa kini”, ujar Vivi.

Para tamu yang hadir kebanyakan adalah fashion bloggers, pemerhati mode, fashionista, fashion stylist dan berbagai media fashion di kota New York. Kekaguman atas rancangan Vivi ini diungkapkan oleh Miss USA Kara McCullough, “Saya sangat senang bisa datang ke show ini. Seluruh busana yang ditampilkan oleh Vivi sangat cantik”, kata Miss USA Kara McCullough.

Sementara hadir juga Miss Universe 2018  Demi-Leigh Neil –Peters, yang menyukai style dan mode rancangan Vivi. “Saya suka dengan celana kaki lebar yang dipadukan dengan kombinasi warna hitam dan putih. I love her style”, ujar Miss Universe Demi-Legh.

“Selama 6 tahun saya selalu hadir di NYFW. Ini pertama kali saya melihat rancangan yang sangat fashionable tapi santai. Rancangan gaun yang terakhir adalah favorite saya. Saya sangat menyukai warna emas dan hitam, dengan renda dan jubah”, ujar Amundo Daminiri pengamat mode dan hair stylist dari New York.

Sementara make-up yang digunakan untuk para model bernuansa alam disesuaikan dengan tema Urang Banua. “Khusus untuk show ini, saya menggunakan make up untuk para model bernuansa forest look dengan warna hijau dan kuning keemasan juga summer dream look dengan warna oranye dan kuning. Ini menyesuaikan dengan iklim tropis Indonesia”, ujar Carolina Septerita, Creative Director dari Wardah Beauty yang juga mengadakan workshop make-up untuk para MUA di New York. “Tujuan Vivi dan kami sama, yaitu ingin memperkenalkan trend fashion Indonesia ke pasar global,” lanjut Carolina.

Selain memperkenalkan kain pagatan dan sasirangan ke dunia fashion internasional, Vivi juga mempunyai misi khusus. “Saya berharap bisa mendapatkan buyer sehingga diharapkan nantinya bisa membantu perekonomian para pengrajin kain tenun Banua Borneo”, ujar Vivi. Saat ini bila ada buyer yang tertarik dengan koleksi Vivi Zubedi bisa dilihat di Indonesia Fashion Gallery (IFG) New York.  XPOSEINDONESIA Teks MY Photo: Bianca Barben

More Pictures

[widgetkit id=1450]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Mon, 12 Feb 2018 10:42:28 +0000
Tenun Anna Mariana Diapresiasi Anies - Sandi http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2216/karya-tenun-anna-mariana-diapresiasi-anis-sandi.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2216/karya-tenun-anna-mariana-diapresiasi-anis-sandi.html Tenun Anna Mariana Diapresiasi Anies - Sandi
Designer tenun dan songket Anna Mariana bernafas lega dan melepas senyum bahagia. Karyanya tenun berupa cukin dan selendang diberikan khusus…

 

“Alhamdulillah, akhirnya acara berjalan lancar ya! Padahal tadi sempat deg degan, karena acaranya di  out door  dan hujan turun dari sebelum magrib!” ungkap Anna.  Karya yang menjadi  pusat perhatian malam itu, adalah selembar cukin tenun Betawi  (selendang yang disematkan dipundak pria)  yang diserahkan kepada Abang Anies dan Abang Sandi.  Dan selembar selendang untuk dikenakan Mpok Fery Farhati dan Mpok Nur Asia . “Cukin dan kerudung warna hijau tua terbuat dari tenun jenis katun sutra Ende dengan motif  Monas dan Ondel-ondel ,” ungkap Anna Mariana yang sepanjang dua tahun terakhir ini, melahirkan dan mengembangkan  tenun dan songket Betawi, yang tak pernah ada di tanah Betawi. 

Usai acara  penganugerahan gelar adat, dihadapan wartawan Anies sangat mengapresiasi kerja Bamus yang memiliki ide membuat acara penganugerahan gelar adat Betawi.  “Selama ini Bamus menjadi garda terdepan di dalam menjaga, melestarikan dan mengembangkan budaya Betawi. Dan malam hari ini saya, Bang Sandi  dan isteri kami mendapat gelar Abang dan Mpok. Insya Allah kita akan terus bekerja sama. Banyak aspirasi aspirasi yang  disampaikan Insya Allah kita akan bahas semuanya. Supaya kita bisa mengembangkannya lebih jauh,” ungkap Anies kepada wartawan.

Sementara itu, Sandi menyebut Cukin yang baru diperoleh dalam anugerah adat ini sebagai karya yang keren.  “Saya baru tahu ada tenun khas di Betawi. Ini keren. Ini  dibuat oleh Ibu Anna Mariana!”  Dan Anies menyambung,  “Kita akan mempromosikan secara terus menerus kerja kreatif semacam ini.  Ini salah satu  bentuk pengembangan budaya Betawi  yang akan selalu kita dorong. Sebagai catatan, sejak dari masa kampanye pun salah satu janji kita adalah tentang pengembangan budaya Betawi, jadi memang  sejalan dan kita akan laksanakan bersama-sama.”

Anna Mariana menyebut karyanya malam itu memang  sengaja dibuat  khusus untuk Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta beserta istri masing-masing. “Saya berharap  pemimpin  tertinggi Jakarta ini mau  dan terus mensupport, memperkenalkan dan mempromosikan keberadaan tenun dan songket Betawi.  Bersama Bamus, kami berencana mengembangkan pelatihan pengerajin tenun dan songket   di Setu Babakan,  agar  bisa terus lahir para pengerajin handal yang akan mengembangkan ini menjadi bagian  dari budaya tradisonal Betawi atau Jakarta.” tutur Anna Mariana. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra dan Muhamad Ihsan


More Pictures

[widgetkit id=1423]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Sat, 16 Dec 2017 23:08:41 +0000
Anna Mariana Goes to Fashion Week Washington DC http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2215/anna-mariana-goes-to-fashion-week-washington-dc.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2215/anna-mariana-goes-to-fashion-week-washington-dc.html Anna Mariana Goes to Fashion Week Washington DC
Sebuah catwalk terpampang di lapangan di lapangan Badan Diklat Kejaksaan Agung, Jl HR. M Harsono, Ragunan Jakarta Selatan. Siang itu,…

 

Panggung ini dibuat atas prakarsa Ibu Ketua Umum IAD  Ros Ellyana Prasetyo, yang berinisiatif membuat Pagelaran Budaya untuk memperlihatkan kepedulian kepada wastra nusantara sekaligus cinta budaya dan tradisi Indonesia. Hadir  di barisan  terdepan penonton  adalah Jaksa Agung Drs. H. Muhammad Prasetyo, S.H, M.H beserta jajarannya. Dan sesekali memberi tepuk sangat meriah kepada model yang beberapa di antaranya adalah anggota IAD, di samping sejumlah model profesional.

Dalam fashion show yang koreografinya ditangani Ati Ganda,  dimunculkan  60 busana casual dan busana pesta  yang dibentuk dari tenun dan songket Nusantara. Di tengah itu, muncul pula busana pengantin berbagai daerah di Indonesia seperti Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Palembang, Padang dan lain-lain. Khusus untuk Busana pengantin, Anna bekerja sama dengan  Bachtiar Jamaluddin dari Busana Betawi.com.  “Dan kain songket  dan tenun yang digunakan pengantin, terutama  dari Bali, dihias dengan batu Swarovski. Jadi kelihatannya makin eksklusif dan elegan!” ujar Anna Mariana dari bibir catwalk memperhatikan  rancangannnya dipamerkan.

Di luar  tenun yang berkesan mewah dengan  paduan eksotisme budaya Timur dari tenun dan songket, berpadu dengan kecanggihan  batu  permata dari Barat, yang menghasilkan karya unik, berbeda juga langka itu  Anna juga memperlihatkan  seri songket khas Betawi hasil karyanya yang motifnya sudah semakin beragam. “Ada  motif Tanjidor, Monas, Bemo, rumah Betawi, Kembang Goyang dan lain-lain,” ujar Anna sambil menyebut songket Betawi karyanya sudah dipakai Pak Jokowi saat Lebaran Betawi 30 Juli 2017. “Bentuknya cukin, yakni selendang yang dikenakan untuk para lelaki.  Berwarna kuning, pada motifnya terdapat ornamen ondel ondel dan Monas!”

Anna juga mengaku sedang mengembangkan tenun dan songket dari daerah langka produksi kain macam semacam ini  seperti dari Solo, Yogya dan Papua. “Ini pengembangan baru karya saya untuk kain tradisional Indonesia, setelah saya meluncurkan tenun dan songket Betawi,”  ungkap Anna anthusias.

Bagi Anna, pentas  di depan anggota IAD kali ini bisa dibilang sebagai ‘pemanasan’ menuju  pentas Internasionalnya yang pertama di DC Fashion Week Washington di Amerika Serikat. Di mana  Anna akan tampil pada  puncak acara  bergengsi yaitu pada International Couture Collections pada 25 Februari 2018. Di mana yang bisa tampil di panggung ini, biasanya adalah para designer yang tergolong sudah established. Anna akan diberi kesempatan menampilkan 10-20 busana, dan salah satunya merupakan baju pengantin internasional berbahan dasar tenun.

“Buat masyarakat barat, tenun dan songket itu sangat eksotis. Karena di daerah mereka, tak ada lagi proses pembuatan kain secara handmade seperti tenun dan songket.  Beberapa client saya orang Barat memang memburu kain tenun, karena ini sesuatu  yang langka  juga mahal. Ini bukan hanya untuk koleksi,  bahkan  suatu hari bisa dijadikan  investasi!”

Bagi Anna menggelar fashion show di Amerika bukan sekadar gaya gayaan untuk pamer karya. Lebih penting lagi  memperlihatkan kepada dunia tentang kekayaan budaya asli Indonesia yang tak ada duanya. “Harapan  saya, karya designer  yang mengangkat budaya lokal Indonesia  semakin berkibar dan terus mengangkat nama Indonesia di kancah fashion dunia Internasional!”

Keberangkatan Anna Mariana  ke Amerika ini  juga merupakan kerja sama dengan Indonesian Kids Performing Arts (IKPA), sebuah organisasi nirlaba yang independen dan peduli pada pendidikan anak-anak warga komunitas Indonesia yang tinggal di Washington. IKPA sepanjang dua hari  (23 dan 24  Februari 2018) akan menggelar acara  di mana di dalamnya ada charity, bazar juga pagelaran kebudayaan. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra/Muhamad Ihsan

More Pictures

[widgetkit id=1422]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Fri, 15 Dec 2017 10:22:20 +0000
Leny Rafael Terjun Ke Ready To Wear dengan Troso http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2187/leny-rafael-terjun-ke-ready-to-wear-dengan-troso.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2187/leny-rafael-terjun-ke-ready-to-wear-dengan-troso.html Leny Rafael Terjun Ke Ready To Wear dengan Troso
Leny Rafael makin mengembangkan sayap bisnisnya di industri mode. Selama ini, ia dikenal sebagai designer baju kebaya untuk pesta dan…

Kenapa memilih  tenun Troso? Menurut Leny, karena  sejak bergabung dengan Komunitas  Designer Etnik Indonesia dua tahun lalu, ada  semacam himbauan untuk menggunakan bahan etnik.  “Kalau bukan kita siapa lagi yang  mempromosikan dan menggunakan etnik,” kata Leny Rafael dalam pertemuan dengan wartawan seusai  karyanya dipanggungkan dalam Indonesia Ethnic Fashion Week (IEFW) di JCC 18/18/2017.

Nah, karena kebanyakan designer sudah menggunakan batik, tenun NTB maupun tenun NTT dalam  rancangan mereka, maka pilihan jath pada Troso dari Jepara. “Kebetulan aku orang  Jawa, Dan yang lebih pasti lagi, Troso terhitung murah, berbeda dengan tenun dari daerah lain!”

Sejumlah karya ready to wear  yang ditampilkan hari itu   memperlihatkan gaun girly  dengan kesan glam sesuai dengan ciri khas karya Leny Rafael. Gaun itu dibentuk dari kain tenun Troso  dengan warna-warna alam dipadu bahan lace, satin, organdi,  sutra juga pernik-pernik bling bling. Kesan anggun, cantik dan  elegan.

“Saya sekarang memang terjun bikin ready to wear. Tapi limited edition, artinya satu design maksimal dibuat untuk 2-3 baju,” katanya sambil menyebut harga karyanya berisar antara Rp 500 ribu-Rp 2,5 juta.

Harga sebuah gaun karya Leny terhitung masih rasionable, terlebih bila dibandingkan dengan perancang seperti Dian Pelangi, misalnya yang sudah bisa mematok harga sebuah gaun senilai Rp 60 juta-Rp 8o juta.

Busana dengan sentuhan tenun etnik, memang biasanya mahal, karena harga kain tenun sendiri  memang sudah mahal. Tapi Leny menyiasatinya dengan menggunakan tenun Troso yang tidak menggunakan pewarnaan bahan dari alam.  “Tenun Troso terbilang masih murah. Jadi aku bikin gaun ready to wear dengan harga terjangkau namun kesannnya mahal. Dengan begini, aku juga pengen  mengangkat kesan Trosonya lebih up lagi !” ujar Leny.

Menurut Leny ide mengangkat Tenun Troso, karena motifnya yang indah, serta popularitas yang tengah naik pamor. "Sekilas, motifnya mirip tenun dari Indonesia Timur seperti NTT atau NTB, tapi kalau Tenun Troso didominasi motif geometris hingga karakter tumbuhan –tumbuhan.

Menurut  Leny, tenun bisa dipadupadankan dengan semua jenis bahan.  “Tergantung  konsep  bajunya mau dibikin  seperti apa. Kalau mau glamour  harus dipadu dengan bahan yang eksklusif dan mahal, seperti  lace, sutra, satin, organdi. Tapi kalau mau soft,  maka padukan dengan katun,  jadinya nanti akan kasual, “ tutur Lenny menutup percakapan. XPOSEINDONESIA. Teks dan Foto Muhamad Ihsan

More Pictures

[widgetkit id=1400]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Sun, 19 Nov 2017 03:12:39 +0000
Lunadorii Tawarkan Kosmetik Lokal Berkualitas http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2125/lunadorii-tawarkan-kosmetik-lokal-berkualitas.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/2125/lunadorii-tawarkan-kosmetik-lokal-berkualitas.html Lunadorii Tawarkan Kosmetik Lokal Berkualitas
Dalam rangka merayakan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, Lunadorii dengan bangga menggelar event bertema The Great Beauty Revolution.

Bertempat di Pacific Place Mall, Jakarta, acara Grand opening Lunadorii yang bertemakan The Great Beauty Revolution menghadirkan komunitas beauty blogger, make up artist, serta deretan artis yang namanya tentu sudah tak asing lagi: Ussy Sulistiawaty dan Ashanty.

Ussy Sulistiawati sendiri terhitung sebagai salah satu pemilik brand yang ada di Lunadorii dengan label Dissy Cosmetics. Sedangkan Ashanty berdiri dengan label Ashanty Beauty Cosmetics.

Tak sampai di situ. Beberapa brand lokal lain dengan standar kualitas internasional turut bergabung dengan Lunadorii: Mineral Botanica, Mizzu, Kimasako, Beauty Story, POLKA, Neovita, Jill Beauty Cosmetics, Face2FaceCosmetics, SPY By Beautra, Artisan Pro, MD Cosmetics, FERNANDO, HUMPHREY, Jacquelle, ZOYA Cosmetics dan SEONGNAM.

Selain dalam rangka merayakan kemerdekaan Republik Indonesia, Grand Opening “Lunadorii juga diselenggarakan untuk mencapai visi utama: Membangun kemajuan bangsa Indonesia dengan cara mengembangkan industri kosmetik di Indonesia,” Dina Kumara Dinata selaku direktur Lunadorii.

Lunadorii merupakan platform produk kecantikan yang mewakili berbagai pilihan merek kosmetik lokal dengan produk-produk terbaik di Indonesia yang sudah lulus seleksi BPOM.

“Tujuan Lunadorii adalah merevolusi industri kecantikan di Indonesia sambil mengubah cara orang Indonesia belajar, berinteraksi dan bereksperimen dengan produk kecantikan,” Dina menambahkan.

Fokus Lunadorii, seperti dikatakan Dina, adalah sebagai platform penyedia produk kecantikan bagi seluruh wanita Indonesia agar dapat mengekplorasi produk kecantikan dengan harga terjangkau. Tujuan Lunadorii untuk merevolusi industri kosmetik di Indonesia dimulai dengan mendukung citra produk lokal sehingga dapat bersaing dengan produk kosmetik impor.

Serta memberi lebih banyak channel pada indie kosmetik sehingga dapat dijangkau konsumen di seluruh Indonesia. Selain itu Lunadorii juga menyediakan platform bagi para pecinta kecantikan untuk berkontribusi pada industri kecantikan di Insonesia agar dapat meningkatkan pengetahuan konsumen atas beragam produk yang berkualitas tinggi.

Sehingga bagi para wanita Indonesia yang memiliki ketertarikan akan dunia kecantikan, baik itu wanita belia dan dewasa dari beragam profesi mulai dari pelajar, mahasiswi, ibu rumah tangga, hingga karyawati, diharapkan bisa mendapat pengalaman baru dengan hadirnya Lunadorii di Indonesia. XPOSE INDONESIA / Muhamad Ihsan

More Pictures

[widgetkit id=1349]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Fri, 18 Aug 2017 08:13:00 +0000
Hetty Koes Endang Bangga Kenakan Rancangan Anna Mariana http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1981/hetty-koes-endang-bangga-kenakan-rancangan-anna-mariana.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1981/hetty-koes-endang-bangga-kenakan-rancangan-anna-mariana.html Hetty Koes Endang Bangga Kenakan Rancangan Anna Mariana
Di era 70-an hingga awal tahun 90-an tidak ada orang yang tidak kenal Hetty Koes Endang sebagai penyanyi di Indonesia.…

 

Penyanyi yang mulai terkenal namanya sejak  menjadi Juara 1 Festival Penyanyi Se-Jawa Barat tahun 1972, 1973, 1974 - 1975, dan Peringkat ke-5 Festival Penyanyi Tingkat Nasional 1975 ini, makin moncer namanya setelah menjadi Juara 1 Festival Penyanyi Tingkat Nasional tahun 1977. Tidak heran jika karena prestasinya itu ia dikirim ke 1977 - Mewakili Indonesia ke World Pop Song Festival Tokyo, meraih "Most Outstanding Performance" bersama Aji Bandi, pencipta lagu "Damai Tapi Gersang".
   
Bagi seorang penyanyi, selain harus memiliki kualitas suara yang prima, penjiwaan terhadap lagu dan penampilan di atas pentas juga penting. Oleh karena itu seorang penyanyi juga harus selektif memilih kostum yang akan dikenakannya di atas panggung. Sebab kostum yang pas juga memberi nilai tambah bagi penampilan sang artis. Tetapi bila salah kostum, akan mengurangi nilai penampilannya, meskipun memiliki kualitas suara sempurna.
   
Hetty Koes Endang menyadari hal itu. Maka dalam kemunculannya belakangan ini di panggung musik D’Academy Indosiar dan acara musik lainnya di televisi tersebut, penyanyi yang kini dipanggil Bunda itu cukup selektif memilih kostum. Padahal memilih kostum, menurutnya, bukan perkara mudah. Di tengah kerepotannya memilih kostum untuk panggung, ia akhirnya bertemu dengan DR. Anna Mariana, SH, MBA, disainer kain tenun tradisional seperti tenun Bali dan songket  dari berbagai daerah.
   
“Alhamdulillah ternyata selama ini menjadi juri di DA Asia, hampir 90 persen Bunda bangga mengenakan baju tenun songket Nusantara dari Bu Anna yang mensupport DA Asia kemarin. Hampir seluruhnya kita memakai busana rancangan Bu Anna. Hari ini juga lihat betapa cantiknya busana yang berwarna hitam dan putih. Bagus kan?” papar Hetty yang ditemui usai mengisi acara Golden Memories, Special Siti Nurhaliza, di Studio 5 Indosiar Jakarta, 12 Januari 2017 lalu.
   
Hetty menambahkan, dirinya merasa bangga bisa mempopulerkan apalagi karya bangsa Indonesia. “Awalnya udah nyari ke mana-mana karena Bunda ingin berbeda dengan yang sebelumnya dan ingin menampilkan busana karya anak Indonesia.  Dasar memang jodoh,  Alhamdulillah saya ketemu Anna. Dia bilang saya support 100 persen. Jadi setiap Bu Anna datang saya tanya, Bu Anna mana bajunya, mana bajunya. Dan host yang lain seperti Ramzy, Rina Nose dan Irfan Hakim melihat ada kelainan dari penampilan Bunda. Biasanya Bunda pakai baju yang pakai yang potongannya udah umum, mereka bilang kok kostum Bunda sekarang bagus sekali.”
   
 Hetty sendiri mengaku memiliki koleksi kain-kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlahnya sangat banyak. Perkenalannya dengan Anna Mariana membuat wawasannya terhadap kain tradisional semakin terbuka, dan menambah kecintaan terhadap karya anak bangsa itu. Sesuai kemampuannya Hetty berjanji akan mempopulerkan pemakaian kain tenun tradisional dan songket, terutama untuk generasi muda.
    

“Kalau bukan kita yang cinta siapa lagi. Terus terang saya sangat suka dengan kain-kain tradisional koleksi Bu Anna. Warnanya bikin saya betul-betul jatuh cinta dengan kain tenun tradisional. Full color. Dan itu Bunda banget,” kata Hetty yang malam itu mengenakan Songket dari Bali.
   
Anna Mariana yang sudah lama mengenal Hetty Koes Endang, mengaku sudah begitu memahami karakter artis bernama asli Hetty Koes Madewy itu. Menurut Anna Mariana, Hetty adalan tipe artis yang apa adanya, nrimo dalam terminology Jawa. Karena itu tidak sulit baginya untuk bersinergi dengan artis yang lama menetap di Malaysia itu.
   
 “Dalam hal bersinergi dalam hal disain dia bisa menerima, kurang dan lebihnya. Kalau kita upload di instagram komentar orang juga luar biasa. Mereka tidak percaya kalau itu Bunda. Karena tampil beda selalu memakai tenun dan songket. Kebetulan Bunda memang sudah teruji.” kata Anna Mariana.
   
Menurut Anna, biasanya kalau artis memakai tenun dan songket, kain tradisional Indonesia hanya sebentar-sebentar. “Tapi bagi Bunda,  selama tiga bulan tidak satu hari pun merasa bosan. Bahkan selalu kangen, selalu rindu. Dan sebagai pelopor artis semoga menginspirasi generasi muda agar mencintai produk-produk karya anak Bangsa Indonesia.”
 

Untuk kostum terbaru yang dikenakan Hetty Koes Endang pada acara Golden Memories Special Siti Nurhaliza di Indosiar, Anna Mariana memerlukan waktu satu minggu untuk mengerjakannya. Ia memakai bahan kain songket Bali berwana perak, dengan bordiran di bagian atasnya.
Karena kecintaannya kepada kain tenun tradisional, artis yang menikah dengan  Dr. Erwin Yusuf Faisal dan telah memiliki empat anak itu berjanji akan menularkan pemakaian kain tradisional kepada anak-anaknya, juga juri-juri di D’Academy Indosiar. Selain itu bila melakukan show ke negara-negara jiran seperti Malaysia, Singapura atau Brunei Darussalam, ia juga akan memakain kain tenun tradisional, terutama rancangan Dr. Anna Mariana.
   
Menjawab pertanyaan apakah Hetty juga terpikir untuk memasuki bisnis mode, terutama yang menggunakan kain tradisional? “Kenapa tidak? Siapa tahu Bu Anna juga akan mensupport. Saya yakin masa depan kain tradisional akan cerah. Yang penting kita semua punya komitmen untuk memakainya,” ujar Hetty. XPOSEINDONESIA/HW Foto Dudut Suhendra Putra


More Pictures

[widgetkit id=1217]

 

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Fri, 13 Jan 2017 13:09:26 +0000
Perayaan Hari Batik Nasional di MADE IN INDONESIA FESTIVAL - WASHINGTON DC http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1905/perayaan-hari-batik-nasional-di-made-in-indonesia-festival-washington-dc.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1905/perayaan-hari-batik-nasional-di-made-in-indonesia-festival-washington-dc.html Perayaan Hari Batik Nasional di MADE IN INDONESIA FESTIVAL - WASHINGTON DC
MADE IN INDONESIA FESTIVAL kembali digelar untuk kelima kalinya, pada tanggal 2 Oktober 2016 di downtown Silver Spring yang terletak…

Misi festival ini adalah untuk mengangkat "branding" MADE IN INDONESIA kepada publik Amerika Serikat sehingga seluruh peserta vendor dan pengisi acara harus berkaitan dengan Indonesia.

Tahun ini, MADE IN INDONESIA FESTIVAL kembali akan menggelar  Batik Fashion Competition sebagai upaya mempromosikan Batik Indonesia di Amerika Serikat serta turut berpartisipasi merayakan Hari Batik Nasional. “Promosi Indonesia kita tahun ini fokus kepada batik dan kopi Indonesia. Walaupun kita tidak berada di tanah air, tapi kita tetap bisa ikut berpartisipasi dalam merayakan Hari Batik Nasional dan membantu mempromosikan Batik Indonesia di Amerika, khususnya di Washington D.C. area”, kata Maya Naratama, Founder dan Direktur Eksekutif Festival ini. ”Batik adalah karya bangsa yang  diakui oleh UNESCO. Kita harus bangga dan ikut melestarikan batik tersebut. Kita berharap pengunjung yang datang juga memakai baju batik, sehingga batik bisa populer untuk dipakai sehari-hari, tidak hanya oleh warga Indonesia saja tapi juga warga Amerika”, tambah Maya. Selain batik, kopi juga menjadi highlight dimana akan ada stand pameran kopi yang akan membagikan kopi untuk dicicipi secara cuma-cuma.

Selain pameran produk dan kuliner, MADE IN INDONESIA FESTIVAL juga menampilkan pertunjukan Seni dan Budaya Pop Indonesia dengan menampilkan penyanyi legenda Atiek CB, Dan Nicky (Kang Danny Bule) yang akan bermain kecapi dipadu dengan kendang sunda, Beeba dan Desiree dua penyanyi R&B Amerika yang tergabung dalam Dangdut In America, kelompok Indonesian Kids Performing Arts, pertunjukan tari tradisional dari group Banjar Bali, kelompok hip hop Urban Artistry, paduan suara anak dari Indonesian American Children Choir, fashion show karya desainer Metrini, penampilan band Calm Collective dan Backstabber juga akan memeriahkan festival ini. Akan hadir juga Irena Liza, Miss Indonesia for Miss Asia USA dan Ayang X Factor Indonesia 2015.

Setiap tahun, sekitar 6.000 orang hadir mengunjungi festival satu hari ini. Mereka adalah komunitas Amerika yang berasal dari berbagai negara dan juga diaspora Indonesia pada umumnya.

Made In Indonesia Festival diselenggarakan oleh Acha Productions,sebuah perusahaan yang bergerak di bidang event organizer & production house yang berlokasi di kota Maryland, Amerika Serikat bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington D.C. dan United States - Indonesia Society (USINDO), serta didukung oleh beberapa institusi lainnya.Untuk informasi: www.madeinindonesia festival.com

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Fri, 30 Sep 2016 20:01:54 +0000
Anniesa Hasibuan Mengukir Sejarah di New York Fashion Week http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1890/anniesa-hasibuan-mengukir-sejarah-di-new-york-fashion-week.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1890/anniesa-hasibuan-mengukir-sejarah-di-new-york-fashion-week.html Anniesa Hasibuan Mengukir Sejarah di New York Fashion Week
Pertama kali dalam sejarah Fashion Indonesia, Desainer Muslim Anniesa Hasibuan terpilih untuk menggelar karya rancangannya dalam acara mode paling bergengsi…

 

Dengan tema D’Jakarta, Anniesa menggelar sebanyak 48 koleksi baju terbaik, 38 baju untuk ready to wear dan 10 baju untuk gaun malam. Kali ini Anniesa menggunakan motif ikat dan batik dengan dominasi warna coklat, emas, hijau dan peach. Rancangan Anniesa ini memukau penonton yang hadir. Banyak yang memuji rancangan dan detail dari setiap baju yang ditampilkan. Dalam NYFW kali ini, Anniesa Hasibuan tampil sejajar dengan perancang-perancang top dunia seperti Julianna Bass, Kyboe, Calvin Lio dan koleksi para desainer pemenang Project Runway.

Dalam satu minggu di setiap awal musim gugur, berbagai  acara fashion show digelar di kota New York. Mulai dari Couture Fashion Week, ASC Fashion, hingga Triumph Hotels Fashion Week.  Rangkaian gelaran fashion ini seringkali digunakan oleh para perancang mode untuk membangun referensi sekaligus mengenalkan karya-karyanya agar mereka dapat dikenal dan bisa masuk dalam jajaran perancang yang diundang untuk tampil dalam The New York Fashion Week (NYFW).  Legitimasi NYFW pertama kali dimulai pada tahun 1943 oleh Eleanor Lambert, seorang produser dan fashion publicist yang terkenal sebagai founder NYFW.  Elanor mempunyai mimpi menjadikan New York sebagai barometer mode dunia.  Saat ini NYFW dikelola oleh event organizer IMG dan pernah mendapatkan beberapa sponsor besar seperti Mercedes Bens, Lexus dan sebagainya.
 
“Karena melihat karya aku sebelumnya di New York Couture bertajuk Pearl Asia, produser dari New York Fashion Week sangat tertarik. Mereka punya penilaian sendiri. Lalu kita ikut kurasi, ikut presentasi, ikuti prosedur yang ada. Aku berharap, kalau ini sudah jalan dan ini rezeki aku ya alhamdulillah. Kalau tidak, aku legowo tapi akan terus berkarya. Hasilnya, di luar dugaan, mereka sangat excited karena menurut mereka ini kali pertama modest wear seperti ini ada di New York Fashion Week”, kata Anniesa.

Nicole Doswell dari Riviere Agency, top agensi mode dari New York cukup yakin kalau karya Anniesa Hasibuan akan mampu menembus pasar kota ini. “Saya senang melihat Anniesa menjadi desainer Indonesia pertama yang tampil di New York Fashion Week-The Show. NYFW hanya menampilkan desainer papan atas seperti Betsey Johnson, Marchesa dan Michael Kors”, kata Nicole. Sementara Nancy Meffadi dari agensi model Fashion Palette yang hadir diajang ini cukup yakin rancangan ini akan laku di New York. “Bagus sekali. Ini bukan hanya sebuah detail dari mode tapi sebuah karya seni. Kombinasi antara tradisional fashion dengan modern muslim. Saya datang ke berbagai pertunjukkan di NYFW, tapi saya tidak pernah melihat ada desainer yang menerima Standing Ovation seperti Anniesa”, ujar kritikus mode dan aktor, David Serero.
 
“Aku ingin fokus ke ready to wear supaya bisa diterima di pasar sini.  Semua ini untuk membawa nama Indonesia”, kata Anniesa yang masih akan berada di New York untuk bertemu dengan para buyers dan media sambil bernegosiasi memasuki pasar industri mode New York. XPOSEINDONESIA/ Maya Nurindah – New York  Foto Courtesy : Maya Nurindah

More Pictures

[widgetkit id=1144]

 

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Wed, 14 Sep 2016 13:29:33 +0000
Anna Mariana Cerita di Balik Kain Songket & Tenun Bali http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1884/anna-mariana-cerita-di-balik-kain-songket-tenun-bali.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1884/anna-mariana-cerita-di-balik-kain-songket-tenun-bali.html Anna Mariana Cerita di Balik Kain Songket & Tenun Bali
Bagi perancang sekaligus pencinta kain tenun dan songket Bali seperti Anna Mariana SH.MBA, selembar kain tenun dan songket selalu punya…

 

“Buat orang sudah yang ahli, pasti bisa menemukan  ada tarikan benang dan warna khas yang kurang teratur yang dihasilkan orang sedang galau!” ungkap Anna Mariana yang kini menjabat sebagai Ketua Komunitas Pencinta Kain Nusantara (KPKN) dan sudah menekuni desain dan bisnis kain tenun dan songket Bali sejak 15 tahun terakhir.

Untuk melancarkan produksi kainnya, Anna telah membina dan mempekerjakan lebih dari 30 pengrajin. Mereka mempunyai keahlian  menenun bertahun-tahun dan menghasilkan karya seni tinggi. Rata-rata dari mereka menetap di Bali dan sudah berusia di atas 40 tahun. 

"Saya mengikat mereka bekerja dengan membantu menyediakan modal kerja, agar ada kepastian penghasilan. Dan saya punya kepastian hasil karya mereka bisa saya dapatkan tepat waktu," ujar Anna yang menyebut  sangat langka menemukan penenun berusia muda. “Orang muda sekarang ini tak begitu tertarik menjadi penenun, Mereka lebih banyak tertarik bekerja di pelayaran!” Namun, Anna tidak putus asa untuk menemukan dan mengembangkan kreativitas penenun muda.

“Saya mencoba menemukan mereka, meski dengan catatan mereka harus diiming-imingi hal tertentu yang mereka sukai,  misalnya bisa jalan-jalan ke Jakarta  dan bisa melihat Monas!” ujar Anna dengan tergelak

Berdasarkan pengalaman, menurut Anna setiap pengrajin bisa menghasilkan karya dengan durasi waktu berbeda. Tergantung tingkat kesulitan dan jenis kain tenun yang dihasilkan seperti kain yang dibuat dari benang sutra.  "Biasanya satu kain bisa selesai minimum 1 bulan dan maksimal 6 bulan. Makin lama pengerjaan  akan makin baik dan sempurna hasilnya, maka akan semakin mahal pula harga kainnya," kata Anna yang menentukan harga kain karyanya dari harga sekitar 3 juta hingga 60 juta

Sepanjang berkarir sebagai desainer kain songket dan tenun Bali, Anna  mengaku menggunakan banyak motif. Ada motif tradisional Bali  ataupun motif  baru yang ditemukannya tanpa sengaja. Misalnya, “Ada satu motif yang saya buat dari bentuk makanan di Bali.  Makanan itu dari pisang yang diberi kelapa,” kata pemilik butik Marsya House of Batik Kebaya, Tenun, Songket  & Acessories  yang terletak di Pondok Indah ini.

Motif baru garapan Anna tadi kemudian ditenun dengan bahan dan benang kualitas terbaik. Kreasi warna yang  dipilihnya ada yang dibentuk dari trend warna masa kini, adapula yang dibuat dari warna-warna yang didapat dari bahan-bahan alami, seperti dari daun-daunan, kulit kayu dan lain-lain. “Warna benang  dari bahan alami  akan menghasilkan warna terakota atau warna seperti tanah liat,” kata Anna  yang dalam kesehariannnya berprofesi sebagai Konsultan Hukum dan membuka Law Firm Mariana & Partners.

Anna menyebut melihat peluang bisnis untuk kain songket dan tenun Bali selalu terbuka lebar. Baik dari dalam maupun luar negeri. “Orang luar negeri, senang dengan kain tenun dan songket, karena indah, unik dan berbeda dari kain pada umumnya. Kalau seseorang datang ke sebuah pesta dengan menggunakan kostum dari kain  tenun dan songket, pasti kehadirannya lebih memukau!” ujar Anna berpromosi. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

[widgetkit id=1140]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Fri, 09 Sep 2016 10:40:30 +0000
Japan Beauty Week 2016 http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1693/japan-beauty-week-2016.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1693/japan-beauty-week-2016.html Japan Beauty Week 2016
Produsen kosmetik asal Negeri Sakura memperkenalkan ragam kosmetik dalam pameran Japan Beauty Week 2016 di Plaza Senayan pada 30-31 Januari.

Yasuaki Tanizaki, Duta Besar Jepang untuk Indonesia menegaskan bahwa diselenggarakannya Japan Beauty Week menjadi hal yang sangat dibutuhkan kedua negara ini. Karena Indonesia merupakan pasar kosmetik yang menarik bagi Jepang selaku produsen dan pengembang Research dan Teknologi anti aging terkemuka di dunia.

Apalagi pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat baik, ditambah dengan jumlah penduduk Indonesia yang demikian besar, 250 juta jiwa, maka suatu hal yang opitimistis setidaknya jika satu wanita bahagia dalam satu keluarga  kecil dapat dipercantik dirinya, tambah Tanizaki.

Sejumlah produsen kosmetik Jepang, seperti BCL, Sho-BI, Kose, Kanebo, Can Make, Dear Laura, Menard dan Intime Organic, hadir dalam Japan Beauty Week Seminar di rumah kediaman Duta Besar Jepang, memperkenalkan berbagai produk kosmetiknya melalui sejumlah penelitian tumbuhan dan mikroba yang dilakukan secara berkelanjutan terkait anti Aging serta berdasarkan filosofi budaya tentang keindahan dan kelembutan dari masyarakat Jepang yang mengalami empat musim ini.

Oleh karena Japan Beauty Week yang di helat di Plaza Senayan, Jakarta menghadirkan kosmetika Jepang yang berkualitas, aman dan diproduksi melalui teknologi serta manajemen mutu yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan.

Diantaranya, Kawaii (Can Make) yang berkonsep Cute, High Quality and Modest Price, yang diperuntukkan bagi para remaja hingga para profesional Make-Up Artist, mulai dari foundation, powder, eye shadow, blush on hingga lipstik, dengan tampilan natural dan segar.

Sementara Kose yang sudah 30 tahun di Indonesia, menghadirkan kosmetika yang banyak dicari para wisatawan Indonesia yang tengah berkunjung ke Jepang, sehingga bisa didapatkan juga di Indonesia. Dan salah satu produk yang diperkenalkannya yakni Sekkisei, yang hanya bisa didapatkan di 9 kota besar, disamping Bali, Medan dan Makassar.

Sedangkan produk lainnya yakni Automatic Beauty Cosmetic Line (Dear Laura), Brigitte Romantic Eyelash (Sho-Bi), Saranari (Menard), Jewelstar Eye (Can Make), Mogitate Juicy Lip (BCL), dan St Louis International serta Intime Organique by Le Bois. /XPOSEINDONESIA - Ihsan foto : Muller Mulyadi

More Pictures

[widgetkit id=980]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Sat, 30 Jan 2016 07:51:00 +0000
Sakura Collection Asia Students Awards 2016 http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1667/sakura-collection-asia-students-awards-2016.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1667/sakura-collection-asia-students-awards-2016.html Sakura Collection Asia Students Awards 2016
SAKURA COLLECTION ASIA STUDENTS AWARDS adalah kontes desain busana yang terbuka untuk seluruh siswa non-Jepang dan desainer amatir di Asia.…

Selanjutnya, 10 finalis akan bersaing di Grand Prix Final Sakura Collection Asia Students Awards 2016, di Indonesia yang akan diselenggarakan di Aeon Mall, BSD Cituy pada 17 Januari 2016.

Dengan misi utama untuk mengembangkan kreativitas siswa dan desainer muda dalam merancang busana yang bertemakan Jepang, kontes ini semakin berkembang setiap tahunnya. Pada tahun ini Sakura Collection melangkah ke tahap kelas dunia dengan mengadakan kontes yang sama di Malaysia, Vietnam, Perancis, dan Thailand! Semua pemenang grand prix akan memperoleh hadiah berupa  perjalanan gratis ke Jepang serta kesempatan untuk menampilkan desain busana mereka di Sakura Collection Yokohama pada Maret 2016.

Selain itu, para pemenang mendapatkan paket perjalanan wisata di sekitar prefektur Jepang bersama dengan semua desainer Asia lainnya, model dan pemenang penghargaan, serta berkesempatan untuk mengikuti kelas di salah satu sekolah fashion terbaik di dunia - Tokyo Bunka Fashion Gakuin!

Dari sekitar 125 sketsa yang telah diterima, dari kurang lebih 20 sekolah fashion selama seleksi awal di Indonesia, dan terpilih 10 desain terbaik untuk fase final. Sambil menunggu Grand Prix Final, 10 finalis saat ini sedang menghadapi tahap online voting.  Para pendukung memiliki kesempatan untuk melihat dan memilih Desain Favorit mereka melalui website resmi Sakura Collection: sakuracollection.com, sejak 10 hingga 16 Januari 2016 (sebelum Grand Prix Final diadakan).

Pada Grand Prix Final, desain dari 10 finalis akan ditampilkan di atas pentas. Pendukung acara dan tamu VIP yang akan datang pada acara ini, antara lain; Ms. Noriko Tabata dari Sakura Collection, Dr. Tadashi Ogawa, Director General dari Japan Foundation, Jakarta. Tidak ketinggalan pula bintang tamu dari Jepang, Mr. Mohri Suzuki, yaitu seorang seniman kaligrafi Jepang secara langsung di acara ini!

Acara ini diselenggarakan oleh Sakura Collection dan Adventure Japan, didukung oleh The Japan Foundation Asia Centre serta disponsori oleh AEON MALL BSD CITY dan Api Magazine. /XPOSEINDONESIA - NS

More Pictures

[widgetkit id=961]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Tue, 19 Jan 2016 02:31:07 +0000
Make Over mengusung Delapan Warna baru http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1597/make-over-mengusung-delapan-warna-baru.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1597/make-over-mengusung-delapan-warna-baru.html Make Over mengusung Delapan Warna baru
Di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2016, Make Over memperkenalkan warna dan kemasan baru dari Ultra Hi-Matte Lipstick. Dalam balutan…

Mutiara Annisa, Public Relations Manager dari Make Over bertutur bahwa awalnya lipstik ini telah tersedia dalam tujuh pilihan warna, yaitu King of Pink, Pink Alcatraz, Sophist Red, Red Heatwave, Champagne Rose, Think Pink dan Silky Blonde. "Namun melihat betapa lipstik ini telah menjadi high-demand, maka kami pun memutuskan untuk meluncurkan delapan warna baru yang unik. Runway Rebel, Foxy, Smooch, Baby Bombshell, Envy, Orange Pop, Urban Rouge, dan Fame Fatale adalah kedelapan warna baru tersebut," ujar Mutiara.

Pembaruan yang tidak ingin dilakukan secara setengah-setengah juga membuat tim Make Over memutuskan untuk memadukan peluncuran warna baru ini dengan desain kemasan yang lebih menawan. Tetap didominasi dengan warna hitam, tapi kemasan baru ini memiliki finishing doff yang memberikan kesan elegan.

Namun selain ragam warna memukau dan kemasan yang elegan, lipstik ini juga memiliki banyak kelebihan lain. Kelebihan pertama adalah tekstur matte dengan warna intens yang mampu memancar dengan sempurna. Selain itu Ultra Hi-Matte Lipstick juga memiliki dua kandungan dengan banyak fungsi. Salah satunya adalah Jojoba Oil.

Merupakan ekstrak dari tanaman Jojoba, kandungan yang satu ini memiliki banyak nutrisi, dari mulai vitamin B-complex hingga vitamin E. Tidak hanya itu saja karena Jojoba Oil juga sesuai untuk kulit sensitif karena tidak memicu reaksi alergi. "Dalam Ultra Hi-Matte Lipstick sendiri, Jojoba Oil ini berfungsi untuk menjaga kelembutan bibir. Dan saat dipadu dengan kandungan kedua, Vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan, membuat lipstik ini menjadi favorit dari para konsumen Make Over," tambah Mutiara.

Ia juga menambahkan bahwa selain dua kelebihan tersebut, Ultra Hi-Matte Lipstick memiliki kelebihan lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu tahan lama," Lipstik ini mampu bertahan hingga delapan jam, tanpa harus membuat bibir terasa kering."

Kolaborasi Dengan Tiga Blogger Ternama

Dari delapan warna baru tersebut, Make Over memilih tiga warna andalan yang dianggap mampu mewakili tren warna yang klasik. Adapun ketiga warna tersebut adalah Baby Bombshell, Fame Fatale, dan Urban Rouge. "Dan agar warna-warna baru tersebut semakin banyak dikenal publik, maka kami berkolaborasi dengan tiga blogger ternama," kata Mutiara.

Andra Alodita, Sonia Eryka, dan Olivia Lazuardy pun dipilih untuk mewakili satu dari tiga warna andalan. Andra yang sweet mewakili warna Baby Bombshell, Sonia yang quirky mewakili warna Fame Fatale, dan Olivia yang sexy mewakili warna Urban Rouge.

"Senang rasanya ketika diajak Make Over untuk mewakili salah satu dari tiga warna andalan ini. Apalagi karena saya mendapat sebuah warna yang memang sangat mewakili kepribadian dan karakter saya, Baby Bombshell. Selain itu yang juga saya sukai adalah karena lipstik ini memiliki warna intens dan tahan lama. Sehingga sangat sesuai bagi perempuan dengan banyak aktivitas seperti saya, karena tidak perlu mengaplikasikan lipstik secara berulang kali," kata Andra Alodita, Sonia Eryka, dan Olivia Lazuardy pun dipilih untuk mewakili satu dari tiga warna andalan. Andra yang sweet mewakili warna Baby Bombshell, Sonia yang quirky mewakili warna Fame Fatale, dan Olivia yang sexy mewakili warna Urban Rouge.

"Senang rasanya ketika diajak Make Over untuk mewakili salah satu dari tiga warna andalan ini. Apalagi karena saya mendapat sebuah warna yang memang sangat mewakili kepribadian dan karakter saya, Baby Bombshell. Selain itu yang juga saya sukai adalah karena lipstik ini memiliki warna intens dan tahan lama. Sehingga sangat sesuai bagi perempuan dengan banyak aktivitas seperti saya, karena tidak perlu mengaplikasikan lipstik secara berulang kali," kata Andra Alodita, seorang blogger yang sekaligus juga berprofesi sebagai fotografer.  yang sekaligus juga berprofesi sebagai fotografer. /XPOSEINDONESIA - ns Foto : Muhamad Ihsan

More Pictures

[widgetkit id=913]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Thu, 29 Oct 2015 08:00:50 +0000
Emina : Love, Joy and Dream http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1596/emina-love-joy-and-dream.html http://xposeindonesia.com/life-style/fashion/1596/emina-love-joy-and-dream.html Emina : Love, Joy and Dream
Ini brand baru yang bermain di wilayah kosmetik untuk wanita muda dengan memasang dua brand ambassador, Nasya Marcella (aktris) dan…

Emina yang berdiri sejak bulan Maret 2015 dan merupakan brand terbaru dari PT. Paragon Technology and Innovation (PT. PTI). Dengan kisaran harga antara Rp 25.000,- hingga Rp 80.000,-, semua produk Emina bisa didapatkan di pop-up-store, department store, health & beauty shop, hingga hypermarket ternama.

Emina menyediakan ragam pilihan produk decorative make-up bagi para konsumen, yang terdiri dari  Beauty Bliss BB Cream, City Chic CC Cake, Bare With Me Mineral Compat & Loose Powder, Cheeklit Cream Blush, Creme de la Creme Lipstick, Star Lash Mascara, Eye Do! Eye Series, dan Pop Rouge Pressed Eye Shadow.

Emina mengusung Tagline "Born to be Loved". Emina  seolah mengingatkan bahwa setiap wanita memiliki keunikan dan kecantikan berbeda yang menjadikan mereka sebagai seseorang yang lovable. 

Dengan filosofi "Love, Joy, Dream", Emina mengajak setiap wanita agar membagikan keceriaan dan keunikan dirinya kepada lingkungan sekitarnya (Love), memiliki kepercayaan diri untuk mengekspresikan diri sendiri (Joy), serta berani mengejar mimpi yang diinginkan (Dream).

Brand Emina mengusung enam karakter, adalah easy going, playful, surprising, lovable, bubbly dan dreamers, yang memberikan pesan betapa setiap perempuan harus berani untuk mengekspresikan diri dengan menonjolkan keunikan yang dimiliki.

Tiga warna yang merepresentasikan Emina adalah pink, kuning, dan turquoise. Warna pink melambangkan energi positif untuk mencintai dan menyayangi. Warna kuning mewakili semangat, energi, dan keceriaan. Sedangkan warna turquoise berbicara tentang kebebasan, imajinasi, inspirasi, dan rasa percaya diri.
Tahun depan, Emina akan meluncurkan produk nail color dan skin care. /XPOSEINDONESIA - NS FOTO : Muhamad Ihsan

More Pictures

[widgetkit id=912]

]]>
ihsan@musisiindonesia.com (XPOSE INDONESIA) Fashion Thu, 29 Oct 2015 07:21:23 +0000