Dengan Sistem Yang Diperbaharui, Malam Puncak FFI 2017 Digelar di Menado

22 August 2017

Panitia Festival Film Indonesia (FFI)  telah mengumunkan bahwa FFI 2017 bakal digelar di Manado, Sulawesi Selatan, pada 11/ 11/2017).  Penghargaan FFI 2017 akan diberikan 21 kategori, dengan tambahan penghargaan khusus berupa lifetime achievement dan in memoriam. Selain itu,  ada nominasi baru yakni Tata Rias (Tata make Up) Terbaik.

 

Ketua Panitia Penjurian Riri  Reza dan seluruh panitia menganggap tata rias memegang peran penting dalam sebuah produksi film dan pelakunya patut diapresiasi. "Tata rias sudah jadi sesuatu profesi yang dijalankan dengan baik," kata Riri. Saya sudah bekerja dengan make up  artis sejak 2004, dan mereka masih berkarir di situ hingga sekarang!” ungkap Riri dalam press conference di Jakarta Selatan, Senin (21/8).

Panitia FFI 2017 ingin bekerja lebih professional dan maksimal,  mereka mencoba menerima masukan  dari berbagai unsur dalam perfilman Indonesia untuk terus memperbaiki sistem yang ada, demi mendorong peningkatan kualitas film Indonesia dalam jangka panjang.

Leni Lolang  selaku Ketua FFI  menyebut, ada platform baru  yang akan mendorong FFI menjadi kerja kolektif kolegial dengan pendukungan unsur profesi perfilman.  “Salah satu sistem baru yang disusun setelah mendapatkan banyak masukan dari berbagai unsur di dunia perfilman Indonesia adalahh dibangunnya sistem penjurian. Penjurian harus dilakukan dengan merumuskan secara jelas dan tepat karya-karya dengan pencapaian tertinggi,” tutur  Leni.

Riri Riza menyebut bahwa terdapat tiga kriteria yang digunakan sebagai dasar penilaian, yaitu gagasan dan tema cerita, kualitas teknik gambar dan estetika, serta profesionalisme. “Kami memberikan petunjuk kepada juri dan asosiasi film, seperti apa yang diharapkan bisa maju. Penilaian diharapkan bisa lebih ketat dan objektif, guna menciptakan film yang bisa diterima oleh seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Sistem baru ini akan melibatkan berbagai kalangan untuk menetapkan nominasi dan menjadi juri FFI 2017. Mereka datang dari kalangan asosiasi profesi perfilman, penyelenggara festival di daerah, dan komunitas film, melalui proses pemilihan internal dan voting. "Fokus pada sistem kali ini adalah partisipasi kelembagaan. Selama ini ada komite seleksi, dan kini akan memberdayakan asosiasi profesi untuk menentukan nominasi," tuturnya lebih lanjut.

Riri menyebut beberapa tahapan penting pada penyelenggaraan FFI 2017,  antara lain mulai dari pengembangan teknologi tabulasi, sosialisasi pedoman penjurian kepada Asosiasi dan Komunitas, seleksi awal, proses pengajuan juri utama dari Asosiasi atau Komunitas, pengumuman nominasi, penjurian akhir, hingga pengumuman pemenang.

Tahun ini, panitia FFI juga berkolaborasi dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan Kemdikbud. BPI yang merupakan partner pemerintah, berkenan dengan perfilam Indonesia melihat bahwa FFI memiliki nilai strategis untuk dikelola dengan profesional, memajukan perfilman di Indonesia. XPOSEINDONESIA/  Laporan dan Foto Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Tuesday, 22 August 2017 05:33
Login to post comments

Film

November 19, 2017 0

Bagiono Prabowo Raih Gelar dari Brazil dan Kutai

Ketua Umum Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo)...
November 16, 2017 0

Satu Hari Nanti : Mencari Esensi Cinta & Kehidupan

Rumah Film bersama dengan Evergreen Pictures memproduksi...
November 13, 2017 0

Deddy Corbuzier Nyanyi untuk Soundtrack Film Knight Kris

Sebuah film animasi baru bertajuk Knight Kris  bakal...
November 3, 2017 0

Wage Proses kreatif ‘Indonesia Raya’ 3 Stanza

Wage atau Wage Rudolf Supratman, biasa ditulis WR...