David Hanan Menguak Perfilman Indonesia

17 July 2017

David Hanan, Asisten Senior Research  Associate Studi Film dan Screen di School of Media, Film and Jurnalisme  dari Monash University, merilis buku baru, berjudul “Cultural Specificity In Indonesian Film : Diversity In Unity”. Buku yang memuat Keragaman Budaya dalam Perfilman Indonesia ini ditulis dengan bahasa Inggris  dalam 331 halaman, dicetak terbatas namun bisa diakses via e-book.  

“Proses penulisannnya memakan waktu cukup lama dengan biaya yang cukup mahal,’ ujar David Hanan dalam presentasi buku barunya  di Sinematek Indonesia, gedung Pusat perfilman Haji Usmar ismail,  jakarta, Jumat 14/07/17. “Isinya  dimulai dari melihat apa yang terjadi  pada era Usmar Ismail, hingga akhir pemerintahan Soeharto.”

David Hanan  menjelaskan, ia mencoba menangkap perkembangan sejarah perfilman Indonesia  dan kultur pop  dan pengaruhnya terhadap perkembangan sosial yang terjadi.  “Saat riset untuk buku ini, banyak hal sangat menarik yang saya temui, bahkan lebih hebat dari  pernah saya bayangkan,” ujar  David .  

Buku  “Cultural Specificity In Indonesian Film : Diversity In Unity” ini tidak hanya mengungkap tradisi masa lalu, namun juga mengeksplorasi cara cara pembuatan film Indonesia masa kini, yang ditulis secara kritis dengan melihat  aspek khas dari masyarakat  tradisonal, termasuk melihat posisi perempuan di dalam film. 

Buku ini sudah mendapat beberapa review bagus. Dengarlah kata  Dr Budi Irawanto, Profesor Komunikasi Associate, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta; Sutradara, Festival Film Asia Jogja-Netpac) via www.springer.com "Dengan penelitian dan kepekaan yang sangat teliti mengenai banyaknya budaya Indonesia, buku David Hanan dengan elegan memberikan pandangan dan analitik mengenai aspek penting perfilman Indonesia. Pembaca akan mendapatkan perspektif orang dalam, sepertinya Hanan telah lama memiliki hubungan baik dengan orang-orang penting di dunia perfilman Indonesia.”

Sementara itu, masih lewat situs yang sama, Profesor Wimal Dissanayake, dari Akademi Media Kreatif, Universitas Hawai menilai sangat positif dengan diterbitkannnya buku ini. “Ada pemahaman yang mendalam tentang perfilman dan kesadaran historis yang tajam yang hadir dalam manuskrip ini. Persepsi yang bagus dan sangat terasa humanisme meramaikan halaman-halamannya. Buku ini bisa menjadi sumber tak ternilai bagi para akademisi, pengusaha perfilman, untuk bisa digunakan untuk studi Asia, studi budaya, antropologi visual, studi media, ilmu politik, dan hubungan internasional.” 

Para sineas yang menjadi nara sumber untuk buku ini antara lain Adisoerya Abdi, Perpustakaan Fakultas Film & Televisi,  IKJ, Indonesia Film Center,  Riri Riza, Slamet Rahardjo, Eros Djarot, Mira Lesmana, Sardono W. Kusuma, Rudy Sanyoto (Interstudio), Titiek Puspa, Christien Hakim, Susi natalia Iur (isteri mendiang Gatot Prakosa), Julia Surya Kusuma (isteri mendiang Ami Priyono).

Sebelum ini,  David Hanan  telah menerbitkan banyak buku tentang film Indonesia, termasuik artikel dan buku yang diterbitkan oleh East-West Film Journal, Oxford University Press, Routledge, Hongkong UP, jurnal berbasis Cornell yang bergengsi di Indonesia, Oxford  Islamic Studies Online dan Third Text. Selain mengajar, menjdi pengawasan dan penelitian di Monash, saat ini ia juga berperan sebagai kurator dari Between Three Worlds DVD (sebuah divisi dari MAI Press) yang mendistribusikan film film Asia Tenggara secara Internasional. XPOSEINDONESIA/NS Foto: Dudut Suhendra Putra

More Pictures

 

Last modified on Monday, 17 July 2017 07:15
Login to post comments

Film

December 13, 2017 0

Natasha Rizki Ninggalin Keluarga Demi ACI

Aktris Natasha Rizki (24) tahun terpaksa meninggalkan sang...
December 8, 2017 0

“Satu Hari Nanti” Khusus untuk 21 Tahun ke Atas

Film untuk 21 tahun ke atas seperti apa? Tontonlah Satu...
December 7, 2017 0

5 Cowok Jagoan Mengubah Aktor jadi Komedian

"5 Cowok Jagoan " adalah tontonan ringan juga segar. Film...
December 5, 2017 0

Tio Duarte, Mendalami Peran Serius demi Stadhius Schandaal

Kenalkah Anda pada  Tio Duarte? Mungkin nama ini kurang...