Andreanus Menjadi Ketua Umum PARFI 2016-2021

30 August 2016
Aspar Paturusi mengambil kebijakan menyerahkan jabatan Ketua Umum PARFI kepada Andreanus Dedy Dermawan yang merupakan salah satu kandidat Ketua Umum yang kalah suara dalam kongres PARFI ke-15 di Lombok pada 28 Agustus 2016 silam. Sesuai aturan AD/ART dan tata tertib PARFI, dengan terjadinya kekosongan pada kursi Ketua Umum yang disebabkan tertangkapnya Ketua Umum terpilih sebelumnya Gatot Brajamusti. Aspar Paturusi mengambil kebijakan menyerahkan jabatan Ketua Umum PARFI kepada Andreanus Dedy Dermawan yang merupakan salah satu kandidat Ketua Umum yang kalah suara dalam kongres PARFI ke-15 di Lombok pada 28 Agustus 2016 silam. Sesuai aturan AD/ART dan tata tertib PARFI, dengan terjadinya kekosongan pada kursi Ketua Umum yang disebabkan tertangkapnya Ketua Umum terpilih sebelumnya Gatot Brajamusti. Dudut Suhendra Putra

Gonjang ganjing dalam tubuh PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) yang mendadak merebak pasca pemilihan ketua Sidang Kongres Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) ke-15 di Lombok pada 28 Agustus 2016 berakhir sudah. Ketua Umum periode 2016-2021, terpilih Gatot Brajamusti harus dibatalkan setelah terpilih kembali dan terganjal kasus narkoba yang ditangani kepolisian.

Menyikapi kasus tersebut, Aspar Paturusi mengambil kebijakan menyerahkan jabatan Ketua Umum Parfi kepada Andreanus Dedy Dermawan (Andryega da Silva), salah satu calon ketum yang kalah suara dalam kongres. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan salah satu persyaratan bagi calon Ketua Umum Parfi, yakni harus memiliki Surat Bebas Narkoba yang dilampirkan Surat Keteranga dari dokter/pihak berwenang.

“Ada kekosongan ketua, karena permasalahannya narkoba dan kepolisian sudah menyatakan Gatot positif mengggunakan narkoba maka status ketua batal. Dengan ini saya menyatakan Ketua PARFI periode 2016-2021 adalah Andryega da Silva,” kata Aspar saat temu pers di Gedung PPHUI Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2016).

Saat memberikan sambutan Andreanus juga mengungkapkan rasa simpatinya terhadap kasus yang menimpa Gatot Brajamusti. “Ini adalah ujian bagi beliau, mari jangan dicampuradukkan dengan persoalan organisasi Parfi. Jika urusan hukumnya sudah selesai, saya berharap bisa kembali berkomunikasi dengan beliau,” katanya.

Andreanus juga enggan memberikan komentar ihwal tertangkapnya Gatot. “Biarkanlah itu menjadi urusan kepolisian. Sebagai teman seprofesi saya sangat prihatin. Jangan lupa, beliau juga pernah berbuat sesuatu yang positif. Jadi jangan hanya mengingat kekurangannya, tapi ingat juga kelebihannya,” pintanya.

Dengan terjadinya kasus ini, Andreanus mengimbau agar siapapun tidak salah menilai tentang organisasi PARFI. “Jangan menyangkutkan urusan pribadi dengan organisasi. Ini adalah masalah pribadi, bukan organisasi. Itu yang harus diperhatikan,” tungkapnya.

Sebagai Ketua Umum, Andreanus langsung dihadapkan pada tugas untuk membuat kepengurusan PARFI dalam 30 hari. Kepengurusan ini dibutuhkan agar organisasi ini segera berjalan. “Semoga dalam dua minggu perangkat kabinet kepengurusan sudah siap. Agar kami bisa segera berkonsolidasi dengan teman-teman di daerah,” jelasnya. XPOSE INDONESIA/ AM  - Foto: Dudut Suhendra Putra

More Pictures

 

Last modified on Saturday, 03 September 2016 00:59
Login to post comments

Film

November 19, 2017 0

Bagiono Prabowo Raih Gelar dari Brazil dan Kutai

Ketua Umum Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo)...
November 16, 2017 0

Satu Hari Nanti : Mencari Esensi Cinta & Kehidupan

Rumah Film bersama dengan Evergreen Pictures memproduksi...
November 13, 2017 0

Deddy Corbuzier Nyanyi untuk Soundtrack Film Knight Kris

Sebuah film animasi baru bertajuk Knight Kris  bakal...
November 3, 2017 0

Wage Proses kreatif ‘Indonesia Raya’ 3 Stanza

Wage atau Wage Rudolf Supratman, biasa ditulis WR...