Menjelang Kongres ke 15, PARFI Terbelah Empat

25 August 2016

Kongres ke-15 Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) akan dilangsungkan di Lombok pada 26-28 Agustus 2016. Kongres  akan memilih ketua umum baru, yang sebelumnya diketuai oleh Aa Gatot Brajamusti. Hingga batas akhir pendaftaran calon ketua umum PARFI, hanya Aa Gatot Brajamusti dan Andryega da Silva yang mencalonkan diri.

Dan makin mendekatnya hari pelaksanaan kongres,  semakin jelas  terlihat perpecahan di tubuh PARFI.  Bahkan aktor “seksi”  era 80-an Roy Marten, yang juga menjabat Ketua Penyelenggara Kongres PARFI menyebut ada empat kubu PARFI saat ini.

“PARFI terbelah empat kubu. Pertama, kubu Aa Gatot Brajamusti; kedua, kubu Andryega da Silva; ketiga, kubu yang ingin bikin kongres tandingan di Jakarta; dan yang keempat, kubu anggota PARFI yang apatis dan tak peduli,” ujar Roy Marten dalam press conference di Jakarta, Rabu (24/8/2016).

“Saya di sini memberi dukungan kepada bung Andryega sebagai ketua umum PARFI. Bahkan saat ini, rasanya dia sudah jadi ketua umum,” puji Roy Marten disambut applaus puluhan anggota PARFI antara lain Wieke Widowati, Eddy Riwanto, Elly Ermawati, Piet Pagau, Amoroso Katamsi dan sekitar seratus anggota PARFI lainnya. Sebelumnya Andryega dan para pendukungnya melakukan ziarah ke makam pendiri PARFI Suryosumanto, di TPU Karet Bivak Jakarta.

Roy Marten  menyebut perkubuan di tubuh PARFI merupakan dinamika dari sebuah organisasi. Namun, dirinya tidak sepakat jika ada wacana kubu yang ingin membuat PARFI baru. “PARFI hanya bagian kecil dari Indonesia, jumlah anggotanya 1300 orang. Dibandingkan 270 juta jiwa penduduk Indonesia, PARFI tidak ada apa-apanya. Tapi, organisasi ini dapat berkontribusi bagi negara jika dikelola dengan baik, oleh orang yang tepat,” kata Roy.

Roy Marten  juga menyebut, ia tidak sepakat dengan sikap beberapa pihak anggota PARFI yang tidak setuju dengan salah satu kubu, dan kemudian berencana membuat PARFI tandingan.“Mari kita hidupkan organisasi PARFI dan lakukan pemilihan ketua baru di kongres dengan cara baik-baik. Tidak perlu membuat PARFI baru atau PARFI tandingan, atau kongres tandingan di Jakarta,” ujar Roy Marten.

Beberapa hari sebelumnya, sejumlah artis yang dikoordinir artis Debby Chyntia Dewi mengadakan acara peringatan HUT ke-71 RI sekaligus konsolidasi di Restoran Pondok Nelayan di Senayan, Jakarta. Hadir dalam pertemuan antara lain, Marcella Zhalianty, Adam Jordan, Mieke Wijaya, Rima Melati, Ki Kusumo, Rina Hasyim, dan sejumlah nama artis lain. Kelompok ini kabarnya akan menggelar kongres tandingan PARFI di Jakarta.

Menyikapi munculnya calon ketum baru PARFI, dan wacana kongres tandingan di Jakarta, ketua umum PARFI demisioner, Aa Gatot Brajamusti menilai sebagai hal menggembirakan. “Saya senang jika masih ada yang mau mencalonkan diri.  Itu artinya PARFI masih laku. Kalau tidak ada yang mencalonkan, justru saya sedih. Itu artinya saya benar-benar gagal menjaga PARFI kemarin ini,” kata Aa Gatot yang dihubungi di tempat terpisah.

Aa Gatot  sendiri mengaku bukan ambisius jika dirinya  ingin kembali menjadi Ketum PARFI. “Saya ingin menebus kesalahan dan dosa kemarin. Saya salah milih pengurus,” ujar Aa Gatot yang mendapat dukungan dari Pong Harjatmo, Sultan Saladin, Linda Sulaiman, dan lain-lain.

Siapa Andryega da Silva?

Andryega da Silva, yang diungulkan sebagai saingan kuat AA Gatot calon Ketua Umum PARFI mengatakan ia  pernah terlibat main dalam sejumlah sinetron dari tahun 86 sampai 2004. “ “Saya sudah pernah main di sekitar 60 – 80 judul sinetron, dan 18 judul film. Dan 99 persen memang dapat peran-peran kecil atau peran pembantu,” tutur  Andryega da Silva membuka jati dirinya.

Pria kelahiran Surabaya 1 Januari 1971 ini  juga menyebut “Hanya dalam satu judul sinetron saya dapat kesempatan menjadi menjadi pemeran utama  lewat “Melompati Angin”. Tahun 2004 saya diberi kepercayaan menjadi peran utama antagonis oleh TV3 untuk membintangi dua film “Laila” dan “Gong”. Salah satu film itu ikut Jiffes,” tuturnya

Andryega da Silva mengaku sudah menyusun program jika terpilih sebagai ketua umum PARFI di kongres nanti.“Saya punya program 100 hari kerja, dan pembenahan manajemen di tubuh PARFI. Saya berkomitmen untuk menghidupkan PARFI sesuai kapasitas dan kemampuan saya di bidang manajemen produksi,” kata Andryega da Silva disambut tepuk tangan pendukungnya.

Menurutnya, PARFI bukanlah organisasi yang baru dikenali karena sejak tahun 1980an sudah menjadi anggota. Pria berambut keriting dengan warna keemasan ini mengaku pernah hilir-mudik ke kantor PARFI, saat dia diantar oleh aktor Muni Cader, Eva Rosdiana Dewi, Nizal Zulmi, dan Hendra Cipta.

“Saya tergerak mencalonkan diri jadi ketum PARFI, karena geregetan mendengar banyak yang prihatin dan miris dengan PARFI, tapi mereka cuma ngomong doang, nggak berani tampil. Saat ini, PARFI tak dilirik oleh anggota senior apalagi junior, padahal gaungnya luar biasa,” ungkap jebolan Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Jakarta ini.

Andryega da Silva dengan tegas mengaku berani mengambil risiko sebagai ketua umum PARFI.  “Jika saya melenceng atau melanggar komitmen, saya siap diadili oleh anggota PARFI,” katanya. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Istimewa

More Pictures

Last modified on Thursday, 25 August 2016 13:08
Login to post comments

Film

November 19, 2017 0

Bagiono Prabowo Raih Gelar dari Brazil dan Kutai

Ketua Umum Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo)...
November 16, 2017 0

Satu Hari Nanti : Mencari Esensi Cinta & Kehidupan

Rumah Film bersama dengan Evergreen Pictures memproduksi...
November 13, 2017 0

Deddy Corbuzier Nyanyi untuk Soundtrack Film Knight Kris

Sebuah film animasi baru bertajuk Knight Kris  bakal...
November 3, 2017 0

Wage Proses kreatif ‘Indonesia Raya’ 3 Stanza

Wage atau Wage Rudolf Supratman, biasa ditulis WR...