Sophan Sophian Dihidupkan dalam Web Perpusnas

15 February 2016

Nama Almarhum Sophan Sophiaan, (sutradara, pemain film lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 26 April 1944 – wafat di Ngawi, Jawa Timur, 17 Mei 2008) diabadikan dalam situs website Kepustakaan Tokoh Perfilman Indonesia oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Perpusnas RI dengan Sinematek Indonesia.

Peluncuran website ini  digelar di Gedung Teater Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 15 Februari 2016. Lebih dari 300 tamu hadir,  dan jumlah ini di luar perkiraan panitia. Dalam acara itu  hadir wajah wajah selebritis antara lain Widyawati, Rima Melati, Nani Wijaya  Laila Sari, Ati Cancer,  dan lain-lain. “Hari ini Perpustakaan Nasional bertabur bintang-bintang terkenal,” ungkap Dra. Sularsih, M.Si, Kepala Perpusnas RI

Perpusnas RI yang berfungsi menjaga peradaban, punya alasan kuat menempatkan Sophan Sophian dalam situs tematik ini. Sophian yang dikenal sebagai pemain film sekaligus sutradara dan belakangan terjun ke dunia politik itu merupakan tokoh  ke 18  yang dibuatkan profil berikut perjalanan karirnya di sini.

Sebelum ini sudah ada nama Usmar Ismail, Benyamin S, Idris Sardi, Jamaludin Malik, Soekarno M. Noer, Christine Hakim dan lain-lain .

"Kami ingin karya almarhum Sophan Sopian dihimpun dan disebarluaskan dalam website ini. Di sini termuat pula  gagasan dan pemikiran beliau. Dengan perkembangan teknologi seperti sekarang,  website selain sebagai wahana hiburan, juga bisa memuat pesan moral tinggi," ungkap Sri Sularsih lagi.

Adisurya Abdi, Kepala Sinematek menyebut, pilihan menempatkan Sophan Sophian sebagai  tokoh  dalam web site  kali ini terasa tepat. “Sophan adalah motivator yang bisa memberi motivasi. Dalam berkarya, ia pandai  memadukan sisi bisnis dan idealis,” ungkap Adisurya

Widyawati, isteri almarhum Sophan Sophian  mengaku terharu dan sangat berterima kasih atas peluncuran website ini.  Di atas panggung Widyawati diminta mengenang kembali saat-saat pertemuannya dengan Sophan Sophian di akhir tahun 1960-an sampai menikah dan mendamping Sophan  hingga wafat pada  tahun 2008.

"Sophan itu sebetulnya lebih cengeng dari saya,” ungkap Widyawati bercerita tentang almahum. “Kalau nonton film sedih, ia pasti menangis lebih dulu. Dan biasanya, Sophan selalu nanya, kok kamu ngak nangis sih?” 

Situs web Sophan Sophian  sendiri memuat beragam artikel. Ada biografi,  catatan karya yang pernah dibuat, juga koleksi  yang dimiliki almarhum.

“Dengan lahirnya situs ini, saya berharap anak-anak muda semakin tahu bagaimana karya dan ide-ide beliau," tutur Widyawati. Di penghujung acara Widyawati didaulat menyanyi. Ia melantunkan  lagu “Kemuning” dengan indah. Kemampuan menyanyi  ini sebetulnya lebih dulu  muncul ketimbang akting, Namun Widywati menyimpannya dengan sempurna. XPOSEINDONESIA/NS Foto: Dudut Suhendra Putra

More Pictures


 
 




Last modified on Wednesday, 17 February 2016 01:40
Login to post comments

Film

November 19, 2017 0

Bagiono Prabowo Raih Gelar dari Brazil dan Kutai

Ketua Umum Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo)...
November 16, 2017 0

Satu Hari Nanti : Mencari Esensi Cinta & Kehidupan

Rumah Film bersama dengan Evergreen Pictures memproduksi...
November 13, 2017 0

Deddy Corbuzier Nyanyi untuk Soundtrack Film Knight Kris

Sebuah film animasi baru bertajuk Knight Kris  bakal...
November 3, 2017 0

Wage Proses kreatif ‘Indonesia Raya’ 3 Stanza

Wage atau Wage Rudolf Supratman, biasa ditulis WR...