Luna Maya Perankan Suzanna di Film Bernafas Dalam Kubur

27 September 2018

Soraya Intercine Films merilis poster film horor 'Bernapas Dalam Kubur' di kantor Soraya Intercine Film, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018). Poster ini sekaligus mengkonfirmasi  rumor yang menyebut Luna Maya berperan sebagai Suzanna,  sementara Herjunot Ali berperan sebagai suami Suzzana bernama Satria.

 

“Proyek ini cukup lama saya pendam. Selama beberapa bulan, saya selalu menghindar jika wartawan bertanya. Akhirnya lega begitu boleh diumumkan," ungkap Luna dalam konferensi pers di kantor Soraya di kawasan Cikini, Senin, 24 September 2018.

Poster menampilkan setengah wajah tokoh Suzanna yang menyeramkan. Wajahnya pucat, lingkar matanya hitam, rambutnya bergelombang dan berantakan.

Film ini awalnya disutradara Anggy Umbara, namun di tengah jalan, ketika syuting telah berjalan sebulan dan hasilnya ditinjau ulang, Sunil Soraya selaku produser tidak puas dan merasa "beda visi" dengan Anggy, terutama untuk unsur horornya. Anggy dihentikan dan kursi sutradara diserahkan ke Rocky Soraya, yang memimpin syuting lanjutan selama 20 hari. "Bagian yang tayang, bagian saya mungkin di atas 70 persen," ujar Rocky.

Sunil mengklaim cerita film ini benar-benar baru dan tidak berhubungan dengan film-film lama. Memang ada adegan dari film lama seperti sate 200 tusuk, tetapi menurut Sunil, adegan semacam itu diperbarui dan porsinya sangat kecil. Bahkan ada sejumlah adegan yang ditulis dan syuting ulang.

Cerita, yang berlatar 1980-an, disebut punya pengaruh kuat terhadap aspek horor karena film ini tidak memakai elemen jumpscare.

"Kalau naskah mirip dengan film lama, itu masalah besar. Orang nonton, pasti bilang ini film lama. Bagusnya, naskah ini enggak ada hubungan dengan film lama. Itu naskah baru, benar-benar menceritakan hal baru, sesuatu yang relevan kapanpun juga," ungkapnya.

Luna Melakukan Studi Intensif

Awalnya Luna  mengaku tidak percaya diri memerankan Suzanna karena cemas tidak bisa menyerupai sosok legenda aktris film horor tersebut. Namun setelah bertemu pasangan make-up artists asal Rusia untuk "cetak muka" dan melihat hasil topeng prostetik, Luna takjub dan yakin.

"Saya lihat hasilnya, ini luar biasa. Itu sudah menjadi modal untuk membuat saya percaya diri, tinggal bagaimana masalah akting," ungkap Luna.

Luna pun melakukan studi intensif atas segala gerak-gerik, cara berjalan, cara bicara, ekspresi emosi, serta intonasi suara mendiang Suzzanna sebagai aktris lewat film-film horor yang pernah dimainkan. Selain menonton belasan filmnya, Luna juga kerap mendengar rekaman suara dialog untuk sebisa mungkin, menirukan warna suara Suzzanna yang khas.

"Saya rangkum, adegan ini pada saat dia marah, saat dia ketawa. Satu Suro misalnya, ada ciri khasnya, di mana penekanan (intonasi) sewaktu marah," ujar Luna.

Luna juga mengambil ciri khas mata melotot. Namun ekspresi sederhana ini menjadi sangat sulit karena Luna, yang kornea matanya berwarna kebiruan, harus memakai lensa kotak berwarna coklat. Apalagi dia juga sudah memakai prostetik di wajah.

"Cukup menderita ha-ha. Tetapi mudah-mudahan kerja keras saya selama beberapa bulan ini membuahkan hasil. Ini syuting tergila sih, tekanan gila, semua gila. Benar-benar pengalaman tak terlupakan. Ditambah lagi, saya enggak boleh berbagi tentang film ini di media sosial," imbuhnya.

Film yang rencananya akan tayang di bioskop Indonesia pada 15 November 2018 ini juga melibatkan Clift Sangra, mantan suami Suzzanna. Selain bermain, Clif membantu tim artistik dengan memberikan foto-foto Suzzanna mulai dari kecil hingga dewasa. Foto digunakan sebagai referensi untuk membuat topeng prostetik.

"Dua hari saya cari, bongkar-bongkar album. Ada sekitar 200 foto yang saya kirim ke Pak Ram (Soraya)," kata Clift.

"(Wajah) Suzzie dari umur ke umur berubah. Jadi saya harus pilih, umur berapa yang mau kita pakai di film ini. Kami masukkan ke umur 29 tahun," sambung Sunil.   XPOSEINDONESIA/Dudut Suhendra Putra


More Pictures

Last modified on Thursday, 27 September 2018 15:34
Login to post comments