Dari Format Cerpen 'Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi' Naik ke Bioskop

16 July 2018

Cerita pendek karya Seno Gumira Ajidarma berjudul, ‘Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi’, akan diangkat ke format layar lebar oleh Himaya Pictures bekerjasama dengan Jder Syndicate Menurut rencana  film yang memasuki masa syuting di bulan Juli ini, bakal ditayangkan di bioskop tanah air pada penghujung tahun 2018.

 

John De Rantau (sutradara untuk film ‘Mencari Madona’, ‘Denias Senandung di Atas Awan’, ‘Obama Anak Menteng’, ‘Semesta Mendukung’, Wage) akan menyutradarai 62 aktor aktris untuk kepentingan film ini. Mereka antara lain Mathias Muchus, Yurike Prastika, Anna Tarigan, Anne J Cotto Elvira Devinamira, (Puteri Indonesia 2014), Yayu Unru, Ricky Malau, Wulan Ruz, Farid Ongky, Marian Supraba, Ingrid Wijanarko, Ade Puspa, Fiki Alman, Poppyasya, Juliana Moechtar, Feroz Afero dan lain-lain.

John  de Rantau mengaku akan bekerja rangkap untuk projek ini, selain duduk sebagai sutradara ia turut menulis skenario sekaligus produser.  “Film Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi  akan digarap dalam  kemasan film komedi satir. Hanya komedi yang mampu menyentuh masyarakat bila  kita ingin menyampaikan pesan serius. Tapi saya tidak akan hadirkan komedi slapstick,” kata John  saat syukuran film ini di Jakarta, dihadiri oleh seluruh pemain dan kru, Jumat (13/7).

John sendiri mengaku sengaja tidak memasang pemeran stand up komedi ataupun komedian yang tengah popular saat ini.  “Para pemain  di film ini adalah para aktor  dan aktris serius dan tidak melawak, sehingga saya tidak perlu khawatir pada pemain yang cenderung mencari efek melucu,” tambahnya.

Menurut John, film Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi mengangkat isu sosial di masyarakat saat ini, terutama soal kesalahpahaman makna dari prasangka. “Prasangka seringkali berkonotasi buruk di masyarakat. Padahal, maknanya bisa positif dan negatif. Situasi ini diangkat menjadi tema dalam film dengan cara olok-olok,” jelasnya.

Salah satu bentuk prasangka yang dimaksud John,  jika menyebut orang yang tinggal di kawasan kumuh, maka diprasangkakan kotor, pengap dan tidak berbudaya. Sebaliknya, orang yang tinggal di rumah mewah atau hotel diprasangkakan mewah dan bahagia.

“Dari dua sudut pandang prasangka ini kerap menimbulkan kelucuan satire,” jelas John yang mengaku bahwa kelucuan yang dihadirkan dalam film ini memiliki kesamaan dengan karya sutradara Chaerul Umam  dalam film Kejarlah Daku Kau Kutangkap, Usmar Ismail dalam film Krisis.

Ide cerita yang diangkat dari Cerpen  Seno Gumira ini akan menjadi yang kali kedua diekranisasi. Sebelumnya, RCTI pernah menayangkan versi FTV dalam edisi TVM (TV Movie) yang menampilkan Aura Kasih sebagai pemeran utama.

‘Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi’ versi John de Rantau sekaligus bakal menandai kembalinya Elvira ke film layar lebar setelah memulai langkah lewat film ‘Single’ (2015), ‘BPJS (Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita)’ dan ‘Satria’  dan sitkom ‘Keluarga Besar’ (2017).

Elvira sendiri akan memerankan Sofi, seorang perempuan yang memutuskan kembali ke Indonesia setelah tinggal di Eropa cukup lama demi menyelesaikan sekolahnya.  Sayang, kepulangannya ke tanah air justru menimbulkan persoalan bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Persoalan tersebut dipicu dari kegemaran Sofi yang cantik  dan senang bersenandung di kamar mandi. Suara merdunya  mengundang ketertarikan para pria  dan para suami yang tinggal di kampung. Mereka selalu menanti-nanti waktu Sofi mandi, demi mendengarkan nyanyiannya.

Para istri yang merasa diabaikan semenjak para suami kesengsem dengan suara Sofi pun protes kepada  ketua RT. Mereka bahkan menuntut agar aturan ‘dilarang menyanyi di kamar mandi’ diberlakukan. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Monday, 16 July 2018 08:54
Login to post comments