Film “11:11 Apa Yang Kau Lihat? : Horror Adventure dari Bawah Laut”

29 June 2018

Apakah Anda pernah secara kebetulan menjumpai urutan angka 11:11 ketika melihat waktu yang tertera pada handphone atau ada jam tangan? Banyak ahli numerologi menganggap urutan angka 11:11 sebagai “panggilan kebangkitan. Angka kembar ini sering pula disebut sebagai angel  number, angka malaikat atau  tepatnya angka keramat,  yang merupakan sebuah pesan yang memiliki beragam makna.

 

Kekuatan angka 11:11 yang telah dikenal secara umum ini  dijadikan judul film oleh Layar Production bekerja sama dengan Cinema Delapan. Judul  lengkap film bergenre horror adventure ini adalah “11:11 Apa Yang Kau Lihat?”

"Kita sengaja memilih membuat film horor, karena genre ini sedang laris di pasaran. Namun , kita kemas berbeda dari film horror kebanyakan,” ungkap Eksekutif Produser Fitrin Hapsari Sukainah, di Lounge XXI Plaza Senayan-Jakarta Selatan, Kamis (28/6/2018)  disela syukuran jelang film “11:11 Apa Yang Kau Lihat” diproduksi?

Alfani Wiryawan, selaku Produser mengatakan,  film adventure ini akan memperlihatkan teror makhluk halus yang diganggu tanpa segaja, dan akan muncul di setiap jam 11:11.

“Film yang akan disutradarai Andy Manopo ini bakal menyuguhkan keindahan pantai dan laut. Kami juga mempersiapkan syuting bawa laut. Nantinya penonton bisa menikmati keindahan bawah laut di Lampung, yang belum banyak diekspos, karena lokasi syuting sendiri ada di sebuah pulau rahasia," kata Alfani Wiryawan selaku produser.

Proses syuting yang akan berjalan di Lampung dan Jakarta ini direncanakan rilis pada November 2018. Sejumlah pemain  yang terlibat adalah Rendy Kejaenet, Twindy Rarasati, Bayu Anggara, Fauzam Smith, Toriq dan Lady Nayoan.

Jalan Cerita

Di sebuah laut di lepas pantai Tanjung Biru, bulan purnama menyinari. Tampak sebuah kapal misterius. Dua orang perampok duduk di atas kapal. Mereka melihat jam dengan gelisah. Tampak jam menunjukkan 11:11. Sekarang saatnya mereka menyelam. Tanpa mereka sadari, jam mereka berhenti berdetak di jam 11:11. Setelah mereka menyelam, mereka seperti hilang ditelan laut. Begitu pula seorang wanita bernama Dewi yang memiliki seorang anak bernama Galih, yang menjadi penjaga situs di Tanjung biru.

10 Tahun kemudian…

Galih, seorang mahasiswa, tampan  memiliki hobby fotografi dan diving. Ia sering mengunjungi berbagai lokasi di Indonesia untuk diving.

Galih adalah anak dari Dewi seorang aktivis konservasi alam yang dinyatakan menghilang saat melakukan pekerjaannya. Satu-satunya peninggalan sang ibu  yang tersisa pada Galih, adalah kalung etnik dengan simbol unik.

Galih memiliki 3 sahabat, yakni Martin, seorang cowok tampan petualang; Ozan, cowok ceroboh dan selalu ingin tahu; dan Vania, seorang gadis cantic penggemar vlogger yang hobi pula dengan diving.

Martin mengajak para sahabtanya ke sebuah situs misterius di daerah Tanjung Biru, berdasarkan peta yang ditemukannya. Dari sinilah petualangan ke empat anak muda ini dimulai dengan beberapa kejadian misterius di pulau, yang kabarnya dihuni siluman laut. XPOSEINDONESIA/NS Foto Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Friday, 29 June 2018 15:33
Login to post comments