Film Jelita Sejuba : Kisah Cinta Isteri Tentara

08 March 2018

Film  dengan latar belakang kehidupan tentara sudah banyak dibuat.  Dan kini rumah produksi  Drelin Amagra Pictures  menggali tema serupa, namun dengan konflik berbeda,  lewat film pertama mereka berjudul  Jelita Sejuba (Mencintai Ksatria Negara) yang disutradarai Ray Nayoan.

Marlian Nurdiyani sang produser, menyebut film 'Jelita Sejuba' adalah film  tentang perempuan dan cinta, “Tepatnya film yang  bisa mewakili perasaan istri-istri prajurit!” ungkapnya  di tengah peluncuran soundtrack dan trailer film ini  di kawasan Kemang, Jakarta Selatan (7/3).

Berkisah tentang Sharifah (Putri Marino),  perempuan  dari Pulau Natuna yang dipinang seorang  tentara. Saat keduanya menikah, hati Sharifah selalu bergejolak setiap kali suaminya, Jaka (Wafda Saifan Lubis) ditugaskan oleh negara. "Film ini dipersembahkan untuk kartika-kartika dan prajurit negara yang mendedikasikan hidupnya untuk negara dan rakyat," ujar Marlian Nurdiyani  lagi.

Menurut Marlian, film ini terinspirasi dari kisah nyata ibu Krisnawati, seorang perempuan yang berkecimpung di dunia militer, yang menyaksikan sendiri kisah prajurit-prajurit TNI di Natuna.

"Ini true story dari eksekutif produser kami. Dia seorang ibu yang bergulat di dunia militer. Kisah ini merupakan kisah yang disaksikannya di Natuna. Bagaimana perasaan istri-istri parajurit yang harus meredam emosinya agar suami tidak terdistraksi dan sabar menunggu," imbuhnya.

Ray Nayoan sebagai sutradara menyebut, film ini mengangat kisah humanis kehidupan keluarga tentara yang belum banyak terekspos. “Kehidupan prajurit itu bukan melulu untuk negara. Mereka juga jatuh cinta. Dan betapa luar biasanya perempuan-perempuan  muda  yang berani  berkomitmen atas nama cinta. Rela menjadi nomer dua, karena prioritas utama para suami adalah membela negara!’ ungkapnya.

Selain mengangkat tentang cinta, Ray menyebut film ini juga kuat  mengangkat keindahaan alam Pulau Natuna juga budaya Melayu yang melingkupinya. Oleh karena itu, musik  director film ini  Ricky Surya Virgana (personel White Shoe and The Couples Company) berkolaborasi dengan seniman lokal Natuna dan mengangkat musik film ini. 

“Ilustrasi musik  film ini akan bernuansa Melayu. Sementara lagu Anji  ‘Menunnggu Kamu’,  kami jadikan sebagai daya pikat alias jualan. Ternyata perlu juga ya teknik begini,” ujar Ray seusai  press conference.

Sementara itu,  Putri Marino yang dipilih sebagai tokoh utama, mengaku tidak mudah memerankan Sharifah. "Saya memainkan dua dimensi karakter. Saat Syarifah muda dan setelah menikah. Memerankan gadis muda yang ceria, naif, polos tidak sulit. Tapi ngapalin dialek melayu itu yang rumit.  Saya ingin pas syuting nggak keliatan seperti mengapal," ungkapnya.

Film yang dibintangi juga oleh  Yayu Unru, Nena Rosier, Yukio, Aldi Maldini (eks CJR), serta artis remaja pendatang baru Abigail,  Mutiara Sofya juga Harlan Kasman dari Natuna  ini dijadwal akan tayang di seluruh bioskop tanah air mulai 5 April 2018.

Sementara itu gala premiere dirancang diadakan pada 3 April 2018, bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-77 Persit Kartika Chandra Kirana (Organisasi para istri Prajurit Militer atau tentara). XPOSEINDONESIA/NS Foto Dudut Suhendra Putra

Media

Last modified on Thursday, 08 March 2018 11:06
Login to post comments