Nini Thowok : Hantu Penggangu dari Batok Kelapa

12 January 2018

Erwin Arnada  menyutradarai film bergenre horor berjudul 'Nini Thowok' yang diproduksi rumah produksi TBS Film dengan scenario digarap Alim Sudio. Erwin  punya alasan mengangkat  kisah Nini Thowok. “Dia  adalah brand yang sudah banyak orang tahu," ungkap Erwin di tengah acara rilis official trailer, poster dan original soundtrack (OST)  film ini di The Hook Resto & Bar, Senopati. Kamis (11/1/2018).

 

Tampak hadir dalam acara itu  trio produser (Ronny lrawan, Hendro Djasmoro, dan Andreas Setia Putra), dan sejumlah pemain antara lain  juga peNatasha Wilona, Ingrid Widjanarko, Gesata Stella, Slamet Ambari main anak-anak Nicole Rossi dan Rasyid Al Buqhory.

Nini Thowok selama ini dikenal sebagai boneka mistis yang terbuat dari batok kelapa. Ia berpakaian seperti layaknya perempuan atau seperti Jailangkung yang digunakan sebagai media untuk berhubungan makhluk roh halus.

"Saya suka sosok hantu yang ada wujudnya. Sosok seperti itu yang menghadirkan atmosfer dalam sebuah film," kata Erwin. “Dan film ini  tak disiapkan untuk menyampaikan misi tertentu, selain sebagai sebuah tontonan, yang semoga bisa mencapai jutaan orang! Kalau sukses kan  nanti bisa  ada prekuelnya,”  Erwin menyebut harapannya.

Film ‘Nini Thowok‘ yang mengambil lokasi di Yogyakarta, Solo dan sekitarnya ini bercerita tentang Nadine (Natasha Wilona) yang mendapat warisan berupa berupa guest house di daerah Solo dari sang nenek Eyang Marni (Jajang C.Noer). Saat ia menempati rumah tersebut, banyak kejadian aneh dan mistis saat.

Situasi dalam rumah makin menyeramkan ketika ia menempati salah satu kamar yang lama tidak ditempati. Saat ia berusaha tidur di kamar tersebut ada gangguan makhluk astral atau boneka Nini Thowok.

Setelah melakukan penelusuran Nadine tahu bahwa guest house tersebut merupakan peninggalan keluarga keturunan Cina bermarga Oei. Dan Akankah Nadine dapat mengungkap rahasia di balik makhluk astral Nini Thowok tersebut? Sabar… Film baru akan tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada 1 Maret 2018.

Salah satu pemain, Ingrid Widjanarko menyebut, film ini bukan semata-mata hanya memperlihatkan film horror yang mencekam. “Di sini juga akan tampak keindahan negeri kita, terutama kawasan Yogya, Solo dan sekitarnya berikut kekayaan budaya dan adat istiadat setempat yang kuat dengan kepercayaan kejawen!” 

Di luar soal itu, soundtrack film yang bertajuk “Takkan Pernah Mati” disuarakan  Mytha Lestari dan diciptakan Raguel Lewi, dirancang khusus dengan aransemen dan lirik yang memiliki keterikatan yang dalam dengan cerita dan nuansa film. Mytha menyanyikannya dengan indah. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra


More Pictures

More in this category: « ACI mulai Syuting Di Makassar
Login to post comments