"Terbang Menembus Langit"

17 April 2018

Film ‘Terbang Menembus Langit’ karya sutradara Fajar Nugros  adalah gambaran kehidupan keluarga Tionghoa yang  miskin harta, namun kaya dalam menjunjung  dan menjalani nilai-nilai kekeluargaan yang mementingkan  kebersamaan,  kejujuran dan tak kenal putus asa.

 

Tersebutlah sebuah keluarga  yang tinggal di rumah panggung dari kayu di kawasan Tarakan, Kalimantan Utara.  Kehidupan keluarga bergantung pada sang Papa yang bekerja hanya sebagai pegawai toko kelontong. Dan sang Mama yang ikut ikut gigih berjualan sayuran pokcay dari hasil kebun sendiri.

Dengan anak banyak,  tentu saja kehidupan mereka  jadi serba sulit. Dua anak yang bisa masuk sekolah, hanya  mengandalkan seragam lusuh, tanpa punya sepatu.

Sesekali komunikasi dalam keluarga itu menggunakan bahasa Mandarin, terutama ketika ayah A Chun memberinya petuah hidup. Onggy Hianata,  sebagai tokoh yang kisah hidupnya difilmkan, mengaku, masyarakat di daerahnya memang berkomunikasi dalam bahasa Mandarin, dia pun sempat mendapatkan pelajaran bahasa Mandarin di sekolah sebelum dilarang Orde Baru setelah 1965.

Fajar Nugros, menyebut film ini sesungguhnya memang kisah nyata dari kehidupan Onggy Hianata, seorang motivator lokal  yang  namanya  tengah berkibar di kelas internasional. Ia   kini terkenal ulung untuk bidang pengembangan diri, kepemimpinan, komunikasi, dan kewirausahaan. 

“Melihat kondisi Indonesia saat ini, kita butuh film yang memperlihatkan sisi kerja keras tanpa lelah. Entah dari suku  dan agama apapun  yang ada di negeri ini!” ungkap Fadjar dalam press conference  di Kemang Village, 16 April 2018 menguak tentang kisah film ‘Terbang Menembus Langit’

Kehidupan masa lalu  Onggy Hianata (A Chun)  dalam film  itu, diperankan  dengan sangat sempurna oleh Dion Wiyoko. Saat lulus SMA di Tarakan, Kalimantan Utara, A Chun bersikeras melanjutkan kuliah ke Surabaya. Meski  tidak diziinkan kakak-kakaknya karena masalah biaya. Semangatnya menyala setelah A Li (Baim Wong) memberi dukungan moral.

Hanya berbekal uang seadanya, A Chun memulai hidup yang keras di Surabaya. Ia bukan hanya kuliah, tapi juga berjuang menghidupi diri dengan  bekerja serabutan. Dari mulai jadi penyalur buah-buahan yang dikirim dari kampungnya,   kemudian berdagang jagung  bakar, bahkan jadi pengusaha kerupuk.

Fajar Nugros mengaku, hampir seluruhnya peristiwa dalam film ini dialami Onggy.  Ia memakai alur penceritaan secara kronologis, dibuat runut dari Onggy kecil hingga hijrah ke Surabaya, kemudian pindah ke Jakarta.

Kegigihan A Chun tergambar jelas, bagaimana dia memulai satu persatu bisnis.  Meski selalu dihantui kegagalan yang membuatnya menangis darah,   dan kena tipu rekan kerja sendiri, A Chun dengan air mata dan tertatih-tatih berupaya selalu bangkit dan berjuang kembali.

Fajar mengaku memang ingin memotret secara otentik kesulitan A Chun dan  juga memperlihatkan bagaimana ia  bisa keluar dari situasi tersebut.  Sayangnya, pada bagian ini film justru terasa menjadi terlalu lamban dan  harus jujur diakui rada menjemukan. Terlebih sulit menemukan konflik utama A Chun yang menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya.

Namun lepas dari soal itu, sangat wajar jika Fajar  terkesan ingin sesempurna mungkin menggambarkan kehidupan nyata dari Onggy Hianata.  Itu toh memang film biopik. Yang perlu dipujikan, Fajar piawai mengawal seluruh pemain  berakting natural. Dion Wiyoko  dan Laura  Basuki terlihat sangat alami memainkan karakter mereka. 

Dalam berbagai kondisi Dion (terutama) memang menjadi tokoh yang sangat menghidupkan film. Ia bisa menggambarkan setiap detail suasana dengan se mpurna. Ada adengan yang memperlihatkan  perasaan kalut,  pura-pura senang, menangis sedih, pasrah berurai air mata, bahkan histeris ketika anak isterinya terjebak dalam suasana  genting pada Mei 1998. Dion maupun Laura pantas menjadi kandidat sebagai pemain bagus dan juga layak meraih  piala dalam ajang festival film apapun di tahun 2018 ini. "Tapi yang terpenting, film ini bisa ditonton banyak orang," kata Fadjar

Film "Terbang Menembus Langit" yang diproduksi Demi Istri Production yang menampilkan  pula  akting Aline Adita,  Baim Wong, Chew Kin Wah,  Melisa Karim ini akan tayang di bioskop mulai 19 April 2018. XPOSEINDONESIA/NS Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Tuesday, 17 April 2018 05:29
Login to post comments

Film

April 17, 2018 0

"Terbang Menembus Langit"

Film ‘Terbang Menembus Langit’ karya sutradara Fajar...
April 9, 2018 0

Shireen Sungkar Buka Outlet Di Cibinong

Jarang tampil  lagi sebagai pemain sinteron, Shireen...
March 28, 2018 0

Digugat Penulis Benyamin Biang Kerok, Ody Mulya Hidayat Merasa Sudah Memberi Apresiasi

Pembicaraan soal film "Benyamin Biang Kerok" versi baru ...
March 13, 2018 0

Hongkong Kasarung : Saat Sule Gak Melawak, Tapi Bisa Bikin Tertawa

Hongkong Kasarung produksi Artomoro Pictures bercerita...