Satu Hari Nanti : Mencari Esensi Cinta & Kehidupan

16 November 2017

Rumah Film bersama dengan Evergreen Pictures memproduksi sebuah film yang mengangkat kegelisahan anak muda dalam membangun sebuah komitmen baik dalam lingkup cinta, keluarga, dan pekerjaan. Mereka adalah Alya ( Adinia Wirasti) seorang pembuat cokelat, Din (Ringgo Agus Rahman) berprofesi sebagai tour guide, Chornia (Ayushita), bekerja sebagai manager dan Bima (Deva Mahendra) seorang musisi. Mereka sedang menjalani hidup di Swiss.

"Pointnya adalah perjalanan mencari esensi dari semua itu. Milenial membuang resource mereka untuk membeli pengalaman,” ungkap sang sutradara sekaligus penulis scenario Salman  Aristo saat peluncuran teaser trailer dan poster resmi film ini di Qubicle Center, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017). “Mereka mementingkan perjalanan, pemetaan itu terlihat dari media sosial. Generasi itu berbicara seperti itu," ujarnya lagi.

Salman ingin mengaplikasikan gejala yang ia amati dari media sosial melalui sebuah film. Ia ingin menjelaskan kehidupan sehari-hari fenomena itu tetapi dengan latar belakang negeri seberang. Pilihan akhirnya jatuh ke Swiss. Dan pada akhirnya film ini menjadi sebuah proyek kerjasama antara dua negara, Indonesia dan Swiss. Bukan hanya sekadar mengambil lokasi syuting di Swiss, namun pemerintah Swiss juga turut serta membantu dalam proyek film ini.

"Saya punya teman di Swiss, dia yang membantu membuka link. Kita pun bisa bekerjasama dengan Kedubes Swiss. Dan saat syuting Pemerintah Swis sangat membantu, kita sampai dikawal. Dubes Swiss di Indonesia akan datang premiere nanti," ungkap Dieman Silmy, selaku produser film.

Salmaan menjelaskan bahwa cerita  film ini semata bukan terletak pada keelokasn Swiss, melainkan pada cerita dan karakternya. "Swiss indah. Dalam film ini bisa dibilang, Swiss hanya sebatas latar, cerita tetap berjalan sebagaimana mestinya," ucap  Salman lagi.

Proses produksi sendiri dilakukan 100 persen di Swiss selama 26 hari pada akhir 2016. Beberapa lokasi  terkenal  telah ditentukan menjadi tempat proses pengambilan gambar antara lain Thun, Danau Interlaken, Zurich, Bern, Gunung Jungfraujoch.

Para pemain mengaku melakukan berbagai workshop demi mematangkan karakter dalam film ini. Seperti misalnya Ringgo yang harus kursus bahasa, Adinia Wirasti yang ikut serangkaian workshop pembuatan cokelat dan Deva yang harus mempersiapkan diri untuk bernyanyi dalam film dan mengisi soundtrack.

Ringgo Agus Rahman menyebut tokoh Din yang diperankannya  membuat ia perlu belajar bahasa “"Kendala utama sih bahasa. Karena bahasa yang aku pelajari di sini  (Indonesia) sama pas dipakai di sana  (Swiss) beda banget. Malah orang sana enggak ngerti pas aku ngomong," kata Ringgo.

Untuk menyiasati kesulitan tersebut, suami Sabai Morsheck ini mengaku bahwa harus belajar lagi kepada kru lokal yang ada selama proses syuting. "Jadi sampai sana kita belajar lagi, beda sama sebelumnya yang sampai langsung aja syuting. Karena pas di sana ternyata bahasanya ada percampuran Prancis-Jerman dan itu yang bikin aku sama pemain lain sempat bingung," papar Ringgo.

Kendati demikian, Ringgo mengaku hal ini merupakan pengalaman baru sebagai seorang aktor. "Jadi, mungkin ini peran aku paling menantang. Waktu latihan deg-degan banget. Ini tantangan baru untuk jadi aktor yang lebih baik. Karena ini benar-benar baru, apalagi ngomong bareng pemain sana," tutur Ringgo.

Sementara Adinia Wirasti memainkan karakter perempuan muda yang diminta untuk mengurusi perusahaan cokelat milik keluarga. Memiliki pengalaman dalam kuliner khususnya 'jajanan pasar',  karakter yang ia perankan mau tidak mau harus mempelajari pengetahuan tentang cokelat.

"Orangtua maunya, Alya yang meneruskan bisnisnya. Dibekali, di sekolahin ke Swiss, negara yang terkenal dengan jam dan cokelat. Walaupun industrinya banking, yah jam dan cokelat terkenalnya," tambah Adina. Demi peran tersebut, Aktris Terbaik FFI 2013 itu rela belajar memasak. Tidak hanya cokelat saja, tapi dia juga belajar memasak makanan lain.

"Jadi enggak hanya meracik cokelat tapi juga sekolah memasak di sana. Sebenarnya Alya itu suka memasak street food daripada cokelat," jelasnya.

Demi peran tersebut, Aktris Terbaik FFI 2013 itu rela belajar memasak. Tidak hanya cokelat saja, tapi dia juga belajar memasak makanan lain. "Jadi enggak hanya meracik cokelat tapi juga sekolah memasak di sana. Sebenarnya Alya itu suka memasak street food daripada cokelat," jelasnya.

'Satu Hari Nanti'  ditujukan untuk penonton 21 tahun akan segera tayang secara serempak di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 7 Desember 2017. Namun tak hanya di Indonesia saja, rencananya film ini juga akan diputar di bioskop-bioskop di Swiss. XPOSEINDONESIA/NS Foto Dudut Suhendra Putra

More Pictures

Last modified on Thursday, 16 November 2017 07:08
Login to post comments

Film

December 13, 2017 0

Natasha Rizki Ninggalin Keluarga Demi ACI

Aktris Natasha Rizki (24) tahun terpaksa meninggalkan sang...
December 8, 2017 0

“Satu Hari Nanti” Khusus untuk 21 Tahun ke Atas

Film untuk 21 tahun ke atas seperti apa? Tontonlah Satu...
December 7, 2017 0

5 Cowok Jagoan Mengubah Aktor jadi Komedian

"5 Cowok Jagoan " adalah tontonan ringan juga segar. Film...
December 5, 2017 0

Tio Duarte, Mendalami Peran Serius demi Stadhius Schandaal

Kenalkah Anda pada  Tio Duarte? Mungkin nama ini kurang...