'Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak' Tayang di Cannes

15 May 2017

Film 'Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak' (Marlina: The Murderer in Four Acts) yang disutradari Mouly Surya akan tayang perdana di Cannes Film Festival 2017 pada 24 Mei mendatang untuk program Quinzaine des rèalisateurs (Director's Fortnight).  Dalam sejarahnya, Director's Fortnight telah  menemukan dan mengorboitkan  banyak sutradara seperti Werner Herzog, Goorge Lucas, Martin Scorsese, Sofia Coppola dan lain-lain.

 

Terwujud penayangan film garapan Cinesurya ini di festival Cannes berkat beberapa tangan yang turut membantu yakni Kaninga Pictures (Thailand), Sasha & Co Production (Prancis), Astro Shaw (Malaysia), HOOQ Originals (Singapura), Purin Pictures (Thailand) juga Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

“Bekraf turut membantu biaya perjalanan pemain dan kru 'Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak' untuk terbang ke Cannes Film Festival 2017 yang berlokasi di Prancis,” ungkap Triawan Munaf, Kepala Bekraf yang ditemui di Plaza Indonesia XXI, Jakarta Pusat, Jumat (12/5).

Pendapat Triawan diakui  Fauzan Zidni selaku produser film ini. “Di budget pemerintah ada yang namanya budget travel grand yang bisa diakses kalau kita masuk ke beberapa festival. Dan kita dapat dari Bekraf!”

Sebetulnya, telah 12 tahun film karya anak bangsa absen  dalam kegiatan Cannes Film Festival. Sebelum ini film Indonesia yang pernah tayang di Cannes adalah 'Tjoet Nja' Dhien' (1988, Semaine de la Critique), 'Daun di Atas Bantal (1998, Un Certain Regard)', dan 'Serambi (2006, Un Certain Regard)'.

Sutradara Mouly Surya mengungkapkan Garin Nugroho merupakan pencetus ide cerita film ini. "Judul Empat babak itu, karena rangkuman cerita dari mas Garin yang waktu itu terdiri dari empat babak. Tiap babak ada judul dan temanya masing-masing dengan premis yang sama, ada perempuan dan ada pembunuhan," ucapnya.

Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak berkisah tentang seorang janda asal Sumba bernama Marlina (Marsha Timothy) yang memenggal kepala seorang perampok, Markus (Egi Fedly), yang menyatroni rumahnya. Marlina kemudian membawa kepala si perampok dalam sebuah perjalanan ke kantor polisi.


Alur cerita film yang juga dibintangi Yoga Pratama, Dea Panendra, Egi Fedly dan lain-lain  ini akan memperlihatkan potongan kepala ditenteng. Film yang belum lolos dari Badan Sensor Film ketika diberangkatkan ke Cannes ini, dipastikan akan kena gunting ketika masuk bioskop pada Oktober 2017. Mouly mengaku tak gentar jika itu terjadi. “Toh saya punya film asli, yang akan rugi atas pemotongan sensor itu justru penonton!” katanya.

Film yang secara kasat mata terasa memperlihatkan kekerasan  dan terkesan sadis ini,  menurut Mouly, jika sudah ditonton tak akan terkesan sekeras itu.  “Sebenarnya soal sadis atau tidak tergantung hasil diinterpretasi penonton. Tapi ketika penonton membaca di sana ada perlawanan, baru nanti akan akan timbul pertanyaan ini sadis atau tidak. Ada pesan tersirat yang ingin disampaikan. Yakni, kekuatan perempuan. Dalam keadaan terdesak, perempuan dapat menggunakan kekuatannya untuk melindungi diri," titir Mouly. XPOSEINDONESIA/NS Foto Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Monday, 15 May 2017 08:01
Login to post comments

Film

August 22, 2017 0

Dengan Sistem Yang Diperbaharui, Malam Puncak FFI 2017 Digelar di Menado

Panitia Festival Film Indonesia (FFI)  telah mengumunkan...
August 10, 2017 0

Demi Meningkatkan Kesadaran Sensor Digelar Anugerah LSF

Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia akan...
July 17, 2017 0

The Doll 2. : Teror Boneka Penuh Darah 

Di tengah kegandrungan yang meluap terhadap film horor,...
July 17, 2017 0

David Hanan Menguak Perfilman Indonesia

David Hanan, Asisten Senior Research  Associate Studi Film...