'Stip & Pensil' Komedi Anti Bullying

18 April 2017

MD Pictures meluncurkan film terbaru bergenre komedi diberi judul 'Stip & Pensil'.  Film ini mengangkat komedi remaja dengan deretan pemain berlatar belakang stand up comedy. Lihatlah ada Ernest Prakasa, Pandji Pragiwaksono dan Arie Kriting, di samping itu muncul pula Tora Sudiro  Tatjana Saphira, Indah Permatasari, Ardit Erwandha dengan anak jalanan bernama Ucok (Iqbal Sinchan).

 

Film yang disutradarai Ardy Octaviand ini diangkat dari naskah skenario milik Joko Anwar yang telah disimpan selama bertahun-tahun. " Kebetulan, pas Ardy ngoprek laptop  gue, dia nemu skenario ini. Dia minta dan gue bilang ambil saja," ujar Joko saat ditemui di acara Gala Premiere 'Stip & Pensil' di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Awalnya, unsur komedi disusun langsung oleh Ardy. Kemudian, ia minta bantuan Ernest, Ari, dan Bene Dion untuk mengembangkannya. Selain itu, para pemain pun diarahkan berimprovisasi. "Banyak improvisasi  yang dibuat di lapangan. Pandji malah diijinkan menambahkan dialog. Saya memang memberikan ruang untuk berkreasi," ucap Ardy.

Pandji menyetujui pendapat tersebut. "Ardy  minta karakternya diisi, jangan lempeng doang'’ Terus, saya menyesuaikan skrip dan menambahkan karakter," ujar Pandji.

Meski film diarahkan bergenre komedi, plot cerita sendiri diangkat tentang masalah sosial  berrcerita tentang empat anak SMA yang mendapatkan tugas untuk membuat esai tentang kehidupan sosial di sekitar mereka. Merasa kebingungan, mereka dipertemukan dengan Ucok  anak jalanan yang menginspirasi mereka untuk membuat sekolah di kawasan kumuh untuk anak-anak yang bernasib seperti Ucok.

Mereka tergerak untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat kelas bawah dengan mendirikan sekolah jalanan di pemukiman kumuh yang ternyata penuh dengan tantangan dan rintangan.

“Ini pengalaman menarik, untuk memerankan film ini saya harus keluar dari zona nyaman. Di sini saya menajdi  seorang gadis bloon dan telat mikir.  Ia feminin banget dan suka liat Instagram. Kami syuting di lokasi yang bisa dibilang kurang nyaman di saat bulan Ramadhan," ungkap Tatjana Saphira.

Lokasi shooting memang dipilih di bawah flyover di kawasan Jembatan Dua, Pluit. Dengan mengambil plot dan latar tersebut, hal itu menjadi pembelajaran tersendiri bagi para pemain. “Di sana ngak ada ruang tunggu nyaman. Pokoknya seadanya. Tapi saya enjoy dan senang,” Tatjana Saphira.

Film ini ditujukan untuk memperingati Hari Anti-Bullying yang jatuh pada tanggal 4 Mei sebagai bentuk dukungan untuk para korban bullying di sekolah. Seperti apa film 'Stip & Pensil'? Simak langsung di gedung bioskop mulai 19 April 2017 XPOSEINDONESIA/NS Foto Muhamad Ihsan

More Pictures

Login to post comments

Film

October 13, 2017 0

Film Posesif : Ketika Cinta Mengikat dan Menyakiti

Posesif dalam hubungan percintaan awalnya dirasa wajar....
September 17, 2017 0

Ferry Ngebet Nonton Film Chrisye

Ferry Mursyidan Baldan hadir dalam press conference untuk...
September 15, 2017 0

Livi Zheng Garap Dua Film Pendek BRI Life

Sutradara muda Indonesia, Livi Zheng menggarap dua film...
August 22, 2017 0

Dengan Sistem Yang Diperbaharui, Malam Puncak FFI 2017 Digelar di Menado

Panitia Festival Film Indonesia (FFI)  telah mengumunkan...