Demi Meningkatkan Kesadaran Sensor Digelar Anugerah LSF

10 August 2017

Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia akan memberikan penghargaan “Anugerah LSF 2017”. Acara ini digelar untuk meningkatkan kesadaran para pemilik film dalam mematuhi kewajiban kepemilikan STLS (Surat Tanda Lulus Sensor) sebelum materi film dan atau iklan film ditayangkan, sebagaimana diamanatkan dalam UU Perfilman No. 33, Tahun 2009, Pasal 57, ayat (1): “Setiap film dan iklan film yang akan diedarkan dan/atau dipertunjukkan wajib memperoleh surat tanda lulus sensor”.

 

‘Anugerah LSF’ sendiri direncanakan akan digelar rutin setiap tahun. Hal ini diungkapkan  Ketua Komisi Bidang Penyensoran dan Dialog, Imam Suhardjo, bahwa “Anugerah LSF dimaksudkan sebagai wujud apresiasi LSF kepada para pembuat film dan iklan film yang aktif dalam kegiatan Sensor Mandiri, sekaligus meningkatkan kesadaran bagi mereka yang belum patuh soal kewajiban kepemilikan Surat Tanda Lulus Sensor (STLS).” kata Imam di Gedung Film Jakarta Selatan.

LSF periode 2015-2019 sendiri  telah meluncurkan program “Sensor Mandiri”,  yakni ajakan kepada para pemilik film untuk melakukan sensor mandiri saat memproduksi film-filmya. Dalam arti, selalu memperhatikan rambu-rambu terkait kriteria penyensoran sebagaimana yang telah diamanatkan pada Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2014 Tentang Lembaga Sesor Film, terutama Pasal 30 sampai dengan Pasal 36.

Pembuat film diajak untuk memperhatikan konten tayangan dan melakukan swa-sensor sesuai kategori target penonton, tanpa perlu menunggu koreksi dari LSF sewaktu film didaftarkan untuk sensor. Selain itu, khalayak penonton juga diajak untuk memperhatikan kategori usia suatu film. Ada empat kategori, yaitu Semua Umur (SU), 13+, 17+, dan 21+. Film yang dimaksud di sini adalah tayangan film bioskop, film televisi, dan serial televisi.

Untuk Anugerah LSF pertama, Imam bertindak sebagai ketua panitia pengarah. Rommy Fibri Hardianto, Ketua Sub Komisi Bidang Hukum, bertindak sebagai juru bicara. Sementara itu Arturo Gunapriatna , Ketua Sub Komisi Bidang Dialog, bertindak sebagai koordinator tim juri.

Proses penilaian film akan digelar pada  bulan Oktober 2017 melalu diskusi yang melibatkan anggota dan tenaga sensor LSF. Film yang masuk penilaian adalah semua film yang telah dinyatakan lulus sensor sepanjang 2016 hingga akhir September 2017. Tim juri LSF akan melakukan kurasi selama 1-8 Oktober 2017. Tahap penjurian berlangsung selama lima hari dari 9-13 Oktober 2017. Sementara acara penghargaan akan diadakan pada Sabtu 28 Oktober 2017.

Aspek penilaian utama tentu saja soal penyensoran. Film yang dinilai 'paling bersih' dan minim perdebatan dalam proses penyensoran LSF akan menjadi prioritas dewan juri. Aspek kedua adalah soal unsur edukasi dan kearifan lokal. Lalu aspek ketiga adalah susunan pekerja kreatif yang lebih mengutamakan orang lokal.

"Kemungkinan (pemenang adalah film yang) paling sedikit melanggar, paling sedikit dapat teguran. Kemungkinan itu. Kami bukan festival film ya. Kalau festival yang dinilai artisnya, skenario, penulisan, dan sebagainya. Kita enggak," ujar Imam.

"Itu antara lain. Tadi juga disebutkan, paling banyak memakai konten dalam negeri misalnya. Karena yang disebut kearifan lokal (Indonesia) itu sangat kaya, dan orang-orang sudah mulai bikin film seperti itu. Kami ingin konten lokal lebih diangkat," lanjut Imam.

Penyensoran pada tayangan  audio dan visual tentu merujuk pada hal seputar seks, kekejaman, darah, dan hal-hal yang dianggap terlalu vulgar. Yang jadi pertanyaan apakah film dengan kategori semua umur, akan menang, sementara film berkategori 17+ atau 21+ yang dipenuhi elemen kekerasan akan tersingkir. "Belum tentu. Perspektif sensor kan beda. Kalau memang bersih, sudah tahu (tayangan) ini untuk 21 tahun ke atas, dan film ini bagus, mengangkat kultur lokal, mengapa tidak kita menangkan," kata Arturo, Ketua Sub Komisi Bidang Dialog, bertindak sebagai Koordinator Tim Juri..

Masihd alam program yang sama, LSF juga mengadakan lomba karya bertema Sensor Mandiri bagi publik. Ada penulisan artikel, poster layanan masyarakat, dan iklan layanan masyarakat. Keterangan  tentang persyaratan lomba bisa diakses http://lsf.go.id/publik/content/598819f372c23 dan http://lsf.go.id/publik/content/598819f372c23 XPOSEINDONESIA Foto : Dudut Suhendra Putra

More Pictures



 




Last modified on Thursday, 10 August 2017 07:43
Login to post comments

Film

October 13, 2017 0

Film Posesif : Ketika Cinta Mengikat dan Menyakiti

Posesif dalam hubungan percintaan awalnya dirasa wajar....
September 17, 2017 0

Ferry Ngebet Nonton Film Chrisye

Ferry Mursyidan Baldan hadir dalam press conference untuk...
September 15, 2017 0

Livi Zheng Garap Dua Film Pendek BRI Life

Sutradara muda Indonesia, Livi Zheng menggarap dua film...
August 22, 2017 0

Dengan Sistem Yang Diperbaharui, Malam Puncak FFI 2017 Digelar di Menado

Panitia Festival Film Indonesia (FFI)  telah mengumunkan...