Usai Berjaya di Dalam Negeri, “Salawaku” Berlaga di Jepang

18 October 2016


Setelah meraih penghargaan untuk kategori Apresiasi Film Cerita Panjang Bioskop lewat ajang Apresiasi Film Indonesia 2016, film "Salawaku"  yang merupakan debut penyutradaraan  bagi Pritagita Arianegara, kembali  merebut sukses besar lewat ajang Festival Film Indonesia (FFI). Kali ini  masuk dalam  delapan nominasi FFI untuk kategori Film Terbaik (Kamala Films, produser Ray Zulham, Mike Julius), Sutradara Terbaik (Pritagita Arianegara), Pemeran Pembantu Pria Terbaik (Jflow Matulessy), Pemeran Pembantu Wanita Terbaik (Raihaanun), Pemeran Anak Terbaik (Elko Kastanya), Pengarah Sinematografi Terbaik (Faozan Rizal), Penata Musik Terbaik (Thoersi Argeswara), dan Lagu Tema Film Terbaik (Imaji Sunyi, Musik: Niko Veryandi, Lirik: Siska Salma.

 

Tak cuma di dalam negeri, Salawaku siap berlaga di Jepang, dalam pada ajang Tokyo International Film Festival (TIFF) 25 Oktober-3 November 2016. Film ini akan berlaga dalam kategori Asian Future. Menjadi arena perdana ditayangkan di depan publik, TIFF sekaligus merupakan tempat untuk World Premiere mereka.

“Salawaku”  berkisah tentang perjalanan dua orang berbeda usia, yakni karakter Salawaku dan Saras yang  berbeda usia,  berbeda kepentingan dan berbeda sifat dimulai. Hingga muncul Kawanua, kakak angkat Salawaku yang menyusul Salawaku. Salawaku menerima Kawanua dalam perjalanan mereka karena percaya pada lelaki tersebut. Kebaikan Kawanua membutakan mata Saras dan Salawaku. Saras perlahan melupakan patah hatinya dan mengalihkan rasanya pada Kawanua. Hingga di satu titik Salawaku menyadari mereka menjauhi Piru, kota dimana kabarnya kakak Salawaku yaitu Binaiya berada. Berbagai konflik dan drama menyertai kisah perjalanan mereka sebelum bertemu Binaiya. Dua sosok itu kini melangkah menjauh sebagai dua manusia yang tidak lagi sama.

Diarahkan sutradara Pritagita Arianegara (sebelumnya menjadi asisten sutradara Teddy Soeriaatmadja dan Ismail Basbeth).  Salawaku diperkuat oleh sejumlah pemain yang cukup punya nama. Mereka ada Karina Salim, Raihaanun, JFlow Matulessy, Shafira Umm, dan pendatang baru Elko Kastanya. Kemudian di balik kamera ada nama Faozan Rizal.

Proses syuting berjalan antara Juni-Juli 2015 silam. Tepat pada momentum bulan puasa. Seperti diakui oleh aktris Karina Salim proses itu lumayan berat. “Syuting nonstop, cuacanya panas banget,” tuturnya. Ditambah faktor cuaca yang acap kurang bersahabat. Namun dia tetap bertahan  di lokasi demi tuntasnya proyek ini.

Lantas apa kelebihan Salawaku? Tata fotografi sudah pasti, ada nama Faozan Rizal di sana. Film ini memang diniatkan untuk menjual eksotisme pesona alam Maluku. Seram Bagian Barat memang memiliki tempat-tempat yang menakjubkan, selain kearifan lokal yang terjaga baik. Demikian alasan produser memilih syuting di sana. Tidak segan tim produksi mengambil risiko memasang set di tengah laut dan di dalam gua.Namun faktor cerita tetap menjadi perhatian utama. Terdapat nama Iqbal Fadly dan Titien Wattimena di sana yang siap mengharu biru emosi penonton.

Proyek drama road movie ini berlokasi di Maluku, tepatnya di kota Piru, ibukota kabupaten Seram Bagian Barat. Proses syuting dilakoni antara Juni-Juli 2015 silam. Tepat pada momentum bulan puasa. Seperti diakui oleh aktris Karina Salim proses itu lumayan berat. “Syuting nonstop, cuacanya panas banget,” tuturnya. Ditambah faktor cuaca yang acap kurang bersahabat. Namun dia tetap bertahan  di lokasi demi tuntasnya proyek ini.
Mestinya Salawaku rilis di bioskop Oktober ini. Lantaran ikut festival di mancanegara, rencana itu tertunda sampai awal tahun depan. Jadi, penonton harap bersabar sejenak XPOSEINDONESIA/NS Foto : dok

More Pictures

Last modified on Tuesday, 18 October 2016 05:33
Login to post comments

Film

November 19, 2017 0

Bagiono Prabowo Raih Gelar dari Brazil dan Kutai

Ketua Umum Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo)...
November 16, 2017 0

Satu Hari Nanti : Mencari Esensi Cinta & Kehidupan

Rumah Film bersama dengan Evergreen Pictures memproduksi...
November 13, 2017 0

Deddy Corbuzier Nyanyi untuk Soundtrack Film Knight Kris

Sebuah film animasi baru bertajuk Knight Kris  bakal...
November 3, 2017 0

Wage Proses kreatif ‘Indonesia Raya’ 3 Stanza

Wage atau Wage Rudolf Supratman, biasa ditulis WR...