What's On (125)

29 May 2016 Published in What's On

Buku  berjudul “Selamat Makan – Let’s Cook Indonesian Food” yang diterbitkan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan disusun tim Spice it Up! Indonesia yang merupakan tim Kuliner Guest of Honour Frankfurt Book Fair 2015, berpeluang kuat menjadi salah satu dari buku terbaik Gourmand World Cookbook Awards 2016.

11 May 2016 Published in What's On

Bandara Matahora, Wakatobi di Pulau Wangi Wangi, Minggu, pada 7 Mei 2016 diresmikan Menteri Perhubungan RI Ignatius Jonan dan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya. Dengan demikian, akses ke salah satu dari 10 Top Destinasi Prioritas itu semakin terbuka. Menuju bandara ini bisa dilakukan dengan penerbangan langsung dari Ngurah Rai Denpasar Bali, dan Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta. "Bandara ini memang dibangun untuk memperkuat akses pariwisata Wakatobi," ucap Menhub Ignatius Jonan saat memberikan sambutannya.

Jika dilihat dari jumlah penduduk Wakatobi yang hanya  berjumlah 125 ribu, sebenarnya belum layak dibangun bandar udara di Wakatobi. Tetapi, karena Wakatobi didesain sebagai kawasan wisata bahari, dengan target 500.000 wisman di 2019, maka akses udara tidak bisa ditawar-tawar, harus ada. "Nanti dilihat progresnya, kalau cepat bertumbuh, tahun depan 2017 kita anggarkan untuk perpanjangan landasan dari 2.000 meter ke 2.400 meter. Lebar dari 30 meter ke 45 meter," kata Jonan yang mantan Dirut PT KAI itu.

Dengan begitu pesawat berbadan gemuk, Boeing 737-200, 300, 500, 800 sampai 900 bisa landing dan membawa wisman lebih banyak. Saat ini, hanya Wings Air dengan tipe ATR72-500/600 yang setiap hari secara reguler terbang dari Kendari-Wakatobi. Juga ada Aviastar dengan tipe pesawat Cesana, angkutan perintis setiap Rabu. "Bandara ini terlalu lama proses membangunnya, sejak 2007! Sekarang membangun bandara itu maksimal 2-3 tahun. Kalau hanya menyempurnakan saja seperti ini, maksimal 12 bulan selesai," ujar Jonan, yang tahun ini menyelesaikan 15 bandara baru.

Bandara Matahora yang terletak di desa Matahora, kecamatan Wangi-Wangi Selatan ini memang unik. Pertama kali diterbangi Susi Air dengan pesawat Caravan C206D berkapasitas 12 seats. Keunikan itu diceritakan dengan lugas dan blak-blakan oleh Bupati Wakatobi Hugua saat memberi sambutan selamat datang. "Dulu saya dilantik bupati pertama kali oleh Gubernur Sultra, bertiga sama sopir mencari lahan untuk airport. Kami letakkan batu pertama dulu, lalu kami bertiga bertepuk tangan sendiri. Tidak ada orang lain, seolah-olah ada ribuan manusia di situ," ucap Hugua yang langsung mengundang tawa.

Setelah itu, Hugua ke Kemenhub di Jakarta. Dia bertanya, bagaimana bisa membuat bandara? Dijawab oleh pejabat di sana, "Tidak bisa! Pemerintah tidak ada rencana membangun airport di Wakatobi!" begitu kata Hugua menirukan sang pejabat. "Lho, saya ingin bangun bandara pakai duit APBD sendiri kok, mengapa nggak boleh?" tanya Hugua heran.

Baru sadar Hugua, ternyata membangun airport itu tidak seperti membuat terminal piti-piti, atau angkutan umum. Asal dibangun landasan, sudah! Ketika bandara itu hendak diresmikan pun, ada persoalan besar, ketika Kemenhub bertanya, "Kepala Bandaranya siapa?"

"Saya heran, lho bandara itu harus ada kepalanya to?" Hugua balik bertanya. Keluguan dan ketidaktahuan Hugua itu betul-betul membuat tertawa audience di Bandara Matahora itu.
Dia juga menceritakan dengan logat Wakatobi campur Ambon yang khas. "Hari ini saya bangga, bandara ini akhirnya dituntaskan oleh Kemenhub di era Pak Jonan. Terima kasih Pak Jonan," katanya, menjelang masa akhir kepemimpinannya.

Hugua sudah membawa Wakatobi dikenal di seluruh penjuru dunia. Dia gigih memperjuangkan nama Wakatobi di pentas wisata maritime dunia. "Wakatobi itu memiliki 942 species ikan, Laut Merah itu hanya 500 spesies, dan Karibia hanya 50 spesies saja! Wakatobi punya 90.000 hektar luas terumbu karang dan terluas di dunia. Ada 750 species karang dari 850 species karang yang ada di dunia," ungkap Hugua.

Dia juga menjelaskan Wakatobi adalah kepulauan dengan empat pulau besar, yakni Wangi Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Di Kaledupa, ada karang atol 48 km, terpanjang di dunia. "Kami senang, Pak Menhub dan Pak Menpar akan mengusahakan penerbangan Jakarta-Denpasar-Wangi Wangi. Kami semakin optimis pariwisata Wakatobi akan maju," ungkapnya.

Menpar Arief Yahya mengungkapkan, akses itu satu dari tiga syarat mutlak pengembangan destinasi pariwisata. Rumusnya 3A, akses, atraksi dan amenitas. "Akses itu vital, karena hampir 100 persen wisman berkunjung ke Indonesia melalui jalur udara. Hanya sebagian kecil yang melalui penyeberangan laut, terutama di Batam-Bintan dari Singapore. "Karena itu untuk mendapatkan 20 juta wisman di 2019, pariwisata menjadi leading sector, dan Wakatobi harus berkelas dunia. Standar pelayanannya pun harus global standart. Maka bandara Matahora ini otomatis harus berstandar internasional," jelas Arief Yahya.

Mantan Dirut PT Telkom itu menyebut ke depan Wakatobi tidak bisa berdiri sendiri, harus membentuk DPN -- Daerah Pariwisata Nasional-- Sulawesi Tenggara. Harus bersama dengan Kota Baubau, Kab Buton, Buteng, dan lainnya. Agar semua potensi wisata yang ada kawasan itu optimal semua. "Yang pasti, keberhasilan pembangunan pariwisata itu sangat tergantung pada komitmen CEO, atau bupatinya," ungkap Arief Yahya.

Apa yang akan dilakukan oleh Kemenpar terhadap Wakatobi? Pertama, dari sisi pemasaran, akan dipromosikan di seluruh dunia, destinasi Wakatobi akan dibranding di semua channel media internasional.

Kedua, dari sisi destinasi, akan dikembangkan 3 zona wisata bahari, yakni costal zone (pantai), sea zone atau wisata dari pulau ke pulau dengan yacht dan cruise. Dan underwater zone, atau wisata bawah laut. "Dari tiga kategori itu, Wakatobi masuk semua! Wakatobi satu satunya destinasi wisata bahari yang dapat hattrick," ungkap Menpar.
Seperti diketahui, ada 10 top destinasi prioritas yang sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo. Diantaranya tujuh berbasis bahari, yakni Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Pulau Seribu Jakarta, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. Tiga yang lain, non bahari adalah Danau Toba Sumut, Borobudur Jateng dan Bromo Tengger Semeru Jatim. (Biro Hukum dan Komunikasi Publik)

More Pictures

15 March 2016 Published in What's On

Eny Sulistyowati, SPd, SE, pendiri event organizer Tri Ardhika Production menyebut masyarakat Indonesia, berada dalam persimpangan dua kultur. Di satu sisi memegang nilai tradisi dan di sisi lain harus menerima nilai modern, dari kultur asing yang mendunia.

12 March 2016 Published in What's On

Cinemaxx Global Pasifik (Cinemaxx), sebuah jaringan bioskop di bawah bendera Lippo Group yang mulai beroperasi sejak tahun 2014, meresmikan Cinemaxx Junior, bioskop pertama yang didesain sepenuhnya untuk anak-anak.

04 March 2016 Published in What's On

Sepanjang dua tahun berturut-turut, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyabet gelar Men’s Obsession Award 2016 sebagai Best Individual Achievers dalam kategori Ministers. Penghargaan ini sudah diberikan sejak tahun 2004. Dan diberikan kepada tokoh-tokoh yang tergolong achievers atau pribadi yang punya program dan selalu ingin mencapai lebih, memiliki sasaran jelas dan terukur, serta menyimpan obsesi-obsesi besar ke depan.

21 February 2016 Published in What's On

Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri Grand Launching Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi, Akademi, dan Politeknik Pariwisata (SBM-STAPP) di Polteknik Pariwisata Makassar, 19 Februari 2016.

17 February 2016 Published in What's On

Kementerian Pariwisata merilis tiga jenis TV Commercial (TVC). Masing-masing berjudul "Ini Cara Kita", “Wonderful Indonesia” dan “15 Destinasi Pesona Indonesia”. Ketiga materi iklan akan diputar di 55 bioskop yang tersebar di 14 kota besar Indonesia.

11 February 2016 Published in What's On

Setelah dua periode kepemimpinan, Organisasi Persatuan Karyawan Film dan Televisi Indonesia (KFT)  seolah “tertidur”,   kini KFT mencoba bangkit lagi.  “Ini terutama dalam rangka menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),”: ungkap  Febryan Adithya SE, M.Sn, Ketua   Umum KFT 2015-2019  kepada wartawan di lantai IV, Gedung Pusat  Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan.

09 February 2016 Published in What's On

Deddy Corbuzier akhirnya menangkap hater yang memberikan komentar kasar dirinya dan Chika Jessica di Instagram. Bertempat di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Deddy dan Chika membeberkan bagaimana ia bisa menangkap Antho Nugroho, pria asal Jambi tersebut. Deddy juga  menjelaskan kenapa bersikeras mencari hater yang sudah meninggalkan komentar kasar di Instagram itu.

05 February 2016 Published in What's On

Kepengurusan Forwan (Forum Wartawan Hiburan) Indonesia untuk masa bakti 2016-2020 , terbentuk. Dan  segera akan digelar Rapat Kerja (Raker) di Sukabumi Jawa Barat, pada Maret 2016.  Para pengurus ini sekaligus mempersiapkan acara Ulang Tahun Ke-2 Forwan, yang dirancang diselenggarakan di Jakarta, April 2016. “Momentum ulang tahun akan diisi dengan acara pameran  foto, lelang barang milik artis, kegiatan sosial ‘Berbagi dan Peduli’, serta diskusi menyoal, ‘Industri Hiburan Indonesia Dalam Momentum Asean Economy Community,” ungkap Sutirsno Buyil, Ketua Umum Forwan di Jakarta, Rabu (03/02/2016).