What's On (117)

25 December 2016 Published in What's On

Jakarta bakal punya tenun dan songket. Perancang Anna Mariana akan memelopori kehadirannya.  Hal ini terungkap dalam kunjungan Bamus Betawi ke Butiq Anna Mariana di Pondok Indah 24/12. Kunjungan Bamus ini dalam rangka membedah soal tenun dan songket, lebih khusus untuk mengembangkan tenun songket Betawi. 

19 December 2016 Published in What's On

Designer tenun dan songket Bali, Anna Mariana SH MBA kembali mendandani Hetty Koes Endang dan Marissa Haque untuk penampilan mereka di acara ‘Golden Memories’ episode special "Goodbye 2016", yang akan tayang di Indosiar pada 31 Desember 2016.  Kedua tokoh populer itu mengenakan  kostum dari tenun Rangrang Bali dengan model senada, namun berbeda warna;. Hetty mengenakan pink kuat, sementara Marissa Gold 24 Karat.

26 August 2016 Published in What's On

Saluran dalam menciptakan  kreativitas  anak muda Indonesia  makin terbuka lebar, dengan diadakannya  kompetisi kreatif yang digagas BlackXperience.com.Ini merupakan ajang kompetisi inovasi dan kreatifitas dari Blacklnnovation yang kedua. Setelah sebelumnya diselenggarakan pada 2015.

25 June 2016 Published in What's On

AEON Mall  Indonesia semakin berkilau. Dengan bekerja sama dengan MCIP Holding Co, Ltd,  pada 25 Juni 2016 keduanya membuka “Kawaiian Café” di area Food Culture, Ground Floor AEON Mall BSD City .

15 June 2016 Published in What's On

Indonesia Display Warehouse (IDW) yang bergerak di bidang pengembangan potensi pasar global bagi pelaku usaha Indonesia, membuka kesempatan kepada entrepreneur dalam negeri untuk mengembangkan produk di kota Bussel, Swiss lewat biaya yang cukup terjangkau. Rencananya IDW akan membuka lokasi ruang pameran dan dagang terbaru pada September 2016 di Swiss, tepatnya di kawasan komersial Freire Strasse 50,4001 Basel Switzerland.

30 May 2016 Published in What's On

Setiap pria dan wanita dewasa, ingin tetap terlihat memiliki wajah fresh, tanpa keriput. Khusus bagi para pria dewasa,  mereka sangat menolak adanya kebotakan. Menjadi tampan, cantik tetap awet muda memang  impian setiap orang. Untuk itu, mereka sering merogoh kocek lebih dalam untuk berbelanja kosmetik dan perawatan tubuh.

29 May 2016 Published in What's On

Buku  berjudul “Selamat Makan – Let’s Cook Indonesian Food” yang diterbitkan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan disusun tim Spice it Up! Indonesia yang merupakan tim Kuliner Guest of Honour Frankfurt Book Fair 2015, berpeluang kuat menjadi salah satu dari buku terbaik Gourmand World Cookbook Awards 2016.

11 May 2016 Published in What's On

Bandara Matahora, Wakatobi di Pulau Wangi Wangi, Minggu, pada 7 Mei 2016 diresmikan Menteri Perhubungan RI Ignatius Jonan dan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya. Dengan demikian, akses ke salah satu dari 10 Top Destinasi Prioritas itu semakin terbuka. Menuju bandara ini bisa dilakukan dengan penerbangan langsung dari Ngurah Rai Denpasar Bali, dan Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta. "Bandara ini memang dibangun untuk memperkuat akses pariwisata Wakatobi," ucap Menhub Ignatius Jonan saat memberikan sambutannya.

Jika dilihat dari jumlah penduduk Wakatobi yang hanya  berjumlah 125 ribu, sebenarnya belum layak dibangun bandar udara di Wakatobi. Tetapi, karena Wakatobi didesain sebagai kawasan wisata bahari, dengan target 500.000 wisman di 2019, maka akses udara tidak bisa ditawar-tawar, harus ada. "Nanti dilihat progresnya, kalau cepat bertumbuh, tahun depan 2017 kita anggarkan untuk perpanjangan landasan dari 2.000 meter ke 2.400 meter. Lebar dari 30 meter ke 45 meter," kata Jonan yang mantan Dirut PT KAI itu.

Dengan begitu pesawat berbadan gemuk, Boeing 737-200, 300, 500, 800 sampai 900 bisa landing dan membawa wisman lebih banyak. Saat ini, hanya Wings Air dengan tipe ATR72-500/600 yang setiap hari secara reguler terbang dari Kendari-Wakatobi. Juga ada Aviastar dengan tipe pesawat Cesana, angkutan perintis setiap Rabu. "Bandara ini terlalu lama proses membangunnya, sejak 2007! Sekarang membangun bandara itu maksimal 2-3 tahun. Kalau hanya menyempurnakan saja seperti ini, maksimal 12 bulan selesai," ujar Jonan, yang tahun ini menyelesaikan 15 bandara baru.

Bandara Matahora yang terletak di desa Matahora, kecamatan Wangi-Wangi Selatan ini memang unik. Pertama kali diterbangi Susi Air dengan pesawat Caravan C206D berkapasitas 12 seats. Keunikan itu diceritakan dengan lugas dan blak-blakan oleh Bupati Wakatobi Hugua saat memberi sambutan selamat datang. "Dulu saya dilantik bupati pertama kali oleh Gubernur Sultra, bertiga sama sopir mencari lahan untuk airport. Kami letakkan batu pertama dulu, lalu kami bertiga bertepuk tangan sendiri. Tidak ada orang lain, seolah-olah ada ribuan manusia di situ," ucap Hugua yang langsung mengundang tawa.

Setelah itu, Hugua ke Kemenhub di Jakarta. Dia bertanya, bagaimana bisa membuat bandara? Dijawab oleh pejabat di sana, "Tidak bisa! Pemerintah tidak ada rencana membangun airport di Wakatobi!" begitu kata Hugua menirukan sang pejabat. "Lho, saya ingin bangun bandara pakai duit APBD sendiri kok, mengapa nggak boleh?" tanya Hugua heran.

Baru sadar Hugua, ternyata membangun airport itu tidak seperti membuat terminal piti-piti, atau angkutan umum. Asal dibangun landasan, sudah! Ketika bandara itu hendak diresmikan pun, ada persoalan besar, ketika Kemenhub bertanya, "Kepala Bandaranya siapa?"

"Saya heran, lho bandara itu harus ada kepalanya to?" Hugua balik bertanya. Keluguan dan ketidaktahuan Hugua itu betul-betul membuat tertawa audience di Bandara Matahora itu.
Dia juga menceritakan dengan logat Wakatobi campur Ambon yang khas. "Hari ini saya bangga, bandara ini akhirnya dituntaskan oleh Kemenhub di era Pak Jonan. Terima kasih Pak Jonan," katanya, menjelang masa akhir kepemimpinannya.

Hugua sudah membawa Wakatobi dikenal di seluruh penjuru dunia. Dia gigih memperjuangkan nama Wakatobi di pentas wisata maritime dunia. "Wakatobi itu memiliki 942 species ikan, Laut Merah itu hanya 500 spesies, dan Karibia hanya 50 spesies saja! Wakatobi punya 90.000 hektar luas terumbu karang dan terluas di dunia. Ada 750 species karang dari 850 species karang yang ada di dunia," ungkap Hugua.

Dia juga menjelaskan Wakatobi adalah kepulauan dengan empat pulau besar, yakni Wangi Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Di Kaledupa, ada karang atol 48 km, terpanjang di dunia. "Kami senang, Pak Menhub dan Pak Menpar akan mengusahakan penerbangan Jakarta-Denpasar-Wangi Wangi. Kami semakin optimis pariwisata Wakatobi akan maju," ungkapnya.

Menpar Arief Yahya mengungkapkan, akses itu satu dari tiga syarat mutlak pengembangan destinasi pariwisata. Rumusnya 3A, akses, atraksi dan amenitas. "Akses itu vital, karena hampir 100 persen wisman berkunjung ke Indonesia melalui jalur udara. Hanya sebagian kecil yang melalui penyeberangan laut, terutama di Batam-Bintan dari Singapore. "Karena itu untuk mendapatkan 20 juta wisman di 2019, pariwisata menjadi leading sector, dan Wakatobi harus berkelas dunia. Standar pelayanannya pun harus global standart. Maka bandara Matahora ini otomatis harus berstandar internasional," jelas Arief Yahya.

Mantan Dirut PT Telkom itu menyebut ke depan Wakatobi tidak bisa berdiri sendiri, harus membentuk DPN -- Daerah Pariwisata Nasional-- Sulawesi Tenggara. Harus bersama dengan Kota Baubau, Kab Buton, Buteng, dan lainnya. Agar semua potensi wisata yang ada kawasan itu optimal semua. "Yang pasti, keberhasilan pembangunan pariwisata itu sangat tergantung pada komitmen CEO, atau bupatinya," ungkap Arief Yahya.

Apa yang akan dilakukan oleh Kemenpar terhadap Wakatobi? Pertama, dari sisi pemasaran, akan dipromosikan di seluruh dunia, destinasi Wakatobi akan dibranding di semua channel media internasional.

Kedua, dari sisi destinasi, akan dikembangkan 3 zona wisata bahari, yakni costal zone (pantai), sea zone atau wisata dari pulau ke pulau dengan yacht dan cruise. Dan underwater zone, atau wisata bawah laut. "Dari tiga kategori itu, Wakatobi masuk semua! Wakatobi satu satunya destinasi wisata bahari yang dapat hattrick," ungkap Menpar.
Seperti diketahui, ada 10 top destinasi prioritas yang sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo. Diantaranya tujuh berbasis bahari, yakni Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Pulau Seribu Jakarta, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. Tiga yang lain, non bahari adalah Danau Toba Sumut, Borobudur Jateng dan Bromo Tengger Semeru Jatim. (Biro Hukum dan Komunikasi Publik)

More Pictures

15 March 2016 Published in What's On

Eny Sulistyowati, SPd, SE, pendiri event organizer Tri Ardhika Production menyebut masyarakat Indonesia, berada dalam persimpangan dua kultur. Di satu sisi memegang nilai tradisi dan di sisi lain harus menerima nilai modern, dari kultur asing yang mendunia.

12 March 2016 Published in What's On

Cinemaxx Global Pasifik (Cinemaxx), sebuah jaringan bioskop di bawah bendera Lippo Group yang mulai beroperasi sejak tahun 2014, meresmikan Cinemaxx Junior, bioskop pertama yang didesain sepenuhnya untuk anak-anak.