Julia Perez Wafat Dalam Tidur dan Tersenyum

10 June 2017
Film "Gending Sriwijaya" diputar di Indonesia Movie Week pada 2-7 Juni dengan menggunakan teks berbahasa Kroasia, Foto : Teguh Imam Suryadi Film "Gending Sriwijaya" diputar di Indonesia Movie Week pada 2-7 Juni dengan menggunakan teks berbahasa Kroasia, Foto : Teguh Imam Suryadi

Film “Gending Sriwijaya’ (produksi Putar Film Production bekerjasama dengan Pemprov Sumatra Selatan pada  2013)  yang dua kali diputar  di (Zagreb dan Split) dalam Indonesian Movie Week  (MW) Kroasia 2017 seakan jadi  ‘panggung’ terakhir bagi Julia Perez yang wafat pada Sabtu, 10 Juni 2017, pukul 11.12 WIB.

Dhoni Ramadhan, produser film ‘Gending Sriwijaya’ menyebut Julia sudah mengetahui film ini akan diikut sertakan dalam IMW 2017. “ Pada Januari lalu, saat Jupe masuk rumah sakit selepas pulang Umroh, saya menengok Jupe  di Rumah Sakit dan mengabarkan film ini akan diputar di Kroasia. Jupe sangat bersemangat mendengar kabar itu. Ia bahkan bilang, siap berangkat, ‘Jupe harus sembuh,” ujar Dhoni menirukan niat Jupe.

Namun kenyataan berkata lain, Jupe masih terbaring di rumah sakit, ketika rombongan film “Gending Sriwijaya” (Hanung Bramantio), bersama  film “Sunya” (Harry Dagoe),  ‘Labuan Bajo (Lola Amaria) dan ‘Tiga Titik’ (Bobby Prabowo) berangakat ke Kroasia dari tanggal 2-7 Juni 2017. Dan sudah menjadi  suratan takdir,  Jupe wafat sehari setelah rombongan  film kembali ke Jakarta pada 10 Juni 2017. “

‘Gending Sriwijaya’, boleh disebut sebagai film berkualitas buat Jupe. Di bawah arahan sutradara Hanung Bramantio, Jupe berakting sempurna. Ia tidak melulu  dikedepankan sebagai aktris yang mengandalkan kemolekan tubuh yang selama ini menjadi trademark-nya.  Namun juga dituntut berakting sempurna sebagai jagoan cewek  pintar berkelahi bernama Malini.

Lewat akun Instagram, Hanung Bramantyo mengenang Jupe saat  menjalani syuting film ‘Gending Sriwijaya’. “Gue ngak mau pakai stuntman. Semua adengan bahaya, gue mau lakuin sendiri!’ begitu awal tulisan Hanung  menirukan ucapan Jupe. Hanung kemudian melanjutkan postingnya bernada  pujian untuk almarhum Jupe. “Dia  tak cuma professional, on time, gak manja dan melayani. Tapi dia juga kuat. Sangat kuat, sampai terakhir kali berjumpa dengannnya di Rumah Sakit. Mungkin Allah menyayangi orang-orang yang kuat seperti Jupe buat disandingkan denganNya. Selamat jalan sahabat. Aku yang lemah ini akan terus mengenangmu… selamanya!”

‘Gending Sriwijaya’ bisa disebut sebagai film kebanggaan bagi almarhum. Dari film ini, Jupe mendapat pengakuan sebagai aktris sesungguhnya. Ia berhasil mendapatkan 3 predikat Aktris Terbaik lewat Festival Film Bandung, Piala Maya dan Bali Internasional  Film Festival 2014.

Dhoni Ramadhan menyebut film ‘Gending Sriwijaya’ bagi Jupe  “Menjadi karya terakhirnya yang mendunia melalui Indonesian Movie Week. “

Populer Lewat Horor & Dangdut

Sepanjang hidupnya, Jupe  telah bermain dalam beberapa judul film, di antaranya 'Nagabonar Jadi 2' (2007), 'Susahnya Jadi Perawan' (2008),  kemudian ia banyak bermain untuk film horror yang menonjolkan lekuk tubuhnya seperti Kuntilanak Kamar Mayat (2009), Bukan Cinta Biasa (2009), Mau Dong Ah (2009), Jeritan Kuntilanak (2009), Suami Suami Takut Istri (2009), Sst...Jadikan Aku Simpanan (2010), Te(Rekam) (2010), Istri Bo'ongan (2010), Arwah Goyang Jupe-Depe (2011), Kuntilanak Kesurupan (2011), Pocong Minta Kawin (2011), Rumah Bekas Kuburan (2012), Bangkit dari Kubur (2012), Kutukan Arwah Santet (2012).

Di bidang musik, Jupe tercatat memiliki 4 album musik, mulai dari 8 'Kamasutra' (2008), 'Aku Rapopo' (2014), 'Dangdut Galau 2016' (2016), dan 'The Best of Julia Perez' (2016). Beberapa single seperti 'Belah Duren' pun telah menjadi hits di Indonesia.

Yuli Rachmawati lahir di Jakarta, 15 Juli 1980 dari pasangan almarhum Angkasa Jaya dan Sri Wulansih. Ia anak pertama dari 3 bersaudara, yakni Nia Anggia dan Della Wulan Astreani.

Sebelum berprofesi sebagai artis, ia kuliah dengan jurusan sekretaris di Sekolah Tinggi Komunikasi Interstudi untuk program D1.  Julia kemudian terbang ke Belanda dan bertemu dengan Damien Perez. Mereka menikah 7 Oktober 2012 dan tinggal di Prancis. Dari sinilah nama Perez kemudian menempel pada namanya. Pasangan ini pulang ke Indonesia. Namun sayang, hubungan keduanya putus  dengan perceraian. Julia kemudian  makin fokus menggeluti dunia selebriti dengan tampil di berbagai talkshow, program televisi, hingga jadi penyanyi dangdut.

Awal 2009,   media mencium kabar, Jupe tengah menjalin hubungan asmara dengan pemain sepak bola berdarah Argentina dari klub Persiba, Gaston Castaño. Hubungan itu ditentang sang ibunda. Perjalanan kemudian memperlihatkan hubungan mereka  yang pisah  nyambung beberapa kali. Bahkan lewat sejumlah infotainmen, keduanya melakukan pemotretan pre wedding. Meskipun kemudian muncul berita keduanya putus baik-baik.

Di tengah persoalan itu , mantan suami pertama  Julia menggugat ke pengadilan penggunaan nama Perez  yang masih melekat, , namun ia akhirnya bisa tetap menggunakan nama tersebut.

Meski banyak persoalan menghadangnya, Jupe  terlihat sebagai perempuan yang kuat dan bersemangat untuk meneruskan pendidikan.  Terbukti, ia melanjutkan kuliah mengambil Strata 1 jurusan Ilmu Hukum di Universitas Bung Karno. Untuk penulisan skripsi, Jupe menjadikan pengalaman pribadinya sebagai topik skripsi. Judulnya Analisis Yuridis Tindak Pidana Penganiayaan dalam Adegan Film Arwah Goyang Karawang Menurut Pasal 351 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (Studi Kasus Putusan MA Nomor 913 K/Pid/2012). Jupe menganalisis kasus pertengkarannya dengan Dewi Persik. Perseteruan yang membuat Jupe mendekam di balik jeruji besi.

Pada 27 Oktober 2014, Jupe meluncurkan buku pribadinya bertajuk ‘Jupe: My Uncut Story' di Warung Kopi Sruput, Kemang, Jakarta Selatan. Pada saat bersamaan,  ia mempublikasikan hasil pemeriksaan kesehatannya di Singapura yang menyebut, ia menderita Kanker Serviks stadium 2 A. Dari situlah media banyak menulis Jupe  terus berjuang melawan penyakitnya. Sekitar tiga tahun ia bertahan, namun Tuhan berkenan menuliskan takdir atas hidupnya. Ia wafat pada 10 Juni 2017.

Dhoni Ramadhan  yang berkesempatan memimpin tahlil malam pertama mendengar  penuturan Sri Wulansih,  ibunda Jupe  tentang kepergian anak kebanggaannya : ”Ia wafat dalam keadaan tidur. Wajahnya berseri. Senyum.” Semoga ini pertanda khusnul khotimah. Aamiin Ya Rabbal Alamin. XPOSEINDONESIA/Nini Sunny Foto : Dokumentasi.

More Pictures

Last modified on Friday, 16 June 2017 06:28
More in this category: « Deddy Dores Wafat
Login to post comments