Tadashi Suzuki & Restu Kusumaningrum Angkat Lakon 'Dionysus' dengan Spektakuler

17 May 2018

Sebuah pentas teater spektakular berjudul “Dionysus“ bakal digelar. Mengangkat tema cerita  tentang tragedi Yunani, disutradarai orang Jepang, maestro teater Tadashi Suzuki,  dimainkan oleh aktor aktor dari tiga negara yakni Indonesia, Jepang dan Cina,  dan mereka  akan berdialog dalam bahasa Ibu masing-masing.

Pementasan besar ini diproduksi bersama oleh SCOT (Suzuki Company of Toga) dari Jepang dan Purnati dari Indonesia ini akan dipentaskan pertama kali (world premiere) di musim panas tahun ini, di Festival SCOT Summer Season 2018 (28 August-02 September 2018) di Toga Art Park of Toyama Prefecture Jepang. Kemudian dipentaskan di Indonesia di Teater Terbuka Candi Prambanan pada 29-30 September 2018. 

Para aktor Indonesia akan menggunakan bahasa daerah asal mereka. Dalam pertunjukan ini  ada penggunaan bahasa Batak, Rejang, Madura, Manado, Sunda, dan Jawa dengan tiga dialek  Jogjakarta, Surakarta, dan Banyumas.  “Sebetulnya kami juga melakukan riset untuk melibatkan Aceh dan Kalimantan. Tapi ada beberapa kendala, sehingga  mereka tak jadi terlibat,” kata  Restu Kusumanigrum, penari senior sekaligus produser acara

Gagasan koIaborasi untuk pentas Dionysus muncul ketika pada 2015 Tadashi Suzuki dan Asia Center Japan Foundation meminta Restu Kusumaningrum dari Pumati untuk mengatur sejumlah pertunjukan tradisional Indonesia yang akan ditonton oleh mereka. Saat itu, ada dua kelompok yang dilihat. Dan dua kelompok ini kemudian diundang berpartisipasi daIam festival musim panas pada September 2015 di Toga dan mendapat sambutan sangat batik.

Menurut Restu, ia dan Suzuki kemudian bersepakat menjadikan hubungan mereka lebih maju. “Suzuki kemudian setuju menyutradarai aktor-aktor Indonesia berbasis karya pertunjukannya. Metode keaktoran Suzuki, saya yakini akan meningkatkan kecakapan para pelakon Indonesia yang terlibat!”.

Dionysus diadaptasi oleh Tadashi Suzuki dari tragedi Yunani kuno The Bacchae ditulis oleh dramawan Athena Euripides. Dionysus, Sang Dewa Anggur, bemaksud menghukum Raja Thebes Pentheus yang pemah menghinanya. Yang ia Iakukan untuk itu  adalah memikat   hati para wanita di Thebes satu per satu, termasuk ibu Pentheus, Agave, dan menggiring mereka ke Gunung Cithaeron.

Pentheus yang ikut terpesona diarahkan  perjamuwan pesta pesta penuh kegilaan para wanita di Gunung Cithaeron. Tubuh Pentheus  kemudian dicabik-cabik oleh para wanita tersebut. Dalam keadaan mabuk, Agave membawa  kepala Pentheus  dan  dan meninggalkan pasta.  Saat terbangun, Agave  sadat ia telah dimanfaatkan

Proses audisi untuk aktor Indonesia datang dari berbagai kelompok teater digelar awal Juni 2016 di Jakarta. Dari 48 aktor yang ikut, 16 orang terpilih mengikuti latihan “Suzuki Method of Actor Training Program” di Toga Jepang selama 2 minggu dari 31 Agustus - 14 September 2016. Setelah itu ada audisi kedua di Bali Pumati pada Desember 2016, jumlah aktor yang terseleksi susut menjadi 13. Selanjutnya, mereka mengikuti latihan gerak dan pembacaan intensif naskah Dionysus dalam bahasa ibu mereka masing masing di Studio Jampang, Bogor. Casting dan rehearsal perdana dilakukan di Toga, Jepang, pada 19 April-07 Mei 2017.

Masih pada tahun yang sama, para aktor terpilih kembali melakukan latihan di Bali  Pumati pada 06-20 Oktober 2017. Untuk menyempunakan pengadeganan yang belum tuntas saat di Toga, Suzuki mengutus Takemori sebagai astrada-pelatih dan Kiyama sebagai asisten  pelatih. Keduanya adalah aktor Suzuki Company of Toga (SCOT) yang pemah terlibat pula dalam pertunjukan Dionysus versi Jepang.

Pada 21-26 Oktober 2017 latihan berlanjut ke Jogjakarta. Suzuki datang ke Prambanan untuk melihat langsung perkembangan latihan para aktor dan Teater Terbuka Prambanan.  Saat itu, rehearsal sudah menyelesaikan keseluruhan adegan. Tahap berikutnya adalah proses penyesuaian dengan komposisi musik, kostum, dan tongkat pedang untuk pendeta.

Di tahun 2018, dari tanggal 4 sampai 23 Maret, dalam kondisi Toga masih bersaiju, 14 aktor termasuk aktor cadangan hasil seleksi ketiga, kembali melakukan rehearsal selama  tiga minggu. Selain mengulang latihan di Prambanan, para aktor juga melakukan destilisasi dan presisi dengan kostum sentuhan Indonesia dan komposisi musik baru.

Komposer Jepang, Midori Takada, yang dalam produksi ini bertindak selaku penata musik, menghadirkan gubahan baru dengan mengolah unsur musik tradisi dari berbagai wilayah di Indonesia, antara lain gendang rapai Aceh, gamelan Bali, serunai Minang, rebab Sunda, dan kenong Jawa. Adapun untuk kostum, beberapa rancangan baru Auguste Soesastro yang menggunakan berbagai kain unik Indonesia bakal melengkapi kostum yang sudah dirancang Tadashi Suzuki.

Produksi Dionysus yang melibatkan seniman-seniman dari berbagai negara ini pada akhimya menjadi perjalanan bersama yang mana setiap orang belajar, berbagi, dan bergaul dengan gembira dan saling menghormati. Dengan hadirnya jejaring kreatif semacam ini, diharapkan akan terus berkembang di kemudian hari, makin besar peluang seniman Tanah Air berkiprah di panggung dunia. XPOSEINDONESIA  Foto : Muhamad Ihsan

More Pictures

Last modified on Thursday, 17 May 2018 16:56
Login to post comments